Sukses

Tunjukkan Gejala, Presiden Brasil Positif COVID-19!

Sempat remehkan infeksi virus corona meski kasus di negaranya tertinggi nomor dua, Presiden Brasil Jair Bolsonaro dikabarkan positif terinfeksi COVID-19.

Sempat dianggap oleh masyarakatnya sendiri dan warga dunia sebagai orang yang meremehkan kasus virus corona, Jair Bolsonaro ternyata kini positif terinfeksi virus corona.

Saat mengumumkannya di hadapan para reporter, Presiden Brasil itu justru membuka maskernya sambil mengatakan bahwa ia dalam keadaan yang baik-baik saja.

Presiden Bolsonaro Umumkan Dirinya Terinfeksi Virus Corona

Pandemi COVID-19 atau yang sering disebut sebagai pandemi corona telah membuat lebih dari 1,6 juta warga Brasil terinfeksi virus tersebut. Korban meninggalnya pun tak sedikit, yaitu lebih dari 66.000 jiwa.

Meski negaranya memiliki kasus yang tinggi, pada kenyataannya Bolsonaro tetap santai menanggapi hal tersebut. Pasalnya, meski positif COVID-19, ia hanya memiliki gejala virus corona ringan.

“Saya baik-baik saja, saya normal. Saya bahkan bisa berjalan-jalan, tetapi saya tidak melakukannya karena rekomendasi medis,” kata Bolsonaro.

Tak cuma itu, presiden Brasil tersebut juga mengungkapkan bahwa ia telah menggunakan hydroxychloroquine, obat antimalaria yang disebut-sebut bisa meringankan gejala COVID-19 khususnya pada pasien kondisi kritis.

Karena, setelah di-rontgen, paru-parunya bersih. Bolsonaro pun merasa COVID-19 bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan berlebih.

Artikel Lainnya: Kandungan Minyak Kayu Putih Berpotensi Jadi Obat Virus Corona

1 dari 3 halaman

Gejala Virus Corona Dirasakan sejak Minggu sesudah Kumpul-kumpul

Sebelum melakukan rontgen paru-paru pada Senin (6/7), di hari sebelumnya yaitu Minggu (5/7), Bolsonaro merasakan demam, nyeri otot, dan malaise (rasa tidak enak badan, seperti lelah, kehilangan minat, dan lain-lain).

Pada Selasa (7/7), demam yang dialami pria berusia 65 tahun itu mereda setelah minum obat antimalaria yang telah disebutkan di atas.

Meski tak ada gejala batuk-batuk ataupun sesak napas, tetapi demam dan nyeri otot merupakan tanda bahwa ada infeksi virus di dalam tubuh.

Sebelum ia merasakan gejala virus corona, presiden Brasil itu menghadiri acara makan siang pada Sabtu (4/7), yang diselenggarakan oleh duta besar Amerika Serikat di Brasil untuk merayakan liburan 4th of July. Nah, tak ada satu pun dari mereka yang memakai masker.

Duta besar Amerika Serikat untuk Brasil dikhawatirkan juga tertular virus corona. Karena itulah ia juga akan dites. Namun, pihak kedutaan memberi penjelasan bahwa hingga saat ini ia tidak merasakan gejala apa pun.

2 dari 3 halaman

Bolsonaro Sering Remehkan Penyebaran Virus Corona

Sebagai pemimpin negara, Bolsonaro menganggap ia memang harus berjabat tangan dan bergaul dengan banyak orang tanpa masker (sebagai bentuk menghargai orang yang berhadapan dengannya).

Dulu ia pernah menjadi seorang atlet, sehingga ia yakin daya tahan tubuhnya yang baik bisa menangkal efek buruk dari virus corona.

Agar tidak menyebarkan ketakutan berlebih di negaranya, presiden Brasil itu pun bahkan sempat mengatakan COVID-19 sebagai “flu kecil”.

Artikel Lainnya: Pengalaman Mengecek Virus Corona secara Pribadi

Bolsonaro pun juga yakin dan berkali-kali berkata kalau tidak punya cara pencegahan 70% masyarakat Brazil dari infeksi virus corona.

Kebijakan pemerintah daerah untuk lockdown dan menutup aktivitas perdagangan dan ekonomi justru mendatangkan masalah baru dibanding membiarkan COVID-19.

Selasa kemarin, Bolsonaro memberi pernyataan yang cukup kontroversial. "Anda tidak bisa hanya berbicara tentang konsekuensi virus dan khawatir terus. Hidup terus berjalan. Brasil perlu berproduksi. Anda perlu meningkatkan ekonomi," katanya.

Dengan sikap yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin negara Brasil, apakah tenaga medis tidak takut bahwa itu akan ditiru oleh masyarakat dunia (cuek dengan COVID-19)?

Menjawab pertanyaan tersebut, begini penjelasan dr. Alvin Nursalim, Sp. PD kepada KlikDokter.

“Setiap orang yang sudah terinfeksi COVID-19 harus waspada. Mungkin, karena kita sudah berbulan-bulan dalam pandemi, jadi sense kewaspadaan mulai menurun. Tapi ingat, pandemi corona di Brasil maupun di negara lain belum selesai,” jelasnya.

Kita memang tidak bisa memaksakan perilaku seseorang. Setiap orang pasti memiliki alasannya masing-masing terhadap tindakannya.

Namun, tindakan yang benar saat ini adalah tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Produktivitas dalam hal ekonomi memang harus dilakukan agar kondisi suatu negara tidak terpuruk. Namun, bukan berarti kesehatan dan keselamatan warga dipertaruhkan.

Seimbangkan keduanya, produktif dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Masih memiliki dan penasaran soal COVID-19 atau punya permasalahan kesehatan lainnya? Anda bisa gunakan LiveChat 24 jam untuk konsultasi dengan dokter secara langsung. Untuk memeriksa kondisi pribadi, Anda bisa coba tes coronavirus online, rapid test, dan PCR dari KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar