Sukses

Waspada, Virus Corona Bisa Membuat Kerusakan Otak!

Kita harus benar-benar waspada dengan bahaya virus corona. Menurut penelitian terbaru, COVID-19 bisa membuat kerusakan pada otak.

Anda tentunya sudah familiar dengan gejala virus corona yang umum, misal sesak napas dan batuk. Tetapi, COVID-19 juga bisa menyebabkan gejala neurologis. Ternyata, virus ini juga dapat membuat otak penderitanya rusak.

4 Anak Alami Kerusakan Otak Akibat COVID-19

Terkait kerusakan otak ini, sebelumnya peneliti sudah melakukan studi. Dalam sebuah penelitian dalam Journal of American Medical Association, peneliti memeriksa 27 anak yang terkena COVID-19 sekaligus  pediatric multisystem inflammatory syndrome (PMIS). 

Penelitian memeriksa anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit Anak Great Ormond Street di London, Inggris. Mereka menemukan, dari 27 pasien, ada 4 yang mengalami gejala neurologis baru.

Gejala dari gangguan neurologis yang dimaksud adalah gangguan fungsi otak, sakit kepala, masalah batang otak dan serebelar, kelemahan otot, dan berkurangnya refleks. Akhirnya, keempat pasien itu memerlukan unit perawatan intensif.

Meskipun penelitian ini skalanya kecil, para peneliti mengatakan hasilnya menunjukkan bahwa virus corona bisa juga menyebabkan kerusakan neurologis pada anak-anak, bukan hanya orang dewasa. Bahkan, tanpa gejala pernapasan yang menjadi indikator ciri khas COVID-19.

Para peneliti mengamati perubahan sinyal splenium di area corpus callosum otak, atau lesi pada otak, pada 4 pasien. 

Mereka mengatakan walaupun temuan ini tidak spesifik untuk SARS-CoV-2, dokter harus mempertimbangkan virus ketika mendiagnosis anak-anak yang memiliki gejala neurologis baru.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Kerusakan Otak Juga Dialami Pasien Lansia COVID-19

Nyatanya, orang dewasa pun bisa terkena masalah neurologis akibat virus corona. Ini juga terjadi pada pria berusia 64 tahun di Inggris.

Pria bernama Paul Mylrea mengaku sulit membayangkan terkena stroke dua kali dan keduanya disebabkan oleh virus corona. Sampai saat ini, walau sudah berbicara dengan fasih, ia masih mengalami kelemahan di tubuh bagian kanan.

Stroke pertamanya terjadi saat ia dirawat di rumah sakit tempat ia bekerja, Universitas Cambridge. 

Beberapa hari kemudian, ia menderita stroke kedua, bahkan lebih parah dan segera dipindahkan ke National Hospital for Neurology and Neurosurgery (NHNN), London.

Tes menunjukkan Paul memiliki tingkat penanda yang sangat tinggi untuk jumlah pembekuan dalam darah, yang dikenal sebagai D-dimer

Biasanya, ini kurang dari 300, dan pada pasien stroke dapat meningkat menjadi 1.000. Level Paul lebih dari 80.000.

Stroke menandakan bahwa ada masalah pada otak Paul. Ini menunjukkan betapa kejinya virus corona kalau sudah menyerang organ yang lain. 

Jadi, jangan sampai pemahaman Anda soal virus corona hanya sampai sekadar batuk atau sesak napas saja, ya.

Artikel Lainnya: Tak Hanya Paru, Virus Corona Bisa Rusak Jantung, Hati, dan Ginjal!

2 dari 4 halaman

Ditemukan 3 Tahapan Kerusakan Otak pada Pasien COVID-19

Dalam sebuah review, ditemukan bahwa virus corona bisa menyebabkan kerusakan sel otak dalam tiga tahap, yaitu:

  1. Kerusakan virus sebatas di sel epitel mulut dan hidung. Menurut dr. Devia Irine Putri, pada tahap ini mulai ada gangguan, misalnya tidak bisa mencium atau merasakan sesuatu. Di sini badai sitokin mulai muncul.
  1. Karena munculnya badai sitokin pada tahap pertama tadi, maka respons peradangan banyak terjadi. Salah satunya di pembuluh darah yang menyebabkan terbentuknya blood clot kecil-kecil. 

Nah, blood clot kecil-kecil ini menempel di pembuluh darah. Kalau misalnya terlepas, ini bisa menyumbat ke organ jantung [jadi serangan jantung], paru [emboli paru], atau ke otak [jadi stroke]," ungkap dr. Devia.

  1. Respons peradangan semakin hebat dan meluas hingga blood brain barrier (BBB). BBB atau sawar otak ini adalah pembatas atau sekat antara cairan serebrospinal (cairan otak dan sumsum tulang belakang) dan pembuluh darah. 

Kalau terjadi reaksi peradangan atau infeksinya sampai menembus sawar otak, maka bisa terjadi kerusakan sel-sel otak lebih lanjut. 

Menurut dr. Devia, jadi tidak heran kalau tampak manifestasi ensefalitis (kejang-kejang hingga penurunan kesadaran).

3 dari 4 halaman

COVID-19 Bisa Merusak Sejumlah Organ Tubuh!

Jangka panjang dari COVID-19 menurut berbagai penelitian medis akhirnya bisa merusak organ tubuh lainnya. 

Sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa kerusakan yang bisa terjadi akibat terserang virus corona.

Hal ini juga dibenarkan oleh dr. Devia. Menurutnya, seiring perkembangannya, sudah mulai banyak ditemukan bahwa virus corona bisa merusak organ tubuh lainnya.

Melihat paparan di atas, sekarang mari sejenak pikirkan betapa berbahayanya virus corona ini. Menjaga diri untuk sekarang ini lebih penting dibanding segalanya.

Anda bisa pakai tes coronavirus online dan rapid test dari KlikDokter untuk memeriksa gejala. Bila ingin konsultasi dengan dokter, pakai fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar