Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jadi Orang Tua Jangan Sombong, Ini Dampak Sosialnya pada Anak

Jadi Orang Tua Jangan Sombong, Ini Dampak Sosialnya pada Anak

Sifat sombong bisa di mana saja. Salah satunya, ortu yang menyombongkan pencapaian anak. Awas, ini dapat berdampak pada kehidupan sosial anak!

Menceritakan keunggulan dan kehebatan anak kepada orang lain tidak ada salahnya. Namun, kalau sudah berlebihan hingga condong pada sifat sombong dan pamer, siapa yang tidak kesal?

Tapi, bukan cuma bikin kesal, lho! Orang tua yang sering berperangai demikian justru bisa menjadi bumerang bagi anaknya sendiri. Salah satunya berdampak sosial bagi si Kecil.

Kenapa Ortu Suka Menyombongkan Anaknya?

Banyak yang kerap diceritakan orang tua secara berlebihan pada orang lain. Misalnya, balitanya sudah bisa membaca di saat anak seusianya belum banyak bisa, nilai ujian tertinggi, atau si Kecil juara dalam kompetisi.

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, ini merupakan bagian dari "pamer" keberhasilan mendidik anak.

Namun, sesungguhnya apa yang dilakukan orang tua ketika menyombongkan anaknya adalah bagian untuk menutupi ekspektasi yang tinggi pada anaknya.

"Jadi, memang ada orang tua yang terlalu membanggakan anaknya ke orang lain. Bisa jadi bagi orang tua tersebut ingin terlihat dirinya mampu mendidik anak dengan baik," kata Ikhsan.

"Tapi ini sekaligus bisa jadi suatu bentuk untuk menutupi ekspektasi yang ia tanam ke anaknya. Akhirnya, ditinggi-tinggikan tuh anaknya," sambung psikolog muda ini.

Artikel Lainnya: 5 Gangguan yang Sering Dialami Orang Tua Baru

1 dari 4 halaman

Dampak Orang Tua Sombong terhadap Kehidupan Sosial Anak

Ikhsan Bella Persada mengatakan anak justru bisa terhambat dalam bersosialisasi akibat kesombongan orang tuanya.

Kalau sudah begini, anak akhirnya mendapatkan imbas yang tidak baik dalam kehidupannya.

"Dampak dari orang tua yang sombong ke anak itu, anak jadi punya hambatan dalam menjalin relasinya. Ini karena orang tua selama ini memegang kendali dari anaknya tersebut. Biasanya, anak akan dituntut untuk memenuhi ekspektasi dari orang tuanya," tutur Ikhsan.

Ini harus dijadikan perhatian orang tua. Kesulitan dalam bersosialisasi malah akan memperburuk kondisi mereka di kemudian hari.

Artikel Lainnya: Cara agar Si Kecil Lebih Percaya Diri

2 dari 4 halaman

Orang Tua Seperti Ini, Apakah Buat Anak Ikut Sombong?

Selain bermasalah dengan sosialnya, anak cenderung akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya.

Jadi mau tak mau, ketika role model anak, yakni orang tua, kerap sikap sombong, anak dapat terpengaruh.

Dampak lainnya, akhirnya anak akan mudah menyalahkan lingkungannya dan merasa paling benar dalam suatu kondisi tertentu.

"Sikap orang tua bisa bikin anak sombong? Bisa jadi iya, karena selama ini anak belajar dari orang tuanya, terutama sosok role model-nya menunjukkan sikap sombong," jelas Ikhsan.

"Maka bisa jadi anak akan juga demikian. Anak akan mudah menyalahkan lingkungannya dan merasa dia yang benar dalam kondisi tersebut," ucap psikolog muda itu.

Anak juga akan kesulitan dalam kehidupan sosialnya kalau punya masalah dengan ini. Sifat sombong nantinya akan melekat dan membuat banyak hal menjadi sulit.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda-Tanda Anak Terlalu Kompetitif

3 dari 4 halaman

Bagaimana Mencegah Anak Ikutan Sombong?

Sulit jika hanya meminta anak untuk tidak sombong, tapi Anda tetap berperilaku jumawa.

Itulah sebabnya, kata Ikhsan, cara yang paling utama mendidik anak agar tidak sombong adalah dengan memberi contoh dan teladan bersikap rendah hati.

"Coba ajarkan dan beri contoh ke anak kalau ada salah berani untuk meminta maaf. Ajari anak juga untuk merasakan apa yang orang lain rasakan, atau tempatkan diri di posisi orang lain," ungkap Ikhsan.

"Tunjukkan kasih sayang kepada anak, agar mereka bisa merasakan kasih sayang. Anak pun akan belajar bagaimana menunjukkan hal yang sama kepada lingkungan," sambung Ikhsan.

Pada intinya, tugas Anda untuk mencontohkan yang baik kepada anak. Sikap menyombongkan anak kepada orang lain, bukannya bikin Anda semakin dihormati. Justru, si Kecil bisa terkena “getah” dalam kehidupan sosialnya.

Jangan ketinggalan informasi terbaru seputar pola asuh dan tumbuh kembang anak di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar