Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Remaja Jadi Sering Marah saat Pandemi COVID-19? Ini Alasannya!

Anak Remaja Jadi Sering Marah saat Pandemi COVID-19? Ini Alasannya!

Apakah anak remaja Anda yang baru beranjak dewasa jadi sering marah-marah selama pandemi virus corona? Waspada, mungkin ini yang jadi alasannya!

Emosi yang tidak stabil memang sering dikaitkan dengan perilaku anak remaja. Pada masa ini, anak remaja biasanya lebih sulit mengendalikan emosi sehingga sering marah tanpa alasan yang jelas.

Nah, di situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, tingkat kemarahan anak remaja bisa semakin menjadi-jadi.

Bahkan, mereka yang tadinya terlihat tenang, bisa tiba-tiba ‘meledak’ dan memarahi siapa saja yang berurusan dengannya.

Mengapa Anak Remaja Mudah Marah saat Pandemi Virus Corona?

Tidak sedikit orang tua yang merasa jengkel dengan perilaku anak remajanya. Bisa karena kenakalan yang diperbuat, bisa juga karena sikap pemarah dan pembangkang yang dimilikinya.

Hal tersebut rupanya dialami oleh salah satu orang tua berinisial L yang sempat dihubungi tim KlikDokter.

Dirinya mengaku ikut merasa jengkel sekaligus heran lantaran sikap anak remajanya yang belakangan ini sangat sensitif dan mudah emosi.

“Anak saya sekolah di Salatiga. Pulang ke Jakarta karena virus corona. Ya, mungkin karena kelamaan bebas di sana, balik ke rumah harus diam saja, makanya jadi emosian,” kata L saat diwawancarai tim KlikDokter.

“Kalau diminta tolong sedikit, nada bicaranya langsung tinggi. Diminta tolong pesan ojek online untuk antar pesanan makanan, langsung marah. Bingung, kadang harus bagaimana. Padahal anak sendiri, tapi galaknya sudah seperti macan,” lanjut L.

Kondisi yang dialami L mungkin juga terjadi pada orang-orang di sekitar atau bahkan pada diri Anda sendiri.

Guna menyelidiki fenomena tersebut, tim KlikDokter menghubungi Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog untuk mengetahui penyebab anak remaja mudah marah saat pandemi virus corona.

“Kalau ditanya penyebabnya, sebenarnya berbeda-beda. Secara umum, penyebab anak remaja mudah marah dan emosi adalah stres dengan kondisi pandemi seperti ini.

Mereka mungkin kurang nyaman berada di rumah, dan tertekan lantaran tidak leluasa bermain dengan teman-temannya,” ujar Ikhsan. “

Artikel Lainnya: Tak Positif Coronavirus tapi Harus Karantina, Waspada Gangguan Mental!

1 dari 4 halaman

Mengapa Kemarahan Anak Remaja Mengarah pada Orang Tua?

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa kemarahan anak saat pandemi virus corona cenderung mengarah kepada orang tuanya?

Menurut Ikhsan, hal ini dikarenakan mereka tidak tahu harus melampiaskan emosinya ke siapa.

“Karena itu, banyak anak remaja yang justru menjadikan orang tua sebagai sasaran kemarahan dan kekecewaan selama pandemi virus corona. Di sisi lain, orang tua juga perlu refleksi diri. Bisa jadi, kemarahan anak ini disebabkan karena perilaku atau sikap dari orang tuanya,” tutur Ikhsan.

“Ingat, pengendalian diri pada anak sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua mengendalikan diri mereka sendiri,” sambungnya.

2 dari 4 halaman

Adakah Efek Negatif Anak Remaja yang Terus Marah?

Segala sesuatu yang diperbuat oleh manusia pasti ada sebab dan akibatnya. Begitu juga dengan remaja yang terus marah dan tidak bisa mengontrol emosinya, pasti akan ada dampak yang terjadi di kemudian hari.

Dijelaskan oleh Ikhsan, berikut ini beberapa dampak negatif jika anak terus-menerus marah:

  • Punya perilaku yang pemarah saat dewasa nanti.
  • Jadi orang yang lebih mudah tersinggung.
  • Sulit untuk mengontrol emosi pada orang lain.
  • Lebih mudah punya konflik dengan orang lain.
  • Bisa menimbulkan stres pada diri sendiri.
  • Punya relasi yang kurang baik dengan orang lain.

Artikel Lainnya: Perlu Dijaga, Kesehatan Mental Pasien Virus Corona Juga Penting!

3 dari 4 halaman

Cara Emosi Anak Remaja tetap Stabil saat Pandemi Virus Corona

Agar terhindar dari dampak negatif yang telah disebutkan, berikut ini beberapa cara agar anak remaja bisa lebih mengontrol emosinya selama pandemi virus corona:

1. Cari Kesibukan yang Menyenangkan

Meski tidak bisa keluar rumah, bukan berarti anak remaja tidak bisa bermain dengan teman-temannya.

Kini, Anak remaja bisa main bersama (mabar) secara daring dengan teman kelompoknya, untuk mendistraksi rasa stres selama pandemi.

2. Lakukan Hobi

Biarkan anak remaja menelusuri hobinya dengan lebih dalam selama masa pandemi virus corona.

Selama melakukan hal yang positif, orang tua seharusnya bisa memberikan dukungan tanpa perlu mengekang berlebihan.

3. Cari Tahu Penyebab Anak Remaja Emosi

Agar emosi anak remaja lebih stabil, coba evaluasi setiap mereka telah menyalurkan emosi. Apakah emosi yang diungkapkan itu perlu, dan cari tahu apa penyebabnya.

“Hal ini dilakukan agar ke depannya Anda dapat mengetahui solusi yang paling tepat dalam menghadapi kemarahan anak remaja selama pandemi COVID-19,” kata Ikhsan.

4. Olahraga dan Relaksasi

Olahraga dan teknik relaksasi dapat dilakukan sebagai upaya untuk membuat tubuh dan pikiran lebih relaks.

Berikan bimbingan dan arahan dengan bahasa yang mudah dipahami, agar mereka dapat lebih termovitasi untuk melakukan olahraga dan teknik relaksasi yang paling sesuai dengan minat dan kondisi tubuhnya.

Pandemi virus corona yang masih berlangsung hingga saat ini memang bisa menjadi salah satu pemicu emosi tidak stabil, khususnya pada anak remaja. Tugas Anda sebagai orang tua adalah membimbing mereka, agar tidak sampai kalap dan dikendalikan oleh emosinya semata.

Jika Anda menemukan kendala dalam mengendalikan anak remaja mudah marah selama pandemi virus corona, jangan sungkan untuk minta bantuan pada psikolog menggunakan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar