Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 1.500 Peserta Gagal Ikut UTBK 2020 Tahap 1, Ini Cara Ortu Menghiburnya

1.500 Peserta Gagal Ikut UTBK 2020 Tahap 1, Ini Cara Ortu Menghiburnya

Karena reaktif virus corona, 1.500 siswa terpaksa gagal lolos tahap 1 UTBK. Agar kondisi psikis anak tetap terjaga, orang tua perlu menghiburnya dengan cara ini!

Masuk ke universitas idaman adalah salah satu impian untuk sebagian murid yang baru lulus SMA. Namun sebelum itu, mereka perlu melewati Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). 

Sayangnya, sekitar 1.500 peserta yang ikut UTBK SBMPTN di tahun 2020 ini harus menerima kenyataan pahit. Mereka dinyatakan gagal ikut tes lantaran mengalami demam dan reaktif virus corona

Peserta UTBK SBMPTN Gagal Lolos Tahap 1 Akibat Virus Corona

Lebih dari 1500 siswa harus alami kegagalan lolos tahap 1 SBMPTN karena reaktif virus corona. Hal ini disampaikan langsung oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Rabu (15/7). 

Ketua LTMPT, Mohammad Nasih mengatakan dalam konferensi videonya, para peserta harus gagal lolos di tahap 1 karena memiliki suhu badan yang melebihi batas normal, yaitu 37,5 derajat Celcius. 

Selain itu, hasil rapid test juga menunjukan bahwa 1.500 peserta tersebut reaktif virus corona. 

Untuk diketahui, guna mengikuti UTBK SBMPTN, para siswa wajib memiliki kondisi fisik yang sehat. 

Mereka diharuskan untuk tidak sama sekali mengalami gejala COVID-19, dan memiliki suhu badan normal atau di bawah 37,5 derajat Celcius. 

Tidak hanya itu, di beberapa kota seperti Surabaya, para peserta UTBK SBMPTN juga wajib memiliki surat keterangan bebas COVID-19 sebelum mengikuti ujian seleksi perguruan tinggi.

Kendati demikian, para peserta diminta untuk tidak kecewa berlebihan. Ini karena pihak penyelenggara UTBK 2020 mengatakan, mereka yang gagal ikut gelombang pertama masih bisa mengikuti tes gelombang kedua yang diadakan pada 20 sampai 29 Juli 2020.  Dengan syarat, para peserta dinyatakan sehat ketika mengikuti tes. 

Biaya tes untuk para siswa yang gagal di gelombang pertama akibat reaktif virus corona juga akan dikembalikan sesegera mungkin, setelah para peserta mengisi data lengkap dan nomor rekening masing-masing. 

Artikel Lainnya: Masuki New Normal, Waspada Risiko Gangguan Kesehatan Anak

1 dari 5 halaman

Gagal Ujian, Bagaimana Gambaran Kondisi Mental Anak?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, masuk ke universitas idaman adalah impian bagi sebagian murid yang baru lulus SMA. 

Ketika dihadapkan dengan situasi di mana mereka harus gagal, tidak sedikit juga yang merasa sedih, kecewa, cemas, dan stres. 

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, ketika mengalami kegagalan dalam bentuk apapun, anak pasti mengalami stres dan kekecewaan pada diri sendiri. 

Mereka mungkin jadi kurang percaya diri ke depannya karena merasa upaya yang sudah dilakukan tidak sesuai dengan ekspektasi atau hasil yang diharapkan.

“Anak yang bisa jadi rendah diri karena melihat ada temannya yang berhasil masuk. Mereka juga mungkin akan membanding-bandingkan, bahkan tak bisa menerima kondisi yang ada. Bukan tak mungkin, mereka juga akan menyalahkan diri sendiri atau kondisi di sekitarnya,” ujar Ikhsan.

2 dari 5 halaman

Perlukah Orang Tua Menghibur Anak yang Gagal Ujian?

Tidak sedikit orang tua yang justru bersikap cuek ketika anaknya gagal ujian. Padahal, peran orang tua di kondisi seperti ini sangat penting, karena bisa memengaruhi kesehatan mental anak dalam jangka panjang.

“Dalam kondisi seperti ini, orang tua perlu ada untuk anak. Orang tua sebaiknya tidak menghakimi, melainkan mendukung apa pun hasil yang diterima anak. Anak juga tidak terus terlarut dalam kesedihannya dan terus merasa kecewa,” kata Ikhsan.

Dengan dukungan orang tua, anak akan merasa lebih tenang. Pada akhirnya, hal ini bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri anak dan memotivasi mereka untuk berusaha lebih baik lagi di waktu mendatang. 

Artikel Lainnya: Anak Malas-Malasan Sekolah Online, Ini Trik yang Bisa Dilakukan Ortu!

3 dari 5 halaman

Saat Anak Gagal Ujian, Orang Tua Jangan Lakukan Ini!

Karena ikut merasa kecewa, ada saja orang tua yang justru ikut menyalahkan dan memaki anak. 

Padahal, ini bukan reaksi yang diharapkan oleh anak yang baru saja menerima kegagalan. 

Bagi para orang tua, berikut beberapa sikap yang sebaiknya tidak dilakukan ketika anak sedang menghadapi kegagalan: 

  • Ikut Menghakimi 

Karena punya ekspektasi yang tinggi, orang tua justru ikut merasa kecewa dan menghakimi anak dengan sebelah pihak. 

Anda jadi menyalahkan anak karena masih sering nongkrong di luar rumah, sehingga bisa sampai reaktif virus COVID-19. 

Ketika Anda melakukan tindakan seperti ini, anak yang gagal justru akan semakin merasa tersudut dan kecewa dengan dirinya sendiri. 

  • Membandingkan dengan Anak Lain 

Karena anak termasuk dalam bagian yang gagal ikut ujian, Anda justru membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain. 

Meski bermaksud untuk menyemangati anak agar lebih giat lagi, tapi membandingkan-bandingkan adalah cara yang salah.

“Membanding-bandingkan anak satu dengan lainnya justru bisa menurunkan rasa tidak percaya diri. Anda pun akan dianggap tidak percaya dengan kemampuan mereka (anak),” tutur Ikhsan.

  • Sepenuhnya Menyalahkan Anak

Jangan sampai orang tua malah menyalahkan anak karena mereka kurang berusaha atau sering main di luar rumah sehingga terkena coronavirus. Hal ini justru bisa membuat anak semakin kecewa dan sedih. 

Dalam kasus kali ini, coba lihat lagi kondisi kesehatan Anda. Bisa jadi, Anda yang justru jadi carrier virus corona pada anak. Jadi, jangan sepenuhnya menyalahkan anak, ya!

Artikel Lainnya: Inilah Berbagai Alasan Pentingnya Apresiasi Anak

4 dari 5 halaman

Cara Menghibur Anak yang Gagal Ujian

Meski masih dalam masa pandemi virus corona, bukan berarti Anda tidak bisa menghibur anak yang sedang sedih dan kecewa karena gagal ujian. 

Untuk itu, Ikhsan memaparkan beberapa cara menghibur anak yang mudah untuk dilakukan oleh orang tua. Berikut penjelasannya:

  • Mendengarkan 

Hampir setiap orang ingin didengarkan, begitu juga dengan anak Anda. Ketika  mereka memiliki masalah, termasuk saat gagal ujian, cobalah dengarkan keluh kesah dan kesedihan yang mereka alami. 

Jangan berkomentar sampai mereka usai bercerita. Hindari juga komentar yang menghakimi agar anak tidak semakin tersudut.

  • Berikan Pelukan dan Sentuhan Kasih Sayang 

Jika anak sedang sedih, berikan pelukan kasih sayang agar ia tetap merasa tenang. 

Akan tetapi, apabila anak terbukti reaktif virus corona, sebaiknya tunjukkan kasih sayang dengan menyajikan makanan kesukaannya atau mengirim pesan tertulis yang bisa mereka baca selama isolasi mandiri. 

Tuliskan betapa Anda bangga dengan semua pencapaian yang sudah mereka raih. Katakan juga bahwa kegagalan yang sekarang bukanlah akhir dari semuanya. 

Mereka bisa kembali mencoba mengikuti tes setelah sehat atau bisa masuk universitas lainnya.

  • Ajak Anak Lakukan Hobi 

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghibur anak yang gagal ujian adalah dengan mengajak mereka melakukan hobi yang positif. 

“Jika gemar bermain bola, coba ajak mereka bermain bola di garasi atau jalan depan rumah. Jika anak suka memasak, coba belikan buku resep dan ajak mereka masak bersama,” kata Ikhsan. 

Sebagai orang tua, ingatlah untuk tetap menemani anak bagaimana pun kondisinya. Tetap berikan bimbingan dan dukungan yang positif, agar mereka bisa melalui semua hal buruk yang menerpanya saat ini. 

Dengan demikian, buah hati Anda bisa tetap percaya diri agar bisa lebih baik lagi di waktu mendatang.

Jika Anda mengalami kendala dalam menyikapi kegagalan anak atau ingin tahu lebih lanjut mengenai cara memotivasi anak, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar