Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tampak Harmonis, Zumi Zola Digugat Cerai Istri Akibat Kurang Perhatian

Tampak Harmonis, Zumi Zola Digugat Cerai Istri Akibat Kurang Perhatian

Pesinetron sekaligus mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola, digugat cerai sang istri. Katanya, kurang perhatian jadi alasan istri Zumi Zola gugat suaminya. Benarkah?

Jagat tanah air kembali dihebohkan dengan gugatan cerai Sherrin Tharia, Istri dari Zumi Zola. Pesinetron sekaligus mantan Gubernur Jambi ini, digugat cerai istrinya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, sejak 25 Maret 2020 lalu. 

Dalam isi gugatan cerainya, Sherrin mengaku bahwa rumah tangganya sudah tidak harmonis lagi dan ia ingin berpisah dari Zumi Zola.

Kurang Perhatian Jadi Alasan Gugat Cerai 

Merangkum berbagai sumber, alasan gugatan cerai ini terjadi karena perselisihan antara Sherrin dan juga Zumi Zola. 

Selain itu, alasan Sherrin ingin bercerai juga karena kurang kasih sayang dan perhatian dari sang suami. 

Terlebih, Zumi Zola kini sedang mendekam di penjara akibat kasus korupsinya beberapa tahun lalu. 

Meski gugatan cerai sudah dilayangkan dari berbulan-bulan yang lalu, Zumi sendiri tidak mengetahui kabar buruk tersebut. 

Padahal, mengutip Liputan6, Handika, selaku Mantan Kuasa Hukum Zumi Zola, mengatakan bahwa hubungan kedua belah pihak selama ini baik-baik saja. Bahkan Sherrin juga sering menjenguk suaminya ke Lapas Sukamiskin.

Zumi Zola dan Sherrin menikah pada tahun 2012 lalu dan dikaruniai dua orang anak. 

1 dari 4 halaman

Ada Kemungkinan Istri Zumi Zola Merasa Ditinggalkan Secara Emosional

Sekarang ini, kesehatan seseorang tidak hanya harus dipenuhi secara fisik, tapi juga dari sisi emosional. 

Melihat alasan yang dilontarkan Sherrin Tharia, soal kurangnya kebutuhan emosional, itu sangat bisa menjadi penyebab ia menggugat cerai sang suami. 

Mengutip Good Therapy, kebutuhan fisik dan emosional manusia harus terpenuhi. Ketika tidak dipenuhi, maka akan menyebabkan ia merasa diabaikan dan itu memicu adanya trauma. 

Misalnya, ditinggal orang tua yang meninggal dunia, bisa menjadi peristiwa traumatis bagi seorang anak. 

Selain itu, pernah diancam, mengalami pelecehan, atau pernah berada di kondisi finansial rendah (kemiskinan) juga dapat menyebabkan trauma.

Namun, pada dasarnya, memiliki rasa takut akan ditinggal, merupakan kondisi yang wajar. Akan tetapi, jika sampai berlebihan, ini bisa menyebabkan masalah ke diri sendiri. 

Nantinya, perkembangan hidup dan kepribadian seseorang akan terpengaruh dari apa yang pernah ia alami, salah satunya ditinggalkan oleh yang lain. 

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog juga menjelaskan kepada KlikDokter, kebutuhan emosional setiap orang memang harus terpenuhi.

Terlebih jika sudah memutuskan untuk saling mencintai satu sama lain sampai maut memisahkan. 

“Alasan cerai karena tidak mendapatkan perhatian memang bisa saja terjadi. Tapi. kita kan tidak pernah tahu alasan sebenarnya di balik itu bagaimana? Ini bisa jadi karena ada permasalahan lain yang turut memengaruhi sang istri untuk bercerai. Namun, ya, kurang perhatian bisa jadi alasan utama atau hanya alasan pendukung dari masalah yang sebenarnya,” ungkap Ikhsan. 

Artikel Lainnya: Benarkah Perceraian Jadi Solusi Terbaik saat Hubungan Suami Istri Bermasalah?

2 dari 4 halaman

Setiap Manusia Punya Kebutuhan Emosional

Dalam sebuah hubungan, ada masa-masa di mana Anda merasa sendiri dan sepi. Biasanya dalam fase seperti ini, hubungan akan terasa berat dan tidak sedikit yang memilih untuk menyerah.

Meski demikian, masalah seperti ini sebenarnya masih bisa diselesaikan dengan baik, apabila keduanya sama-sama mau terbuka. 

Mengutip Psychology Today, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40 persen pasangan yang  menikah kadang (bahkan beberapa ada yang sering) merasa kesepian. 

Perlu diingat, Anda harus bisa membedakan kesepian sosial dan juga emosional. Menurut sebuah penelitian, ada kebutuhan emosional yang harus didapat seseorang:

  • Kebutuhan untuk didengar dan dipahami. 
  • Kebutuhan untuk didukung.
  • Kebutuhan untuk dihargai. 
  • Kebutuhan untuk diterima.
  • Kebutuhan untuk disayang.
  • Kebutuhan untuk dicintai.
  • Kebutuhan dalam persahabatan. 

Menanggapi hal ini, Ikhsan menjelaskan bahwa kebutuhan emosional yang disebutkan tadi memang sangat dibutuhkan dan penting untuk dimiliki setiap orang. 

Menurutnya, jika kebutuhan tersebut tidak dipenuhi, seseorang bisa merasa kesepian, merasa tidak dicintai, dan depresi

Artikel Lainnya: Jangan Katakan Ini pada Orang yang Akan Cerai

3 dari 4 halaman

Mengapa Rasa Ditinggalkan Secara Emosional Bisa Muncul?

Meski kebutuhan emosional setiap orang memang perlu dipenuhi, tapi ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi cukup atau tidaknya. Faktor tersebut antara lain seperti kematian, perceraian, putus cinta, dan sebagainya. 

Nah, ketika seseorang mengalami hal tersebut, rasa ditinggal secara emosional pasti akan terjadi. 

Apabila tidak diatasi, maka bisa menimbulkan masalah lainnya seperti depresi dan gangguan cemas. 

Selain karena faktor perceraian dan kematian orang tua, ada alasan lainnya mengapa seseorang bisa merasa ditinggal secara emosional, seperti berikut ini. 

  1. Kurangnya Komunikasi Antara Pasangan 

Baik antara pasangan atau kasus orang tua dan anak, komunikasi merupakan cara paling baik untuk membangun hubungan dengan sesama. Ketika komunikasi ini hilang, maka perasaan sendiri, sepi, dan ditinggal akan muncul.

  1. Kurang Menghabikan Waktu Bersama 

“Jika satu pasangan sudah malas atau enggan untuk menghabisi waktu bersama, tidak heran jika pasangan lainnya merasa kesepian dan merasa ditinggal secara emosional. Biasanya jika hubungan sudah sampai dalam tahap seperti ini, butuh bantuan pihak ketiga seperti psikolog untuk membantu menyelesaikan masalah,” kata Ikhsan 

  1. Punya Minat dan Tujuan yang Berbeda 

Jika sejak awal Anda sudah memiliki minat dan tujuan yang berbeda, merasa diabaikan, ditinggalkan, atau kesepian bisa saja terjadi dalam suatu hubungan.

Misalnya, pasangan Anda minat dengan hal A, dan Anda minat dengan topik B. jika saling tidak peduli, Anda berdua memilih untuk melakukan minat masing-masing tanpa berusaha untuk menyukai hobi pasangan. 

“Ketika Anda dan pasangan sudah terbiasa melakukan apa-apa sendiri, maka wajar saja jika rasa ditinggal dan merasa sepi dirasakan oleh kedua belah pihak,” lanjut Ikhsan 

  1. Sibuk Urusan Masing-Masing 

Akibat sibuk urusan kantor, biasanya Anda jadi lupa dengan urusan rumah tangga. Hal ini bisa jadi alasan lainnya mengapa pasangan jadi merasa ditinggal secara emosional. 

Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya jika Anda komunikasikan dengan baik dan perbanyak waktu berdua. 

Artikel Lainnya: Dampak Perceraian Orang Tua pada Anak

  1. Punya Riwayat Penyakit 

Menurut Ikhsan, bagi pasangan yang punya riwayat penyakit ganas, merasa takut ditinggal oleh pasangan adalah rasa yang wajar dialami.

“Bisa terjadi dari pihak yang sakit maupun yang tidak sakit. Keduanya sama-sama merasa takut ditinggal, sehingga timbul persepsi atau pemikiran negatif yang mungkin belum mungkin terjadi. Jika Anda sedang merasakan hal ini, sebaiknya tetap komunikasikan, dan buktikan pada pasangan bahwa Anda selalu ada di samping mereka, tidak peduli apapun yang terjadi,” jelas Ikhsan. 

Di akhir, Ikhsan menekankan, bahwa kebutuhan emosional orang berbeda dan ada cara yang bisa dilakukan agar seseorang merasa tercukupi needs-nya tersebut:

“Bentuk kebutuhan emosional tiap orang berbeda-beda, ada yang dengan quality time sama pasangan, ada yang dengan diberikan perhatian kecil, ada yang dengan dipeluk, rasa aman dari pasangan, diapresiasi atau bagian dari suatu kelompok, ya, apapun itu yang buat orang itu merasa happy, nyaman atau tenang,” jelas psikolog muda ini. 

“Kunci utama adalah komunikasi. Jika komunikasi mulai hilang, coba cari cara agar komunikasi ini kembali baik. Tidak ada komunikasi, tidak ada juga penyelesaian masalah,”  tutup Ikhsan. 

Jika ada perasaan yang membuat Anda kurang nyaman dan membutuhkan tempat untuk berbagi cerita, jangan ragu untuk curhat ke teman atau orang yang lebih bijak.  

Anda juga bisa curhat ke psikolog atau psikiater untuk lebih tepatnya. Mau konsultasi lebih praktis? Ajukan pertanyaan ke psikolog lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar