Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Digugat Warganya, Presiden Brazil Wajib Pakai Masker di Tempat Umum

Digugat Warganya, Presiden Brazil Wajib Pakai Masker di Tempat Umum

Karena tak pakai masker dan kerap langgar protokol kesehatan di tengah pandemi corona, Presiden Jair Bolsonaro diprotes warganya.

Kini kasus positif virus corona di dunia sudah mencapai angka 9 juta lebih. Data dari Johns Hopkins menunjukkan Amerika Serikat jadi negara paling banyak kasus yaitu 2,3 juta, dan di posisi kedua ada Brazil dengan 1,1 juta kasus positif virus corona. 

Melihat angka yang tinggi, Brazil memang jadi negara yang rawan penyebaran virus corona di dunia. 

Kondisi ini diperparah dengan sikap Presiden Brazil yang justru banyak melanggar protokol kesehatan. 

Bahkan, saking seringnya melanggar protokol kesehatan, Presiden Brazil sampai ditegur oleh warganya sendiri. 

1 dari 5 halaman

Presiden Brazil Sering Langgar Protokol Kesehatan COVID-19

Jair Bolsonaro, Presiden Brazil saat ini mendapatkan teguran atas sikapnya yang sering melanggar aturan kesehatan virus corona. 

Melansir BBC, seorang hakim di Brazil telah menegur Bolsonaro karena tidak menggunakan masker saat berada di tengah masyarakat Ibu kota Brasilia dan distrik federal lainnya. 

Hal ini pun membuat Bolsonaro disindir dan dianggap meremehkan virus corona yang sudah menyebar ke lebih dari 1 juta penduduk Brazil. Bahkan, wabah ini telah merenggut lebih dari 50.000 jiwa di negara itu.

Terlepas dari angka-angka tinggi ini, Presiden Bolsonaro dikabarkan beberapa kali tampil di depan umum tanpa masker ketika menyapa pendukungnya. 

Bahkan, pada satu rapat umum, terlihat dirinya batuk sembarangan. Tidak melakukan etika batuk yang menutupi mulutnya. 

Presiden Brazil ini terlihat bersin sambil menutupi mulut dengan kedua tangannya. Lalu, tanpa dibersihkan, Bolsonoro langsung menjabat tangan seorang wanita tua. 

Tentunya, hal tersebut tidak sesuai dengan aturan resmi dari Gubernur Distrik Federal, Ibaneis Rocha. 

Dalam aturan tersebut, setiap orang diharuskan menggunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut saat sedang berada di tempat umum.

Pada 11 Mei lalu, aturan ini pun semakin diperketat akibat angka kasus virus corona yang semakin tinggi. 

Jika ada warga yang tidak mematuhi aturan tersebut, maka akan didenda sebesar 2.000 real atau kurang lebih setara dengan 5 juta rupiah. 

Artikel Lainnya: Pemerintah Sarankan Pakai Masker Kain, Efektifkah Hadapi Virus Corona?

2 dari 5 halaman

Bolsonaro Dapat Hukuman Akibat Tidak Pakai Masker

Melansir The Guardian, tingkah Presiden Bolsonaro banyak memicu kemarahan warganya. 

Menurut Renato Coelho Borelli, salah seorang hakim lainnya, seorang pemimpin negara harus menaati langkah yang diperlukan untuk pencegahan penularan COVID-19. Baik untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Bahkan dalam sumpah jabatan, seorang presiden bersumpah untuk menegakkan, membela, dan mematuhi hukum, serta mempromosikan kesejahteraan rakyat Brazil. 

Dengan kata lain, presiden secara konstitusional diwajibkan untuk mengikuti undang-undang negara. Bahkan wajib melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Hakim federal Renato Borelli memutuskan Bolsonaro dikenai denda 2.000 real per hari bila ia terus melanggar peraturan daerah di distrik federal yang dimaksudkan untuk memperlambat pandemi.

Pengacara umum Brazil yang berpendapat soal kepentingan hukum pemerintah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang mempelajari cara untuk membalikkan keputusan.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan siapa pun yang melanggar aturan terkait pandemi virus corona (yang sudah ditetapkan negara tersebut), wajib mendapatkan hukuman yang sudah ditetapkan. 

“Jika memang harus membayar denda, maka siapa pun itu tetap harus membayar denda. Jika harus masuk penjara, maka hal ini juga harus dilakukan bagi yang sudah melanggar, termasuk sang presiden. 

Karena, sikap Presiden Brazil ini bisa jadi sumber penularan untuk orang lain. Terlebih lagi, ia adalah seorang kepala negara yang pasti akan bertemu banyak orang,” ujar dr. Devia. 

Artikel Lainnya: Lebih Baik Olahraga Pakai Masker atau Tidak, Ini Anjuran yang Tepat!

3 dari 5 halaman

Presiden Brazil Menentang Ahli Kesehatan dan WHO

WHO tidak ada habisnya mengingatkan warganya untuk menggunakan masker saat keluar rumah. 

Bahkan, WHO sudah meminta setiap pemerintah negara untuk kembali menegaskan warganya agar menggunakan masker. 

Dalam pedoman WHO, masker direkomendasikan untuk digunakan sebagai perlengkapan yang membantu mengurangi penyebaran COVID-19.

Selain itu, pedoman WHO juga meliputi jarak fisik, cuci tangan yang sering, orang-orang yang sakit isolasi sendiri di rumah, kasus yang diduga sedang diuji, dan kontak mereka dilacak.

Sayangnya, Pemerintahan Brazil justru menentang keras aturan dan pedoman yang diberikan WHO. Bahkan, Bolsonaro mengancam akan menarik Brazil dari WHO. 

Bolsonaro menggandakan serangannya terhadap organisasi baru-baru ini, setelah ia menuduhnya berusaha mendorong Brazil menuju resesi ekonomi. 

“Pertama, mereka mengatakan bahwa orang tanpa gejala tidak dapat menularkan virus, kemudian mereka kembali merevisinya. Sepertinya, ada sesuatu yang lebih serius di balik itu semua. Mereka [WHO] ingin negara-negara bangkrut,” ujar Bolsonaro dalam konferensi pers, Rabu (24/6) lalu. 

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

4 dari 5 halaman

Total Kematian Amerika Latin Capai 100 Ribu

Kasus coronavirus yang dikonfirmasi secara global telah mencapai angka 9 juta, dengan hampir setengah juta kematian akibat COVID-19. 

Jumlah kematian regional Amerika Latin secara resmi melampaui 100.000 per Selasa (23/6). Di Brazil sendiri, angka kematian sudah mencapai 50.000 lebih. 

Jadi sorotan, banyak pihak yang menegaskan agar warga maupun Pemerintah Brazil tidak lagi meremehkan ancaman virus corona. 

Jika meremehkan, maka jumlah kematian di Amerika Latin termasuk di Brazil akan semakin tinggi, dan dipercaya bisa lampaui Amerika Serikat.

Pemerintah dan Figur Publik Harus Jadi Contoh

“Kalau pemerintahnya saja tidak mau mencontohkan hal yang baik, bagaimana masyarakatnya bisa taat? Kalau pemerintahnya cuek, warganya juga kebanyakan pasti cuek. 

Ini mengapa, peran pemerintah maupun public figure sangat penting. Ketika mereka bisa mencontohkan hal yang baik, pasti banyak pendukungnya yang juga akan mengikuti langkahnya,” kata dr. Devia. 

Untuk itu, dr. Devia menegaskan, baik itu pemerintah dalam negeri maupun luar negeri, semuanya wajib memberikan contoh yang baik, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, maupun menjaga jarak dengan orang lain guna memutus rantai penyebaran COVID-19. 

Sebagai masyarakat dunia, yuk, sama-sama menerapkan aturan kesehatan dengan benar agar penularan bisa ditekan.KlikDokter bersama BNPB dan Kementerian Kesehatan berperan aktif dalam mengurangi penyebaran virus corona di Indonesia

Konsultasikan gejala COVID-19 atau penyakit lainnya lewat Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gunakan cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter untuk bantu skrining gejala.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar