Sukses

COVID-19 Belum Tentu Berasal dari Tiongkok?

Sejak awal, diumumkan bahwa COVID-19 berasal dari Wuhan, Tiongkok. Tapi, benarkah sudah pasti virus ini berasal dari Negeri Tirai Bambu?

Sejak awal kemunculan virus corona, Tiongkok diyakini sebagai negara pertama yang mengumumkan terkena masalah virus ini. Apalagi awal kedatangan COVID-19 adalah dari Wuhan. Tapi, apa virus corona sudah pasti dari Tiongkok atau sebenarnya dari negara lain?

Pentingnya Mengetahui Lokasi Sumber Virus Corona

Tiongkok tampaknya tidak mau disalahkan sebagai negara penyebar pertama virus corona. Pejabat dan pakar kesehatan Tiongkok bersikeras bahwa penyelidikan apa pun tentang asal usul pandemi coronavirus harus dilakukan kepada seluruh negara. Mereka pun merujuk Spanyol untuk diperiksa juga.

Pernyataan itu muncul beberapa pekan sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengungkapkan hasil penelusuran mereka terkait negara pertama penyebar virus corona.

"Mengetahui sumber virus sangat, sangat penting. Kita bisa melawan virus dengan lebih baik ketika kita tahu segalanya tentang virus, termasuk bagaimana virus itu dimulai," ujar Direktur Jenderal WHO, dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari Telegraph UK.

Dalam hal ini, pemerintah Tiongkok mencoba untuk mempertahankan keyakinan mereka. Negeri Tirai Bambu berharap semua negara diperiksa dalam kapasitas penyebaran COVID-19.

"Tidak masalah dari negara mana pekerjaan identifikasi ilmiah dimulai, asalkan melibatkan semua negara terkait dan dilakukan dengan adil," kata Zeng Guang, Kepala Ahli Epidemiologi untuk Chinese Center for Disease Control and Prevention.

Artikel lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

1 dari 3 halaman

Mengapa Tiongkok Juga Minta Spanyol Diperiksa?

Wang Guangfa, seorang penasihat kesehatan pemerintah Tiongkok, mengatakan bahwa Spanyol perlu diperiksa.

Bukan tanpa alasan Guangfa menyebut Negeri Matador itu. Karena, para peneliti di Barcelona yang mengatakan bahwa mereka mendeteksi keberadaan COVID-19 dalam sampel air limbah di negara itu pada Maret tahun lalu, 9 bulan sebelum wabah pertama kali dilaporkan di Wuhan.

Para peneliti di University of Barcelona mengumumkan temuan mereka secara online pada 13 Juni lalu. Sebagian besar laporan mereka menggambarkan penelitian tentang pengolahan air limbah dari awal 2020. Penelitian ini mendapat perhatian lebih ketika universitas mengeluarkan rilis berita.

Selama berbulan-bulan, para ilmuwan telah berjuang untuk mengumpulkan petunjuk tentang asal usul virus corona baru. Laporan resmi paling awal datang dari kota Wuhan di Tiongkok pada Desember 2019.

Para peneliti kemudian mempelajari mutasi yang muncul dalam sampel virus corona yang dikumpulkan dari seluruh dunia sejak saat itu. Ilmuwan memperkirakan berdasarkan temuan mereka, bahwa sampel tersebut memiliki "induk" yang sama seperti yang berasal dari akhir 2019.

Namun, pemeriksaan WHO terkait asal usul virus corona menjadi perdebatan di antara para ilmuwan. Para ilmuwan independen sangat skeptis terhadap penelitian ini. Mereka menyebut penelitian ini “cacat” dan bertentangan dengan bukti kuat bahwa virus pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir 2019.

Meski begitu, tidak sedikit para ahli yang setuju bahwa mengetahui dari mana asal virus itu penting untuk mencegah wabah di masa depan. Oleh karena itu, WHO akan terus melanjutkan penelitian.

Artikel lainnya: Panduan Naik Transportasi Umum saat New Normal

2 dari 3 halaman

Negara Tertentu Saja atau Semua Negara Harus Diperiksa?

Soal ini, pendapat para ilmuwan masih terpecah. Memang, pro dan kontra adalah hal yang biasa terkait pandemi seperti ini. Akan tetapi, kalau mau ideal, memang seharusnya semua negara diperiksa.

"Kalau menurut saya, idealnya semua negara diperiksa, ya. Mengingat Tiongkok, kan, perdagangannya luas, jadi kontak dengan banyak negara lainnya," ujar dr. Devia Irine Putri saat dihubungi KlikDokter.

Meski begitu, dr. Devia menyebut bahwa kalau ingin mengecek semua negara, pasti butuh biaya yang sangat besar dan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, ia menyarankan semua pihak sebaiknya fokus menghadapi pandemi ini saja.

Semuanya harus bersatu untuk bisa menyelesaikan ancaman virus corona yang mematikan. Paling utama adalah berusaha menemukan vaksin dari COVID-19 supaya semuanya bisa kembali normal.

"Menurut saya, sekarang semuanya harus fokus menghadapi pandemi ini. Jangan sampai fokus cari awalnya virus ini saja," saran dr. Devia.

Pemeriksaan yang sedang dilakukan WHO memang berguna untuk mengetahui dari mana awalnya virus corona berasal. Tapi, jangan sampai kita semua lupa untuk berjuang menghadapi pandemi ini. Penemuan vaksin dirasa lebih penting dan mendesak.

Jaga kesehatan Anda dan berkonsultasilah dengan dokter via Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Bila perlu, gunakan tes coronavirus online, rapid test, dan PCR dari KlikDokter untuk memastikan kondisi pribadi.

(FR)

0 Komentar

Belum ada komentar