Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo Tutup Usia Akibat Serangan Jantung

Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo Tutup Usia Akibat Serangan Jantung

Mantan KASAD, Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia karena serangan jantung, Sabtu (13/6). Kabar ini membawa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Kabar duka kembali datang dari keluarga Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Adik kandung almarhumah Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Wibowo, meninggal dunia karena serangan jantung.

Dikutip dari Liputan6.com, mantan KSAD itu menutup usia pada Sabtu, 13 Juni 2020, pukul 19.42 WIB, di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

Kabar tersebut disampaikan oleh juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari melalui pesan singkat, Sabtu (13/6).

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang malam ini Jenderal TNI ( Purn) Pramono Edhie Wibowo. Informasi selanjutnya akan disampaikan kemudian," begitu isi pesan tersebut.

Atas berita duka ini, Presiden Joko Widodo turut menyampaikan ungkapan belasungkawa yang mendalam. 

"Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya mengucapkan turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya ke hadirat Allah SWT, Bapak Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6).

Bagi Jokowi, Pramono Edhie adalah sosok prajurit TNI yang sangat baik dan sudah memberikan yang terbaik untuk Indonesia selama mengemban jabatan KSAD.

Artikel Lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

1 dari 4 halaman

Pramono Edhie Wibowo Sempat Jalani Rapid Test di Cianjur, Jawa Barat

Melalui keterangan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus, sebelum meninggal dunia, Pramono Edhie beserta keluarganya sedang berlibur di Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Jawa Barat.

"Beliau dan keluarganya sedang berlibur, lalu mendadak sakit dengan diagnosis serangan jantung," kata Nefra, dikutip dari Pikiran Rakyat, Sabtu.

Pramono kemudian langsung dibawa ke RSUD Cimacan, Cianjur. Di sana, paman AHY tersebut menjalani 3 jam perawatan. Karena berasal dari Jakarta, dia juga sempat jalani rapid test, dan hasilnya negatif.

Setelah tiga jam mendapat perawatan medis, Pramono Edhie pun sempat anfal hingga akhirnya tutup usia pada pukul 19.42 WIB.

Mengapa Harus Rapid Test Dulu?

Selama pandemi virus corona yang masih berlangsung, sejumlah dokumen memang harus dipersiapkan ketika melakukan perjalanan atau bepergian ke sejumlah daerah.

Ini berdasarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19. 

Dalam edaran tersebut, ada sejumlah prasyarat untuk melakukan perjalanan dalam negeri menggunakan transportasi umum baik darat, perkeretaapian, laut dan udara. Salah satunya adalah dokumen yang menyatakan bahwa orang tersebut negatif COVID-19.

Misalnya, moda transportasi ada yang mensyaratkan calon penumpang membawa hasil negatif berdasarkan rapid test maupun tes swab.

Hal yang sama dapat pula diterapkan di rumah sakit, terlebih bagi pasien yang berasal dari wilayah dengan persebaran virus corona tinggi atau zona merah, seperti Jakarta.

“Karena sekarang, kan, lagi pandemi corona, dan gejalanya bisa dibilang sudah bermacam-macam. Jadi, untuk memastikan (apakah pasien terinfeksi corona atau tidak) harus rapid test dulu,” tutur dr. Arina Heidiyana kepada KlikDokter

“Selain itu, rapid test itu kan pemeriksaan cepat. Bisa juga itu sudah menjadi protokol setiap rumah sakit. Jadi, semua yang masuk harus ikut tes tersebut dulu,” dia menambahkan.

Artikel Lainnya: Mengapa Penyakit Jantung Lebih Rentan Menyerang Pria?

2 dari 4 halaman

Tutup Usia Akibat Serangan Jantung, Ini Tanda-tandanya

Serangan jantung adalah suatu kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. 

Pada umumnya, kondisi tersebut terjadi akibat ada penumpukan lemak, kolesterol, dan substansi lainnya yang membentuk plak di pembuluh darah ke jantung. 

Tumpukan-tumpukan lemak dan kolesterol ini akan mengganggu aliran darah ke jantung. 

Pada akhirnya, jaringan otot jantung yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh akan dapat rusak. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat mengancam jiwa.

Sebelum serangan jantung terjadi, berikut tanda-tanda peringatan yang dialami, seperti dilansir dari heart.org:

  • Ketidaknyamanan di Dada

Sebagian besar serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit - atau mungkin hilang dan kemudian kembali. Rasanya bisa berupa tekanan yang tidak nyaman, tertindih, atau sakit.

  • Ketidaknyamanan di Area Lain dari Tubuh Bagian Atas

Gejalanya bisa berupa rasa nyeri, sakit, atau tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang (perut), atau perut.

“Selain nyeri dada, ada rasa seperti tertindih beban berat, tanda serangan jantung yang khas adalah nyeri dadanya menjalar; bisa ke lengan, bahu, leher, dagu, dan punggung,” dr. Arina menambahkan.

  • Sesak Napas

Kondisi sesak napas dapat terjadi dengan atau tanpa rasa ketidaknyamanan di bagian dada.

  • Tanda-tanda lain

Tanda-tanda lain yang mungkin mengikuti adalah muncul keringat dingin, rasa mual atau pusing.

“Selanjutnya, selain keringat dingin dan sesak napas, bisa juga penderitanya memiliki gejala yang mirip dengan sakit mag,” dr. Arina menuturkan.

Artikel Lainnya: Jangan Abaikan Gejala Penyakit Jantung Ini!

3 dari 4 halaman

Alami Gejala Tersebut? Ini Pertolongan Pertamanya

Serangan jantung adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Saat orang lain di sekitar mengalami tanda serangan jantung, seperti pernah dijelaskan dr. Atika, langkah pertolongan pertama ini bisa dilakukan.

  • Jangan Panik

Saat menghadapi gejala serangan jantung, tetaplah tenang dan jangan panik. Ketenangan akan sangat bermanfaat untuk membuat Anda berpikir lebih jernih dan tenang.

  • Baringkan dan Istirahatkan

Sarankan pasien untuk berbaring dan beristirahat agar sedikit mengurangi beban kebutuhan pompa darah jantung.

  • Kendurkan Pakaian Pasien

Jika pakaian yang dipakai pasien tampak terlalu sempit, kendurkanlah. Misalnya, dengan membuka kerah, ikatan dasi, atau kancing baju pasien. Hal ini dilakukan agar pasien tetap mendapat keleluasaan untuk bernapas.

  • Hubungi Dokter atau Fasilitas Kesehatan Terdekat

Pada saat yang sama, minta bantuan dokter untuk datang ke lokasi kejadian. Jangan lupa untuk menyatakan kecurigaan serangan jantung, agar dokter dan tim medis membawa obat yang sesuai.

Bila tidak ada akses bagi dokter untuk segera datang, persiapkan transportasi (ambulans lebih baik) untuk segera memindahkan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat, misalnya puskesmas.

  • Cari Obat yang Pasien Bawa

Sementara pasien dipindahkan ke fasilitas kesehatan, tanyakan kepadanya apakah pernah mengalami hal yang sama dan memiliki obat-obatan untuk jantung. Bila ada, segera berikan.

Jika pasien tidak merespons, lakukan inisiatif untuk mencari obat-obatan jantung yang mungkin terletak di saku pasien. 

Obat dengan tulisan “dikonsumsi dengan ditaruh di bawah lidah” adalah ciri khusus obat yang dapat meringankan serangan jantung dan penting untuk segera dikonsumsi.

  • Pastikan Pasien Mendapat Penanganan Medis

Pastikan pasien tiba dengan aman di fasilitas kesehatan. Pastikan pula pasien telah mendapatkan penanganan dari pihak medis yang ada di fasilitas kesehatan terkait.

Serangan jantung seperti yang dialami Pramono Edhie Wibowo, bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi. Untuk itu, selain mengenali gejalanya, terapkan gaya hidup sehat dan aktif untuk mencegah penyakit ini datang.

Bila masih tahu lebih detail seputar penyakit jantungchat dokter kami via LiveChat di aplikasi KliKDokter.

(AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar