Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Wajar atau Tidak Payudara Tidak Terangsang saat Berhubungan Intim?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Wajar atau Tidak Payudara Tidak Terangsang saat Berhubungan Intim?

Meski bisa mengundang gairah pria, kenyataannya, beberapa wanita justru tidak “on” saat payudaranya dirangsang. Normalkah jika payudara tidak sensitif?

Tak semua wanita punya payudara sensitif. Itu bisa dibuktikan saat mereka melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Beberapa ada yang merasa nikmat ketika payudaranya diberi stimulus. Namun, ada juga yang biasa saja, alias tidak merasakan apa pun. Lantas, jika payudara kurang sensitif, apakah itu tidak normal, ya?

Hubungan Payudara dan Aktivitas Seksual

Sama seperti meningkatkan bonding (ikatan emosional) antara ibu dan anak, posisi payudara dalam hubungan intim juga “memfasilitasi” ikatan antara dua orang, dikutip dari Psychology Today. 

Stimulasi puting saat wanita menyusui akan meningkatkan jumlah hormon oksitosin (hormon bahagia). Begitu pula saat puting wanita dirangsang pasangannya, hormon bahagianya juga meningkat. 

Bahkan, pemilik payudara sensitif bisa merasakan orgasme saat payudaranya disentuh atau diisap (orgasme puting).

Payudara dianggap sebagai organ seksual yang punya fungsi ganda. Pasalnya, payudara mampu memberikan rangsangan visual buat sebagian besar pria dan ia juga bisa memberikan kenikmatan seksual buat si wanita.

1 dari 4 halaman

Wajar atau Tidak Kalau Payudara Kurang Sensitif?

Meski peran payudara di dalam hubungan intim itu terbilang penting, lalu bagaimana dengan wanita yang tidak memiliki payudara sensitif?

Sebagian wanita ada yang hanya benar-benar terangsang saat area vaginanya distimulasi. 

Menanggapi pertanyaan soal payudara sensitif dan payudara kurang sensitif, begini penjelasan dr. Karin Wiradarma.

Artikel Lainnya: Bisakah Merasakan Orgasme Puting dari Hubungan Seks? Ini Jawabannya!

“Sebagian wanita memang akan merasakan sensasi ketika puting payudaranya dirangsang. Tapi, memang ada sebagian wanita yang zona erogennya (area sensitif) bukan di puting, tapi di area lain, misalnya di leher, dan lain sebagainya. Ya, beda-beda, sih, tiap wanita, jadi ini bisa disebut variasi normal,” jelas dr. Karin.

“Perlu diingat juga, wanita yang baru menjalani operasi seputar payudara, misalnya tumor, kanker, pembesaran atau pengecilan payudara, bagian putingnya bisa nggak sensitif karena sedang terjadi peradangan di sarafnya. Operasi bisa bikin payudara kurang sensitif, meski dulunya Anda punya payudara sensitif,” dr. Karin menambahkan.

Untuk yang habis melakukan operasi, jangan sedih dulu. Sebab, tingkat sensitivitas itu akan kembali normal setelah Anda mengalami pemulihan pasca operasi.

2 dari 4 halaman

Bagaimana Caranya agar Payudara Sensitif saat Berhubungan Intim?

Ketika kita tidak memiliki payudara sensitif, itu tidak perlu dijadikan beban. Jika Anda menjadikannya beban, lalu jadi kepikiran, sesi berhubungan seks malah jadi tegang dan tak nyaman.

Dokter Karin mengatakan, “Memang, ketika vagina dan payudara sensitif, rangsangan jadi lengkap dan bisa bikin momen bercinta lebih oke atau lancar, ya. Tapi, buat yang payudaranya kurang sensitif, ini nggak apa-apa, kok. Anda bisa mengarahkan pasangan untuk merangsang area lain.”

Jika tetap ingin mencoba membuat payudara peka terhadap rangsangan, coba saja beberapa teknik yang bisa Anda eksplorasi sendiri.

Siapa tahu, kondisi payudara yang kurang sensitif saat berhubungan intim disebabkan oleh teknik stimulus yang kurang tepat.

Anda bisa menggunakan beberapa “alat bantu”, seperti es batu, vibrator, klem, minyak atau losion, dan lain sebagainya (tapi harus yang aman, ya!)

Selain itu, bangun komunikasi yang baik agar pasangan juga bisa tahu apa yang mesti dilakukan untuk merangsang Anda.

Artikel Lainnya: Penyebab Puting Keras selain karena Terangsang

3 dari 4 halaman

Payudara Bukan Satu-satunya yang Membuat Anda Terangsang

Seperti yang sempat disinggung di atas, area sensitif wanita bukan cuma di payudara ataupun vagina.

Ada beberapa area lain, misalnya leher, telinga, pusar, dan paha bagian dalam yang bisa diberikan stimulus. Ini sangat bergantung dengan “selera” masing-masing wanita.

Menyuruh pasangan untuk menghentikan permainan di area payudara mungkin akan membuatnya tidak nyaman. Oleh sebab itu, agar kedua belah pihak dapat merasakan senang, lebih baik lakukan ini.

Manfaatkan kedua tangan pasangan dengan baik. Tangan yang satu bisa untuk meremas payudara sambil mengisap putingnya.

Sementara tangan yang satu lagi untuk merangsang klitoris di dalam vagina Anda. Dengan begitu, keduanya dapat merasakan kenikmatan.

Jangan takut soal payudara yang kurang sensitif. Itu karena, memang tak semua wanita punya payudara sensitif dan peka terhadap rangsangan.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar seks, hubungan intim, dan organ kewanitaan, yuk, jangan sungkan untuk konsultasi langsung dengan dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar