Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Menyusul Surabaya, Kota Solo Masuk dalam Zona Hitam Virus Corona!

Menyusul Surabaya, Kota Solo Masuk dalam Zona Hitam Virus Corona!

Kota Solo menyusul Surabaya sebagai daerah zona hitam virus corona. Ini terjadi karena penambahan kasus signifikan akhir pekan lalu.

Sebelumnya, kota Surabaya ramai dibicarakan karena masuk sebagai daerah zona hitam penyebaran virus corona. Menyusul Kota Pahlawan, sekarang kota Solo pun juga masuk zona hitam. Kok, bisa, ya?

Mengapa Kota Solo Dikatakan Zona Hitam Virus Corona?

Pada hari Minggu (12/7) kemarin, Solo mendapat 18 tambahan kasus positif COVID-19. Ini adalah penambahan kasus tertinggi sejak kasus pertama dikonfirmasi awal Maret lalu. 

Dengan adanya penambahan kasus tersebut, jumlah pasien positif virus corona di Solo sekarang ada 63 orang. Sebanyak 37 di antaranya sudah sembuh, 22 masih dirawat inap, dan 4 orang meninggal dunia.

Penambahan 18 orang pada akhir pekan lalu membuat Solo dinyatakan masuk zona hitam. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani.

Zona hitam adalah tingkatan tertinggi dari sebuah daerah yang penyebarannya sudah dalam kategori sangat berbahaya. Akan tetapi, sebenarnya gugus tugas tidak pernah mengklasifikasikan adanya zona hitam.

Hal ini juga diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri. Ia mengatakan bahwa tingkatan setelah merah adalah merah pekat. 

"Kalau dari gugus tugas COVID-19, sebenarnya bukan zona hitam tapi zona merah pekat (yang lebih gelap warnanya). Kalau seperti ini artinya penyebarannya sedang meluas dan parah-parahnya di suatu daerah yang memang sudah zona merah," ungkap dr. Devia Irine Putri.

Lalu, mengapa disebut dengan zona hitam? Hal ini pada dasarnya dilakukan untuk menekankan kepada masyarakat agar tetap waspada. 

Jika sudah disebut zona hitam, masyarakat akan membayangkan kondisi tersebut sudah sangat berbahaya.

Artikel Lainnya: Tips Kurangi Waktu Berkumpul dengan Teman saat New Normal

1 dari 5 halaman

Adanya Klaster Dokter Residen Paru RSUD Moewardi Solo

Salah satu klaster virus corona di Jawa Tengah yang mendapat sorotan adalah klaster di RSUD dr. Moewardi, Solo. 

Diketahui ada 25 orang dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Paru Universitas Negeri Sebelas Maret yang positif COVID-19.

Hal ini dibenarkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Reviono. Ia mengatakan, awalnya ada seorang mahasiswa pendidikan dokter spesialis paru di RSUD dr. Moewardi yang terkena COVID-19.

Kemudian, pihak kampus langsung melakukan tracing yang totalnya sampai 80 orang. Semua menjalani pemeriksaan tes swab dan hasilnya 25 orang dinyatakan positif COVID-19.

Sebagai informasi, total ada sekitar 700 mahasiswa PPDS UNS yang menempuh pendidikan di RSUD dr. Moewardi Solo. 

Menurut pihak UNS, sampai saat ini beberapa mahasiswa yang terkena virus corona dalam keadaan baik.

Artikel Lainnya: Coba Ikuti, Ini Cara Menggunakan Masker saat Musim Panas Tiba

2 dari 5 halaman

Pemkot Tutup Pasar Harjodaksino dan Alun-Alun Kidul

Sehubungan dengan meningkatnya kasus penambahan COVID-19 di Solo, dua tempat rawan keramaian seperti Pasar Harjodaksino dan Alun-alun Kidul juga ditutup Pemkot. 

Penutupan dua tempat itu dibenarkan oleh Agus Sis Wuryanto sebagai Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP.

Pemerintah Solo diketahui sudah berkoordinasi dengan pihak Keraton Kasunanan Surakarta terkait penutupan Alun-alun Kidul. 

Dilaporkan, ada sekitar 140 pedagang yang terkena dampak akibat penutupan Alun-alun Kidul. 

Sedangkan penutupan Pasar Harjodaksino, dilakukan karena ada seorang pedagang yang meninggal akibat terpapar virus corona. 

Pemkot Solo mengatakan semua tempat keramaian --termasuk kedua tempat di atas-- akan dipantau secara ketat. Salah satu yang akan dipantau adalah Plasa Manahan.

Artikel Lainnya: Coba New Normal dengan Bekerja dari Kantor Lagi, Ini Kata Psikolog

3 dari 5 halaman

Muncul Larangan Sekolah dan Hajatan di Solo

Tidak hanya beberapa tempat keramaian saja yang ditutup, Pemerintah Kota Solo pun mengimbau larangan keramaian sekolah tatap muka dan hajatan.

Anggota Tim Gugus Tugas Solo, Ahyani mengakui dua hal itu akan dilarang sampai keadaan kota kelahiran Presiden Joko Widodo membaik. 

Larangan ini juga sebagai bagian pencegahan kasus penyebaran yang semakin meluas. 

Menurut dr. Devia Irine, melarang kedua hal ini adalah keputusan yang tepat diambil oleh Pemkot Solo.

4 dari 5 halaman

Agar Tak Dilabeli Zona Hitam, Ini yang Harus Dilakukan

Ini akan menjadi pekerjaan berat bagi Pemkot Solo untuk segera mengubah status dari zona hitam menjadi zona lebih aman. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan jajaran pemerintahan setempat.

Menurut dr. Devia Irine, salah satu yang bisa dilakukan adalah memperketat aturan PSBB di Solo. Jangan biarkan orang berkerumun di tempat-tempat yang ramai. 

Satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah tetap memperingatkan masyarakat pentingnya protokol kesehatan. Terlebih, sudah banyak yang mengabaikan protokol kesehatan semenjak new normal digaungkan.

"Iya, memang harus diperketat lagi aturan PSBB, mengingat transmisi semakin meluas dan banyak korbannya," kata dr. Devia Irine.

"Terlebih, sejak aturan new normal, banyak sekali orang-orang berjualan atau berkerumun di pasar, tempat-tempat umum seperti mall tanpa peduli protokol kesehatan," sambungnya.

Kasus Solo yang masuk zona hitam harus menjadi perhatian daerah lain. Jangan biarkan PSSB dilanggar, jangan biarkan orang berkerumun tanpa protokol kesehatan yang ketat.

Untuk mencegah penyebaran virus corona lebih meluas di Indonesia, KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB dengan memberikan informasi akurat soal COVID-19. 

Anda juga bisa bertanya langsung dengan dokter seputar coronavirus lewat fitur LiveChat  di aplikasi KlikDokter. Untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini. 

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar