Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 3 Perusahaan di Semarang Jadi Klaster Baru Penyebaran COVID-19

3 Perusahaan di Semarang Jadi Klaster Baru Penyebaran COVID-19

Ada 3 perusahaan di Semarang menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Disinyalir, karyawan ketiga kantor itu tidak menerapkan PHBS yang baik.

Semarang menjadi kota dengan kasus positif COVID-19 terbanyak di Jawa Tengah. Total, per hari ini (6/7), ada 718 kasus positif virus corona di Semarang. Jumlah ini pun bisa bertambah dengan adanya kabar 3 perusahaan di Kota Lumpia yang ditetapkan menjadi klaster baru virus corona.

3 Perusahaan di Semarang jadi Klaster Baru Virus Corona

Kasus positif COVID-19 di Semarang memang tergolong tinggi. Wajar, kalau kota ini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Bahkan, sekarang, ada klaster penyebaran COVID-19 baru yang berasal dari 3 perusahaan di kota Semarang.

Temuan klaster perusahaan baru ini membuat kasus positif virus corona di Semarang melonjak drastis. Dilansir dari Kompas, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam tidak merinci perusahaan apa saja yang dimaksud.

Hakam menjelaskan, berdasarkan hasil swab test, di perusahaan A ada 47 orang yang positif, di perusahaan B ada 24 orang, sementara perusahaan C paling banyak, yakni 100-an orang.

Setelah ditelusuri lebih lanjut penyebabnya, ternyata tiga perusahaan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Hakam juga mengatakan, penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di tiga perusahan tersebut kurang memadai.

Ada  kemungkinan, PHBS karyawan  tidak berjalan dengan baik saat jam istirahat, salat, dan makan bersama. Alhasil, penularan COVID-19 di tiga perusahaan tersebut pun terjadi.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan meminta banyak pihak berkaca dari kasus ini. Semua harus mengevaluasi diri dan meminta protokol kesehatan tidak disepelekan.

Artikel Lainnya: Bekerja saat Pandemi Virus Corona, Ini Panduan New Normal Kemenkes RI

1 dari 3 halaman

Perlukah Aktivitas Ngantor Ditiadakan untuk Cegah COVID-19?

Melihat dari kasus di atas, bekerja di kantor dengan banyak orang memang masih sangat berisiko. Pertemuan orang menjadi salah satu penyebab penyebaran COVID-19 semakin menjadi-jadi.

Lalu, haruskah aktivitas ngantor ditiadakan? Menurut dr. Devia Irine Putri, kalau kasus semakin bertambah banyak, apalagi sudah ada klaster perusahaan memang sebaiknya tidak ke kantor dulu.

"Mengingat jumlah kasus di Jateng, khususnya Semarang, semakin bertambah, sebaiknya memang tidak bekerja di kantor sementara waktu dulu," ujar dr. Devia Irine saat dihubungi KlikDokter.

"Tapi, jika memang harus masuk karena suatu hal misalnya mendadak harus cek sesuatu di kantor, sebaiknya dibuatkan jadwal, dibatasi jumlah orang yang boleh masuk, skrining kesehatan, diterapkan PHBS yang baik. Intinya adalah benar-benar mengikuti protokol kesehatan," saran dr. Devia Irine.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat membantu semua pihak terjaga dari virus corona. Sehingga ini memang benar-benar tidak boleh disepelekan begitu saja.

Artikel Lainnya: Coba New Normal dengan Bekerja dari Kantor Lagi, Ini Kata Psikolog

2 dari 3 halaman

Tips Cegah COVID-19 Jika Terpaksa Harus Bekerja di Kantor

Jika Anda salah satu orang yang harus bekerja di kantor, Anda harus tahu tips mencegah COVID-19 di tempat kerja. Ini cara mencegah penularan virus corona dari sisi karyawan, menurut dr. Devia Irine:

  1. Selalu pakai masker di dalam atau luar kantor.
  2. Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau pakai hand sanitizer. Cuci tangan wajib dilakukan, terutama setelah menyentuh benda-benda yang digunakan bersama, misalnya setelah memencet tombol lift.
  3. Bersihkan meja dan kursi kerja secara berkala (minimal saat datang bekerja dan pulang bekerja).
  4. Jaga jarak dengan orang lain saat duduk di meja kerja atau saat beraktivitas di dalam kantor.
  5. Perhatikan makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh. Harus cukup dan bergizi. Sebisa mungkin bawa bekal atau peralatan makan dari rumah. Selain lebih terjaga kebersihannya, itu juga lebih hemat.
  6. Bawa baju ganti, terutama jika naik transportasi umum. Sebelum masuk ke dalam ruangan kerja sebaiknya sudah ganti baju dahulu. Sebab, kita tidak tahu ada virus atau tidak yang menempel di baju. Jadi, sebaiknya baju gantinya juga disimpan di tas kecil.

Sementara itu, dari sisi perusahaan, berikut cara mencegah COVID-19 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

  • Sediakan botol cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di tempat-tempat yang mudah dijangkau di sekitar kantor. Ingat, cairan hand sanitizer harus diisi ulang secara teratur.
  • Pajang poster yang mempromosikan gerakan cuci tangan dan menjaga kebersihan diri.
  • Pastikan bahwa semua karyawan dan tamu punya akses ke tempat seperti toilet agar mereka mencuci tangan dengan sabun dan air.
  • Karyawan dengan kondisi batuk atau demam (lebih dari 37,3 Celcius atau lebih) tidak diperbolehkan masuk kantor. Mereka dapat izin atau bekerja dari rumah.
  • Karyawan usia rentan COVID-19 (usia 60 tahun ke atas) dan yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, penyakit imun, dan penyakit jantung, tidak disarankan ke kantor.
  • Semprot meja, kursi, dan benda kantor lain yang digunakan bersama dengan desinfektan secara berkala.

Kasus baru di Semarang yang berasal dari perkantoran atau perusahaan setidaknya membuka mata bahwa kantor memang masih menjadi pusat penyebaran COVID-19. Lakukan beberapa langkah pencegahan di atas.

KlikDokter telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Untuk tahu lebih lanjut seputar virus corona gunakan fitur Live Chat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI)

0 Komentar

Belum ada komentar