Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cinta Kuya Mengalami Pelecehan Seksual, Bagaimana Reaksi Ortu?

Cinta Kuya Mengalami Pelecehan Seksual, Bagaimana Reaksi Ortu?

Cinta Kuya mengalami pelecehan seksual di media sosial. Kalau sudah begini, bagaimana reaksi orang tua yang tepat?

Orang tua mana yang mau melihat anak perempuannya mengalami pelecehan seksual? Perasaannya pasti hancur sekali. Kejadian ini sedang dialami oleh selebriti Uya Kuya.

Beberapa waktu lalu, anak sulung Uya yang bernama Cinta, mengalami pelecehan seksual di media sosial. Bagi para orang tua, bagaimana harus bereaksi kalau anak mendapatkan pelecehan seksual?

Cinta Kuya Harus Hadapi Pelecehan Seksual di Media Sosial

Cinta Kuya mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan di media sosial. Berawal dari cuitan bernada seksis dari akun Twitter @sukasamaartis. "Masih kecil tapi udah gede," kicau akun @sukasamaartis.

Cinta Kuya merasa risih dengan kicauan dari akun tersebut. Ia langsung meminta tolong kepada pengikutnya untuk melaporkan akun tersebut. Belakangan, akun @sukasamaartis terlihat sudah tak aktif lagi.

"Bisakah kalian tolong laporkan akun itu sehingga tidak ada korban lain? Saya benar-benar sedih lihat isi akun itu. Saya benar-benar tidak sanggup berkata-kata," kicau Cinta Kuya di Twitter-nya dalam bahasa Inggris.

Kekesalan Cinta Kuya tampaknya benar-benar sudah memuncak. Efeknya, ia mengaku sudah kehilangan kepercayaan diri. Lalu, ia juga mengaku takut untuk memberitahukan masalah pelecehan seksual ini kepada orang tuanya.

1 dari 3 halaman

Apa Efek Pelecehan Seksual di Sosmed Lebih Parah dari Kehidupan Nyata?

Pelecehan seksual memang bisa terjadi di dunia maya dan nyata. Di dunia maya, pelaku berharap tidak ketahuan karena kerap melakukan pelecehan berlindung di balik akun anonim.

Nah, kalau Anda merasa pelecehan di media sosial tidak terlalu berpengaruh pada psikis korban, Anda salah besar. Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, dampak anak yang mengalami pelecehan seksual di dunia nyata dan maya sama pengaruhnya.

"Sebenarnya pelecehan di dunia nyata atau sosmed, punya efek yang tidak jauh beda. Karena, kan, menyerang individunya secara langsung, ya, itu. Dampaknya tentu sama-sama bikin traumatis bagi korbannya," ungkap Ikhsan Bella Persada.

Jadi, jangan berpikir bahwa pelecehan di media sosial tidak berpengaruh pada korbannya. Itu tetap meninggalkan trauma sendiri bagi korban yang terkena, meski awalnya karena bercanda.

Artikel Lainnya: Mengapa Korban Pelecehan Seksual Cenderung Diam?

Saat Tahu Anak Dilecehkan, Apa Boleh Langsung Marah?

Orang tua pasti sangat marah ketika tahu anak tercintanya terkena masalah pelecehan seksual.

Ini adalah hal yang sangat wajar, mengingat tidak ada satu pun orang tua di dunia yang mau anaknya dilecehkan.

Namun, Ikhsan menjelaskan, hal paling utama yang bisa kita lakukan adalah mendampingi mereka ketika anak mengalami pelecehan seksual. Sebab, anak membutuhkan rasa aman ketika baru mendapatkan kejadian traumatis tersebut.

"Tentunya kita merasa kesal dan marah banget, kan, tapi paling utama itu kita mendampingi anak kita dulu. Temani dia, karena anak yang mengalami itu membutuhkan rasa aman dari rasa ketidaknyamanan yang sedang dia rasakan," ujar Ikhsan saat diwawancarai.

Kemarahan adalah hal yang wajar ketika tahu anak dilecehkan secara seksual. Akan tetapi, tetap berkepala dingin adalah hal utama. Mendampingi anak Anda lebih penting daripada melampiaskan emosi Anda.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Menenangkan Emosi Akibat Berita Pelecehan Anak?

Apabila emosi karena mendengar beritanya, sebaiknya tahan dulu dan dinginkan kepala. Kita fokus saja dulu pada masalah psikis anak yang menjadi korban pelecehan seksual.

Anda bisa berbicara dari hati ke hati atau mendengar keluh kesahnya untuk membuat anak dan diri Anda sendiri lebih tenang.

"Katakan pada anak kita bahwa kita akan berusaha untuk menjaganya dan terus menemaninya. Katakan juga kita bersedia untuk mendengarkan apa yang anak rasakan," jelas Ikhsan.

Satu hal yang penting juga perlu diingat, ketika emosi, jangan menyalahkan anak kita. Jika emosi dan ingin marah, jangan sampai melakukannya di depan anak kita.

"Jangan sampai kita ikut menyalahkan anak kita nantinya. Jika ingin marah sama pelakunya, coba tidak di depan anak kita," jelas Ikhsan.

Artikel Lainnya: Kiat Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Ortu Mau Buat Anak Nyaman Setelah Pelecehan yang Dialami? Lakukan Ini

Salah satu hal yang perlu dilakukan orang tua adalah membuat anak kembali nyaman usai mendapatkan pelecehan seksual.

Cara utamanya adalah memperhatikan lingkungan anak, apa yang mereka tonton, media sosial apa saja yang mereka punya.

"Untuk para orang tua, mulai cobalah untuk memperhatikan lingkungan anaknya, baik teman, guru, ataupun media yang ia tonton, ini agar si anak tenang dulu dan tidak terpicu lagi dengan pengalaman traumatiknya," kata Ikhsan.

Selain itu, penting juga untuk mulai memberikan edukasi seksual kepada anak. Ini memang tidak mudah, tapi harus dilakukan. Jelaskan apa saja yang masuk dalam kategori pelecehan seksual.

"Terus, bisa lakukan edukasi seksual kepada anak setelahnya. Apa saja bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak, dan kira-kira jenis jenis perilaku apa yang sudah termasuk dalam pelecehan seksual," pungkasnya.

Apa yang dialami oleh Cinta Kuya sangat mungkin terjadi pada anak Anda, apalagi kalau mereka memiliki media sosial.

Jaga dan awasi anak Anda, perhatian apa yang mereka tonton, apa yang mereka lakukan, supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi trauma pelecehan seksual, orang tua bisa konsultasi ke psikiater atau psikolog. Untuk lebih praktisnya, Anda juga bisa konsultasi langsung dengan psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar