Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jumlah Kasus Aktif Virus Corona di Jawa Timur Salip DKI Jakarta!

Jumlah Kasus Aktif Virus Corona di Jawa Timur Salip DKI Jakarta!

Jakarta tak lagi jadi provinsi dengan kasus positif virus corona terbanyak se-Indonesia. Kini, kasus virus corona Jawa Timur yang paling meresahkan!

Kurva kasus positif virus corona di Indonesia tak kunjung melandai. Beberapa daerah justru menunjukkan kenaikan yang signifikan! Salah satunya, provinsi Jawa Timur. Kasus positif virus corona di Jawa Timur bahkan sudah melebihi Jakarta. 

Jumlah Pasien Virus Corona di Jawa Timur Salip DKI Jakarta 

Pada Rabu, kemarin (17/6), pasien COVID-19 di Jawa Timur tembus 8.400 lebih. Kasus yang masih aktif pun masih di atas 5.000-an. 

Angka itu rupanya melampaui jumlah pasien virus corona aktif di DKI Jakarta. Ya, dulu Jakarta merupakan episentrum COVID-19 di Indonesia. 

Penyumbang terbanyak kasus positif virus corona di Jawa Timur adalah Surabaya dengan 4.262 kasus.

Posisi selanjutnya, berturut-turut dalam peringkat 7 besar, antara lain Sidoarjo 1.057 kasus, Gresik 385 kasus, Kabupaten Pasuruan 201 kasus, Kabupaten Kediri 185 kasus, Jombang 178 kasus, serta Lamongan 175 kasus, dilansir dari CNN Indonesia.

1 dari 4 halaman

Zona Merah, Kota Surabaya Gelar Tes Swab Massal

Akibat jumlah orang yang terinfeksi virus corona makin banyak, Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar tes massal virus corona selama 19 hari di Surabaya, Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan tes swab, sebanyak 1.300 orang dinyatakan positif.

Head of Medical Intelligence, dr. Sri Wulandari menyebutkan, dari 29 Mei sampai 17 Juni sudah ada 28 ribu warga Surabaya yang mengikuti tes cepat. 

"Sampai hari ini, sudah hari ke-19. Sekitar 28 ribu rapid test sudah kami lakukan di Surabaya," tutur dr. Sri kepada awak media.

Dari 28 ribu orang yang telah menjadi tes cepat, sekitar 3.500 di antaranya punya hasil reaktif positif, sehingga mereka langsung ditangani untuk mengikuti tes swab atau tes PCR (polymerase chain reaction). 

"Untuk (hasil) reaktif, sekitar 3.500 orang. Dan dari hasil swab positif, sekitar 1.300-an orang lebih," ujarnya.

Ketua Baladhika Karya Jawa Timur, Sumardi memberikan apresiasi terhadap tes cepat yang dilakukan BIN. Ini merupakan bentuk kepedulian BIN untuk membantu Surabaya dalam menekan penyebaran virus corona. 

Artikel Lainnya: Mau Naik Ojek Online saat New Normal? Ini Aturannya!

2 dari 4 halaman

Pemkot Surabaya Buka Alamat Pasien Virus Corona

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka data alamat pasien virus corona baru dalam bentuk peta dan bisa publik akses di laman lawancovid-19.surabaya.go.id

Dikutip dari Kontan, Wakil Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser mengatakan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memerangi pandemi virus corona. 

Saat ini, Pemkot menilai, warga lebih tenang dan tidak mudah panik dengan keberadaan pasien virus corona di lingkungan tempat tinggal mereka. 

"Beda dengan dulu, di awal-awal ada kasus," katanya (17/06). Sayang, usaha pemkot tersebut ada yang menilai kurang etis.

Menanggapi dibukanya data dan alamat pasien di Surabaya, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter. 

“Kalau dilihat etis atau tidaknya, tentu ini kurang etis, ya. Namun, mengingat di Surabaya pertambahan kasus virus coronanya semakin banyak, tentu hal ini jadi pertimbangan. Boleh dibuka, asalkan hanya inisial, usia, jenis kelamin, daerahnya. Jangan sampai alamat persisnya yang dibuka,” katanya. 

Dokter Devia menambahkan, “Meski tujuannya agar lebih aware dan mencegah penyebaran, kadang buka data seperti ini sering disalahartikan. Ditambah lagi ada orang-orang yang menganggap ini aib dan penderitanya pun bisa dikucilkan.”

Artikel Lainnya: Antre Naik KRL pada Masa New Normal, Ini Beberapa Tips Amannya!

3 dari 4 halaman

Jawa Timur Butuh Koordinasi yang Baik dari Pemkotnya untuk Atasi COVID-19

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla juga mengingatkan perlu adanya langkah sistematis dari pemkot-pemkot di Jawa Timur agar kasus COVID-18 ini tidak terus melonjak. 

Koordinasi yang baik antara kepala daerah, gubernur, bersama wali kota, dan bupati harus berjalan baik agar angka pasien virus corona di Jawa Timur bisa menurun. 

“Karena itu kita mesti bersama-sama mencegah dan menurunkannya. Saya percaya, bu gubernur bekerja luar biasa, wali kota bekerja keras. Tapi, perlu langkah sistematis dan koordinasi agar seirama,” ungkapnya.

Jusuf Kalla menambahkan, Palang Merah Indonesia (PMI) pun akan membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur dan tim medis untuk melakukan upaya donor plasma convalescent dari pasien yang sembuh. PMI siap membantu menyediakan plasma yang sudah diseleksi. 

Itu dia informasi terkait jumlah kasus virus corona di Jawa Timur yang masih aktif. Bila ingin konsultasi dokter, lakukan #DiRumahAja, dan pakai Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Periksa gejala Anda menggunakan cek risiko virus corona online dan rapid test.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar