Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kasus Naya Rivera, Ini Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Kasus Naya Rivera, Ini Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Bila Anda tak sengaja menemukan orang tenggelam, jangan panik! Berikut cara-cara menolong orang tenggelam yang bisa diterapkan.

Cara menolong orang tenggelam perlu kita ketahui. Pasalnya, sebagian orang justru panik berlebihan dan mencelakakan diri sendiri saat menolong korban.

Jangan sampai itu terjadi, pahamilah pertolongan pertama pada orang tenggelam agar korban maupun penolong sama-sama selamat!

Jenazah Naya Rivera Ditemukan, Penyebabnya Diduga Tenggelam

Kabar duka menimpa fans Naya Rivera, salah satu pemain dalam serial musikal, Glee. Pasalnya, Naya meninggal diduga akibat tenggelam.

Dilansir dari berbagai sumber, kemarin (13/7) tubuh Naya ditemukan setelah lima hari di Danau Piru, Ventura County, California. Sebelumnya, ia berlibur menggunakan kapal bersama putranya, Ryan Dorsey.

Kejadian nahas itu terjadi ketika Naya berusaha menyelamatkan putranya ke atas perahu agar tidak mati tenggelam.

Namun, karena arus danau yang cukup kencang, kapalnya mulai menjauh dan ia kehabisan tenaga setelah menyelamatkan anaknya. Naya justru tak mampu menyelamatkan dirinya dan meninggal.

Naya ditemukan sudah tak bernyawa di bagian timur laut Danau Piru dengan kedalaman air 35-60 meter, serta ada serat-serat tebal dan pohon di tepiannya.

1 dari 4 halaman

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan sampai Orang Bisa Tenggelam?

Sebenarnya, tidak perlu banyak air untuk menyebabkan seseorang tenggelam. Bukan kedalaman air yang perlu diperhatikan, melainkan seberapa banyak jumlah air yang masuk ke paru-paru hingga menghentikan fungsinya.

Untuk menghitungnya, coba gunakan contoh seperti ini. Sebanyak 1 ml cairan disesuaikan dengan bobot kilogram tubuh seseorang.

Jika berat badan korban 63,5 kg, maka ¼ cangkir air saja sudah bisa membuatnya meninggal dunia bila air itu masuk ke dalam paru-parunya.

Itu sebabnya, cara-cara menolong orang tenggelam harus dilakukan secepat dan seaman mungkin agar tak banyak air yang masuk ke paru-paru korban.

Lalu, tak berarti juga orang yang bisa berenang sudah pasti tak bakal tenggelam. Hal ini disetujui oleh dr. Devia Irine Putri.

Ia mengatakan, “Tenggelam tidak selalu karena tidak bisa berenang. Misalnya, tiba-tiba kena serangan jantung atau epilepsi kambuh, atau tiba-tiba kram hebat, nyeri, dan nggak bisa bergerak. Kalau medannya sulit dan arusnya deras juga bisa berbahaya. Jadi tidak mesti karena orang tidak bisa berenang atau airnya dalam.”

Artikel Lainnya: 5 Cara Cegah Anak Tenggelam di Kolam Renang

2 dari 4 halaman

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Tenggelam?

Sebelum Anda mengetahui pertolongan pertama pada orang tenggelam, ada baiknya pahami dulu apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh korban.

Saat ia tenggelam, air akan masuk ke paru-paru, sehingga terjadi edema paru. Edema paru memiliki gejala, seperti sulit bernapas karena penumpukan cairan atau benda asing di dalam kantong organ tersebut.

Pada umumnya, orang masih dapat hidup saat kesulitan bernapas selama 30 menit (bisa lebih kalau sesekali kepalanya keluar untuk menghirup oksigen).

Namun, kalau sudah lebih dari 30 menit dan tak ada kesempatan sama sekali menghirup oksigen, ia akan mengalami henti napas.

Ini karena otak dan bagian tubuh lain tak mendapat oksigen untuk bekerja sebagaimana mestinya.

Kabar baiknya, orang yang mengalami henti napas masih bisa ditolong. Karena itulah, cara memberikan pertolongan pada korban tenggelam yang mengalami henti napas patut Anda ketahui.

Artikel Lainnya: 7 Kesalahan Pertolongan Pertama yang Sering Dilakukan

3 dari 4 halaman

Cara Menolong Orang Tenggelam

Menurut dr. Devia, ada beberapa langkah memberikan pertolongan pada korban tenggelam, yaitu:

  • Segera minta bantuan penjaga atau orang lain di sekitar. Anda bisa telepon RS terdekat atau kepolisian.
  • Bila memungkinkan, raih tangan atau tubuh korban. Supaya lebih mudah, kalau ada benda yang bisa mengapung, lempar ke arahnya agar bisa diraih. Lalu, bantu tarik korban ke darat. “Tapi, kalau medan tak aman, jangan membahayakan diri sendiri,” pesan dr. Devia.
  • Kalau sudah berhasil memindahkan ke darat, posisikan korban di area yang aman.
  • Cek tanda vital korban tenggelam.

“Coba dipanggil, ada respons atau tidak. Dekatkan diri ke arah mulut dan hidung korban, cek apa ada embusan napas atau tidak. Cek juga pergerakan dinding dada, kembang-kempis atau tidak. Terakhir, cek apa ada nadi atau tidak di leher atau pergelangan tangan,” sarannya.

  • Semisal tak ada respons dan tak ada nadi, lakukan CPR. “Misalkan sudah ada nadi lalu ada muntah, jangan lupa memiringkan tubuh korban,” pesan dr. Devia.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Saat Terjadi Serangan Jantung

Untuk melakukan CPR atau resusitasi mulut ke mulut bagi korban tenggelam, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Anda bisa letakkan satu telapak tangan di atas dada tengahnya korban. Setelah itu, taruh tangan kedua di atas tangan sebelumnya.
  2. Coba untuk menekan bagian dalam sedalam 5 cm. Lakukan hal tersebut 30 kali atau sekitar 100-120 kali per menit. Jangan lupa kecepatan 1-2 tekanan per detik.
  3. Setelah mencoba pertolongan tersebut, Anda cek kembali respons vital korban. Bila tidak ada tanda, Anda bisa berikan napas buatan. Bila Anda ragu melakukannya, tunggu petugas medis datang.
  4. Anda bisa buka saluran napas korban dengan mendongakkan kepalanya. Kemudian Anda taruh telapak tangan di bagian dahi korban. Setelah itu, bagian dagu diangkat agar saluran napas terbuka.
  5. Setelah saluran napas terbuka, Ana bisa memberikan napas buatan pada korban via mulut ke mulut.
  6. Saat pemberian napas buatan, coba jepit hidung korbang menggunakan tangan. Setelah itu, posisikan mulut Anda ke mulut korban.

Lakukan dua kali pemberian udara lewat mulut Anda. Sembari itu, cek dada korban apakah posisinya terangkat selayaknya orang bernapas. Kalau belum, coba perbaiki posisi leher korban atau cek apa ada sumbatan di jalan napas.

  1. Ulang kompresi dada sebanyak 30 kali dan berikan 2 kali napas buatan.
  2. Teknik ini bisa diterapkan pada orang dewasa dan remaja, bukan bayi dan anak-anak.

Itu dia informasi terkait artis Naya Rivera yang meninggal dunia dan cara menolong orang tenggelam.

Bila Anda punya pertanyaan seputar pertolongan pertama, segera tanyakan langsung ke dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar