Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kabar Gembira, Selandia Baru Klaim Sudah Bebas dari Virus Corona!

Kabar Gembira, Selandia Baru Klaim Sudah Bebas dari Virus Corona!

Tak lagi memiliki kasus aktif, COVID-19 di Selandia Baru kini benar-benar mereda! Lantas, bagaimana caranya untuk mewujudkan hal itu?

Meski jumlah kasus virus corona di dunia sudah mencapai 7 juta lebih, tetapi ada satu negara yang sudah mengklaim bahwa wilayahnya sudah terbebas dari COVID-19, yakni Selandia Baru. Hal itu diumumkan pertama kali oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

Angkat Lockdown, Selandia Baru 0 Kasus Positif Virus Corona

Dalam video konferensi persnya Senin kemarin (8/6), Jacinda Ardern menyatakan bahwa Selandia Baru menurunkan sistem lockdown ke tingkat terendahnya, yaitu level satu. Jacinda juga melaporkan negaranya sekarang nol kasus positif coronavirus.

Selain itu, Selandia Baru sudah mulai melonggarkan aturan terkait penularan virus corona di dalam pertemuan umum, seperti olahraga dan acara pernikahan. Namun, mereka masih menutup perjalanan internasional.

Johns Hopkins University menyebutkan, tercatat ada lebih dari 1.500 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Selandia Baru, dengan total kematian sebanyak 22 orang.

Sebagai informasi tambahan, jumlah warga negara Selandia Baru hanya berjumlah 5 juta orang.

Penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London menyatakan, lockdown dan penutupan bisnis yang tidak esensial serta sekolah-sekolah telah menyelamatkan sekitar 3 juta orang di 11 negara, yaitu Austria, Belgia, Inggris, Denmark, Perancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Untuk merayakan Selandia Baru yang bebas COVID-19, warganya berkumpul di restoran-restoran dan kafe-kafe. Mereka sangat bahagia bahwa secara resmi, masa karantina COVID-19 yang panjang sudah berakhir.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Selandia Baru Punya 4 Tahapan Lockdown

Lockdown bisa dibilang menjadi kunci kesuksesan Selandia Baru untuk menekan angka kasus virus corona.

Dilansir dari BBC, Selandia Baru pertama kali menerapkan lockdown pada tanggal 25 Maret 2020.

Mereka juga membuat sistem peringatan empat tahap. Saat pertama kali di-lockdown, mereka langsung menerapkan penguncian level 4 di mana sebagian besar bisnis tutup, sekolah tutup, dan orang-orang disuruh tinggal di rumah.

Setelah lebih dari 5 minggu (April), mereka berubah ke level 3. Toko makanan mulai menerapkan sistem take away dan beberapa bisnis yang bukan kebutuhan pokok dibuka kembali.

Karena angka kasus positif COVID di Selandia Baru terus menurun, di bulan Mei, status penguncian diturunkan menjadi level 2.

Semua jerih payah pemerintah dan usaha dari masyarakat Selandia Baru itu akhirnya memberikan hasil yang baik.

Dari yang awalnya akan diturunkan ke level satu pada 22 Juni, kini, karena tak ada kasus positif lagi, hal tersebut bisa diwujudkan lebih awal.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

5 Cara Selandia Baru dalam Mengatasi COVID-19

Selain menerapkan lockdown, mungkin masyarakat di luar negara tersebut, termasuk Indonesia, penasaran dengan cara yang digunakan oleh Selandia Baru untuk menekan angka kenaikan kasus positif virus corona. Ternyata, ini 5 cara yang dilakukan oleh mereka:

  1. Mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker kain, physical distancing, dan tetap berada di rumah.
  2. Efektivitas pelacakan kontak. Cara ini mirip seperti yang dilakukan oleh Korea Selatan. Makin cepat terlacak, makin cepat juga tertangani kasusnya.
  3. Setiap manajemen atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah, semuanya telah dipertimbangkan atau berbasis sains.
  4. Membentuk badan kesehatan publik nasional yang berdedikasi.
  5. Memahami dan berkomitmen terhadap perubahan yang terjadi akibat pandemi virus corona. Semua aspek bekerja sama untuk menghindari ancaman global.
3 dari 4 halaman

Bisakah Cara Selandia Baru Bisa Diterapkan di Indonesia?

Bicara soal cara yang telah diterapkan oleh Selandia Baru hingga memberikan hasil yang positif terhadap penekanan kasus COVID-19 mereka, begini tanggapan dr. Alvin Nursalim, Sp. PD.

“Sebenarnya beberapa yang dilakukan oleh Selandia Baru itu sudah kita lakukan juga, kok. Tapi yang perlu diingat di sini adalah apa yang berhasil di negara lain belum tentu bisa saklek diterapkan di kita,” kata dr. Alvin.

Dokter Alvin menambahkan, “Perlu modifikasi atau disesuaikan dengan kondisi negara kita yang sebenar-benarnya karena ada perbedaan sosial dan tingkat pendidikan. Ini menurut saya yang paling berpengaruh. Selain itu, ada juga kemampuan sebuah negara dalam melakukan tes.”

Adapun sejumlah hal yang bisa diperbaiki di Indonesia adalah jumlah skrining virus dan durasi keluarnya hasil tes. Jumlah orang yang dites kurang sebanding dengan banyaknya masyarakat Indonesia. Ini bisa jadi masalah.

Karena lockdown sepenuhnya seperti di Selandia Baru tidak bisa diterapkan di sini, maka apa pun langkah new normal yang diambil, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kebijakan pun harus berlandaskan sains. Karena itulah, pemerintah sebaiknya benar-benar “bersahabat” dengan para peneliti dan juga tim medis.

Kabar bahwa Selandia Baru bebas COVID-19 seharusnya bisa memotivasi kita semua untuk terus menekan penyebaran virus corona di Tanah Air. Jaga diri masing-masing agar kasus positif COVID-19 tak terus melonjak.

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya, gunakan fitur LiveChat 24 jam untuk konsultasi dengan dokter. Untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar