Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Alami Cyberbullying, dr. Tirta Bicara soal Kesehatan Mental

Alami Cyberbullying, dr. Tirta Bicara soal Kesehatan Mental

Viral lagi nama dr. Tirta, dirinya merasa terganggu karena alami cyberbullying. Apa penyebabnya dan bagaimana menghadapi cyberbullying?

Lagi-lagi nama dr. Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta viral di media sosial. Setelah dulu sempat viral akibat postingan yang mengkritik pemerintah, kini ia kembali viral setelah fotonya di salah satu restoran cepat saji sekaligus bar bernama Holywings tersebar luas di media sosial. 

Sekilas, foto keberadaan dr. Tirta di bar di Jakarta mungkin tidak terlihat bermasalah. Namun sebagai salah satu influencer dan relawan nyentrik COVID-19, hal ini menimbulkan banyak kontroversi dari warganet

Ini karena dr. Tirta dianggap melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19, yakni berkerumun dan berkumpul lebih dari lima orang.

Bahkan, karena kasus ini, nama dr. Tirta jadi trending topic di Twitter beberapa waktu lalu. 

1 dari 4 halaman

Dokter Tirta Sosialisasikan New Normal di Restoran

Dalam foto viral itu, dr. Tirta terlihat merangkul dua orang lainnya. Meski ketiganya sudah memakai masker,  hujatan dan kritikan terus berdatangan untuk dr. Tirta. Karena kasusnya yang semakin viral, dr. Tirta pun langsung angkat bicara. 

Merangkum berbagai sumber, dr. Tirta menegaskan bahwa maksud dan tujuan dirinya pergi ke Holywings adalah dalam rangka memberi masukan terkait pembukaan kembali tempat makan padai masa transisi virus corona DKI Jakarta. 

Dari laman Detik, ia menjelaskan bahwa pihak Holywings sedang meminta pendapat, apa yang baik untuk dilakukan ketika masuk masa new normal

Kemudian, dr. Tirta menyarankan agar Holywings dijadikan lounge dan rumah makan saja selama masa transisi. 

Ia juga menyebut, kedatangannya ke Holywings Gunawarman pada 8 Juni 2020 lalu bertujuan untuk mengedukasi pengunjung akan aturan new normal

Selain itu, kedatangan Tirta juga bermaksud untuk melakukan kolaborasi pembuatan masker. 

Nantinya, hasil penjualan masker akan didonasikan untuk wabah COVID-19. Bukan hanya Tirta, pihak Holywings pun ikut memberikan klarifikasi atas kedatangan dr. Tirta. 

Artikel Lainnya: Mengetahui Motif di Balik Perilaku Cyberbullying

2 dari 4 halaman

Alami Cyberbullying, dr. Tirta Merasa Terusik

Akibat kasus ini, dr. Tirta pun jadi bahan olokan bagi banyak netizen. Dirinya terus dihujat, bahkan tidak sedikit juga yang melontarkan kalimat-kalimat kotor padanya. 

Perasaan sedih akibat hal itu akhirnya diluapkan melalui akun Twitter pribadi miliknya.

“Habis ini, saya akan angkat suara mengenai mental health akibat cyberbullying. Saya dihujat tiga hari ramai-ramai, untung saya nggak bunuh diri. Bukan berarti karena ini sosmed Anda bisa memaki sesuka hati dan berkata ‘cie baperan’,” cuit dr. Tirta. 

Meski begitu, kini dr. Tirta mengaku telah merasa lebih baik setelah mendapat dukungan dari teman-teman seprofesinya. Ia bersyukur tidak sampai mengalami depresi berat.

Tidak Membalas Komentar Jahat, Apakah Tepat? 

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, tidak menanggapi atau tidak membalas komentar jahat netizen adalah langkah yang tepat untuk menghindari diri dari dampak cyberbullying

Ini dikarenakan, ketika Anda kembali membalas atau berdebat dengan netizen yang berkomentar, hal tersebut bisa jadi “pancingan” bagi netizen lainnya untuk menyerang Anda. 

Selain itu, respons yang Anda berikan juga bisa memancing emosi netizen lainnya yang sebelumnya sudah “panas” dengan keadaan. 

“Bukan dengan membalas atau beradu mulut dengan netizen, tapi memberikan klarifikasi secara terpisah bisa jadi cara yang baik untuk menghindari cyberbullying,” saran Ikhsan. 

Artikel Lainnya: Benarkah Efek Cyberbullying Terhadap Figur Publik Lebih Berat?

3 dari 4 halaman

Sudah Klarifikasi Tapi Tak Dipercaya, Apa Solusinya?

Nah, bagaimana jadinya bila setelah memberi klarifikasi pun, seseorang tetap dihujat dan tidak ada yang percaya? 

“Tidak usah pedulikan orang lain. Ini adalah respons wajar dari orang-orang yang memang sudah subjektif dan tidak suka dengan Anda. Setiap orang punya penilaiannya masing-masing,” jelas Ikhsan.

“Bisa ada yang mendukung, tapi bisa juga ada yang tambah menyerang. Jadi, tetap fokus pada tujuan Anda menyampaikan klarifikasi tersebut. Bagaimana pun, kita tidak bisa menyenangkan semua orang, bukan?” ujar Ikhsan. 

Hadapi atau Hindari Masalah, Apa yang Bisa Jadi Solusi? 

Bagi Ikhsan, masalah apa pun harus bisa dihadapi dengan lapang dada. Hanya saja, pemilihan cara penyelesaiannya saja yang harus tepat. 

“Kalau ada yang hujat, jangan dibalas. Kalau memang mau dibalas, balaslah dengan tindakan positif, yang bisa mengubah mindset orang tersebut. Bila melihat kasus dr. Tirta, ada baiknya bila ia rehat sejenak dari media sosial. Bukan bertujuan untuk menghindar, tapi sebagai proses healing untuk orang yang di-bully,” tutup Ikhsan. 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk menghindari dan menghadapi cyberbullying

Jika Anda mengalami cyberbullying atau ingin tahu info menarik seputar kesehatan mental lainnya? Download aplikasi KlikDokter untuk bertanya langsung dengan psikolog.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar