Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kabar Pramugari Garuda Indonesia Tak Diwajibkan Pakai Masker, Amankah?

Kabar Pramugari Garuda Indonesia Tak Diwajibkan Pakai Masker, Amankah?

Tak pakai masker kesehatan, pramugari Garuda Indonesia hanya boleh memakai face shield saat terbang. Aman atau tidaknya hal itu, berikut tanggapan dokter.

Kabar menarik datang dunia penerbangan Tanah Air. Saat orang-orang mengampanyekan untuk selalu menggunakan masker di tempat umum, pramugari maskapai Garuda Indonesia justru tidak boleh menggunakan masker kesehatan. Saking aneh-nya peraturan tersebut, masyarakat sampai mengira itu berita hoaks, lho!

Ditegur Penumpang, Maskapai Ganti Aturan Penerbangan saat New Normal

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kecantikan paras pramugari Garuda Indonesia memang di atas rata-rata.

Karena itulah, saat penumpang tak bisa melihat senyum pramugari dan ekspresinya saat melayani, hal tersebut langsung mendatangkan protes dari penumpang.

Sejak 7 Mei lalu, awak kabin diwajibkan untuk memakai masker kesehatan demi melindungi diri dari virus corona.

Sayangnya, penggunaan masker, APD, atau perlengkapan pencegahan COVID-19 lainnya di dalam pesawat, ternyata membuat sejumlah penumpang tak nyaman dan merasa seperti di rumah sakit.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Ia mengaku mendapat protes dari para penumpang.

Irfan juga mengatakan, penumpang Garuda Indonesia mengeluh karena jadi tidak tahu apakah pramugari sedang mencibir mereka atau tidak.

Artikel Lainnya: Takut Keluar Rumah Saat New Normal Virus Corona, Ini Kata Psikolog!

1 dari 4 halaman

Pramugari Garuda Indonesia Pakai Face Shield sebagai Pengganti Masker Kesehatan

Demi mengutamakan kenyamanan penumpang pesawat, akhirnya maskapai berplat merah itu memutuskan untuk tidak mewajibkan pramugari Garuda Indonesia memakai masker kesehatan.

Penggunaan face shield, sebagai pengganti masker kesehatan, lebih diutamakan saat mereka mengudara.

Dengan memakai face shield, itu sudah dirasa cukup untuk melindungi para pramugari dari penularan virus corona, khususnya saat berinteraksi dengan penumpang.

Bonusnya lagi, ketika tidak memakai masker kesehatan, penumpang juga bisa melihat ekspresi yang sebenarnya dari pramugari Garuda Indonesia.

Dilansir dari Kumparan, Irfan mengatakan,  "Dengan ini, interaksi manusia di pesawat masih bisa terjadi, meskipun diminimalkan, dan semua orang bisa merasa aman, tetapi tetap nyaman."

Artikel Lainnya: Bekerja saat Pandemi Virus Corona, Ini Panduan New Normal Kemenkes RI

2 dari 4 halaman

Sejumlah Maskapai Internasional Justru Wajibkan Kru Pakai Masker Kesehatan

Berbeda dengan peraturan pramugari Garuda Indonesia, semua maskapai penerbangan utama di Amerika Serikat justru menyuruh sebaliknya.

Pramugari diminta untuk selalu memakai masker kesehatan mereka selama bekerja. Aturan ini berguna untuk mencegah dan melindungi diri mereka sendiri sekaligus penumpang.

Dikutip dari Fox News, Maskapai penerbangan AS, seperti Alaska Airlines, American Airlines, Delta Airlines, United Airlines, JetBlue, Spirit Airlines, Hawaiian Airlines, dan masih banyak lagi, semuanya mewajibkan kru pesawat dan penumpangnya untuk memakai masker.

Untuk Hawaiian Airlines, pada awalnya pramugari mereka hanya pakai masker saat berinteraksi dengan orang yang terlihat sakit saja.

Akan tetapi, maskapai mereka sekarang tidak pandang bulu. Penggunaan masker tetap diwajibkan untuk memproteksi semua pihak di pesawat.

3 dari 4 halaman

Aman atau Tidak, Pramugari Hanya Menggunakan Face Shield di Pesawat?

Menanggapi peraturan pramugari Garuda Indonesia yang hanya boleh pakai face shield saat mengudara, begini penjelasan dr. Karin Wiradarma kepada KlikDokter.

“Sebenarnya, kalau yang ditanya itu aman atau tidak, penggunaan face shield yang sampai menutupi minimal dagu itu masih aman,” kata dr. Karin.

“Tapi, saya yakin, pramugari akan merasa lebih aman dan nyaman saat mereka juga memakai masker kesehatan, entah itu masker bedah ataupun masker kain. Selain mengutamakan kenyamanan penumpang, pihak maskapai juga harus memberikan perlindungan kepada kru mereka,” tambahnya.

Dokter Karin juga menegaskan, “Meski sudah membawa hasil tes rapid atau swab, tak ada yang bisa menjamin semua penumpang itu negatif COVID-19. Bisa saja kemarin sebelum terbang dia terpapar virus corona, sedangkan hasil tesnya dia ambil dua hari lalu.”

Semua kebijakan soal aturan penerbangan saat new normal, dalam hal ini penggunaan face shield dan masker kesehatan pada pramugari Garuda Indonesia, memang dikembalikan lagi kepada masing-masing pihak maskapai.

Penggunaan face shield minimal sampai di dagu masih terbilang aman, tetapi, jika ingin lebih aman lagi, dibutuhkan masker kain ataupun masker bedah buat para pramugari. Hal-hal lain seperti sarung tangan dan hand sanitizer pun harus selalu ada di dalam pesawat.

Apabila Anda masih ada pertanyaan seputar persiapan bepergian di era new normal ataupun masalah kesehatan lainnya, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

1 Komentar

  • Syafrizal Rizal

    kalau diterapkan ini itu buat apa di lakukan rapit test atau pcr yg di lakukan pihak bandara semua yg mengunakan layanan maskapai adalah orang orang yg telah dinyatakan negatif reaktif oleh pihak pihak rumah sakit. mikir.