Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Wajib Dipatuhi, Jangan Bawa Anak ke Mal saat New Normal!

Wajib Dipatuhi, Jangan Bawa Anak ke Mal saat New Normal!

Maksud hati mengajak anak refreshing di masa normal baru, jangan sampai itu jadi bumerang buat buah hati Anda. Pasalnya, risiko penularan virus corona masih tinggi.

Pada 15 Juni 2020 lalu, mall sudah kembali dibuka. Meski tidak semua tenant-nya buka, tetapi hal itu sudah cukup membuat masyarakat tertarik untuk mengunjungi area tersebut di masa transisi menuju new normal ini. 

Demi menarik kepercayaan masyarakat, pusat perbelanjaan kerap kali mengiklankan sejumlah protokol kesehatan yang telah mereka lakukan.

Alhasil, banyak orang dewasa yang ingin ke sana, termasuk sambil bawa anak. Padahal, bawa anak ke mall di masa normal baru itu sebenarnya dilarang, lho!

Pemerintah Larang Bawa Anak ke Mal

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengingatkan agar masyarakat tidak perlu mengajak anak-anak dan orang tua ke tempat yang ramai.

Yuri menegaskan dalam siaran pers BNPB Sabtu kemarin (20/6), tujuan dibuka kembali pusat perbelanjaan adalah agar masyarakat bisa kembali produktif, bukan sebagai sarana untuk melepaskan diri mentang-mentang selama ini tidak ke mana-mana. 

Anak-anak dan orang tua pun sebenarnya menjadi populasi berisiko terpapar virus corona dan memiliki gejala yang parah. Terlebih, jika sedari awal mereka memiliki penyakit penyerta. 

"Tidak perlu kita ajak anak-anak kita yang masih balita untuk mendatangi pusat-pusat perbelanjaan. Tidak perlu mengajak orang-orang tua yang mungkin memiliki risiko penyakit lainnya untuk menuju ke keramaian," Yuri menegaskan. 

Sementara itu, dr. Reisa Broto Asmoro pun mengingatkan lagi pada masyarakat untuk tidak bawa balita ke mall. "Jika terpaksa, gunakan face shield dan masker sebagai perlindungan," jelas dr. Reisa dalam siaran pers live BNPB, Senin (22/06)

Pengelola mal di masa normal baru harus memberikan informasi terkait larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, apalagi punya riwayat kontak dengan orang yang terkena COVID-19.  

Pembersihan dan disinfeksi secara berkala pun wajib dilakukan paling sedikit 3 kali sehari.

Artikel Lainnya: Mau Makan di Restoran saat New Normal? Yuk, Taati Aturan Berikut ini!

1 dari 4 halaman

Anak-anak Rentan Tertular Virus Corona

Di sisi lain, sebenarnya ada anggapan bahwa anak-anak relatif lebih aman dari infeksi virus corona. 

Ya, kalaupun tertular mereka hanya akan mengalami gejala dan dampak yang ringan dibanding pada orang dewasa. Sayangnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membantah anggapan tersebut.

IDAI mendeteksi kasus secara mandiri yang dilakukan hingga 18 Mei 2020, dan hasilnya menunjukkan temuan sebagai berikut.

  • Pasien dalam pengawasan (PDP) usia anak sebanyak: 3.324 kasus.
  • Anak berstatus PDP meninggal: 129 kasus.
  • Anak terkonfirmasi positif COVID-19: 584 kasus.
  • Anak meninggal karena COVID-19: 14 kasus.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia tinggi, dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap COVID-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja," tulis pernyataan resmi dari Ketua Umum IDAI, Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K) FAAP, FRCPI (Hon) pada 22 Mei lalu.

Hal senada pun disampaikan oleh dr. Devia Irine Putri. Menurutnya, anak-anak memang justru memiliki risiko tinggi untuk tertular infeksi virus corona

“Karena itulah sampai sekarang saya juga belum berani bawa anak ke mall meski ada peraturan mall new normal. Selain karena daya tahan tubuh mereka yang lemah, anak di bawah 2 tahun, tuh, sebenarnya juga belum ngerti diajak jalan-jalan. Mereka belum menikmati dan nggak bakal ingat apa-apa juga. Beda dengan kita,” kata dr. Devia.

Dokter Devia juga menjelaskan, “Buat anak-anak usia 3-5 tahun, mereka kadang juga masih lari-larian, pegang macam-macam, terus ada yang nurut dan ada juga yang enggak. Takutnya, dengan mereka eksplorasi tempat umum, malah membuat mereka jadi sakit atau terinfeksi.”

Artikel Lainnya: Ibu, Siapkan Ini untuk Mencegah Anak Sakit Saat New Normal

2 dari 4 halaman

Di Beberapa Daerah, Jumlah Kasus Virus Corona Anak Melonjak

Supaya Anda tak lagi meremehkan tingkat penularan virus corona di kalangan anak-anak, di bawah ini ada beberapa daerah yang memiliki kasus coronavirus pada anak terbanyak, yaitu:

  • Di Sumatera Utara, kasus COVID-19 anak mencapai 3,4 persen dari kasus yang ada. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara GTPP COVID-19 Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah, dalam siaran pers online, Kamis (18/06). 
  • Di Jawa Barat, Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Kabar) mencatat sebanyak 190 anak terinfeksi virus corona. Data ini berdasarkan rentang usia 0 hingga 18 tahun. 

Dari jumlah tersebut, 3 di antaranya meninggal dunia dan 105 anak masih menjalani perawatan dan berstatus positif. 

Di rentang usia sekolah 6-18 tahun, jumlah kasus positifnya mencapai 131 kasus. Sedangkan, total sembuh sampai Senin (22/06) sebanyak 82 anak. 

  • Di Jakarta, kasus positif COVID-19 pada anak di Jakarta dalam laman corona.jakarta.go.id, per Senin (22/06/) ada 733 anak positif.

Sebanyak 575 anak berada di rentang usia 6-19 tahun. Dari 575 itu, 294 berjenis kelamin perempuan dan 281 laki-laki. 

Sedangkan, pada usia di bawah 5 tahun (balita), total ada 158 positif, dengan 74 anak perempuan dan 84 anak laki-laki.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

3 dari 4 halaman

Cara Lindungi Anak dari Infeksi Virus Corona

Kita memang sedang berada di masa transisi menuju new normal dan sangat dipahami bahwa ada kalanya kita bosan sekali berada di rumah terus. Akan tetapi, jangan lupakan kesehatan dan keselamatan buah hati Anda. 

Agar anak bisa terhindar dari infeksi virus corona selama masa normal baru ini, beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Tidak perlu ajak anak-anak ke area yang ramai, termasuk mall. Tunda dulu niatan tersebut. 

Jika terpaksa harus membawa anak ke pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan, jangan lupa anak harus pakai face shield dan masker. Lalu, bersihkan tangannya secara berkala. 

  • Orang dewasa yang habis beraktivitas di luar rumah wajib membersihkan diri (cuci tangan, menyemprotkan pakaian dengan disinfektan, dan mandi) dulu sebelum berkontak dengan anak di rumah. 
  • Jangan biarkan anak dipegang, digendong, apalagi dicium oleh orang lain, sekalipun itu adalah kerabat Anda sendiri yang ditemui di ruang publik. Anak Anda harus menjaga jarak dari orang lain setidaknya 1-2 meter. 
  • Hindari berada di luar rumah terlalu lama. Setelah kebutuhan sudah cukup dibeli, lebih baik segera pulang ke rumah, lalu sama-sama bersihkan diri. 
  • Jangan biarkan anak memegang benda sembarangan atau bermain di fasilitas umum. 

Saat memilih restoran, pilih restoran yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan areanya tidak sempit. 

Main ke mall saat new normal mungkin memang bisa bikin kita senang. Namun, tunda dulu niatan Anda untuk membawa anak ke mall karena anak-anak merupakan golongan yang rentan terinfeksi virus corona. 

Tetaplah berhati-hati dengan penularan virus corona. Mari lakukan segala protokol kesehatan dengan benar dan bijak, agar kita, anak-anak, dan orang lain bisa aman.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya, gunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter. Untuk bantu menentukan gejala, manfaatkan cek risiko virus corona online dan rapid test.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar