Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Baru Masuk Masa Transisi, Jumlah Pasien Corona Jakarta Meningkat!

Baru Masuk Masa Transisi, Jumlah Pasien Corona Jakarta Meningkat!

Jadi hambatan untuk memulai new normal, di masa transisi ini kasus positif virus corona di Jakarta malah meningkat lagi. Lalu, harus bagaimana?

Istilah new normal atau tatanan hidup normal baru kini sedang ramai dibicarakan. Pasalnya, ini adalah masa di mana kita melanjutkan hidup tetapi ada aturan-aturan khusus – dalam hal ini, protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

Nah, sebelum masuk ke masa tersebut, ada yang namanya masa transisi. Sudah tahu belum?

Masa transisi ini merupakan perpanjangan dari PSBB yang sudah dilakukan sebelumnya. Jika berhasil, maka kita akan masuk ke masa normal baru.

Kalau nggak berhasil? Tidak menutup kemungkinan bahwa masa transisi Jakarta ini dihentikan dan kita kembali ke masa pembatasan berskala besar.

1 dari 4 halaman

Kenaikan Pasien Positif Corona Paling Tinggi di Jakarta

DKI Jakarta sendiri menjadi provinsi yang sedang berada di masa transisi. Beberapa kantor, tempat usaha, dan alat transportasi publik pun sudah beroperasi kembali.

Sayangnya, kasus positif virus corona di Jakarta justru meningkat lagi. Tercatat, Minggu (7/6), ada 160 penambahan kasus baru di Ibu kota!

Di bawah Jakarta, ada Provinsi Jawa Timur dan di posisi tiga ialah Sulawesi Selatan. Lalu, peringkat selanjutnya disusul oleh Papua dan Jawa Tengah. Namun, update terkini pasien sembuh di DKI Jakarta mencapai 294 orang – lebih banyak dari infeksi baru.

Kita juga tidak boleh melupakan banyaknya provinsi yang tidak memiliki kasus baru atau kasus barunya hanya sedikit.

Sebab, itu menandakan bahwa sebagian masyarakat sudah mulai paham dengan pencegahan penularan COVID-19 dan siap melakukan konsep hidup normal baru dengan standar protokol kesehatan.

Artikel Lainnya: Sudah Community Transmission, Harus Screening Masif Virus Corona!

2 dari 4 halaman

DKI Jakarta dan Jawa Timur Masuk dalam Wilayah Bahaya COVID-19

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur telah masuk dalam wilayah berbahaya.

Dengan status tersebut, Gugus Tugas mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menambah 59 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta untuk menangani pasien terpapar virus corona.

Bicara soal ibu kota Jawa Timur, Surabaya, kota tersebut memang sempat disebut sebagai zona hitam (meski sebenarnya merah tua, bukan hitam).

Ketika kota tersebut menjadi wilayah berbahaya karena banyak sekali kasus positif virus corona-nya, maka penerapan masa transisi dan normal baru tidak bisa diterapkan. Kalaupun masuk masa transisi, pasti masyarakatnya banyak yang cemas.

Hal itu dibenarkan pula oleh dr. Devia Irine Putri. Kepada KlikDokter, ia mengatakan, “Salah satu syarat new normal, kan, harus mengendalikan COVID-19. Kalau sekarang ini kurvanya naik terus dan belum dikendalikan, jadinya agak waswas juga kalau sudah mulai diterapkan normal baru.”

Artikel Lainnya: WHO Buat New Normal pada Masa Pandemi Virus Corona

3 dari 4 halaman

Pendapat Dokter soal Kondisi Jakarta

Sebenarnya, dari 34 provinsi, Jakarta mencatat pertumbuhan angka kesembuhan terbanyak yaitu 294 orang (7/6). Alhasil, total pasien COVID-19 yang sudah sembuh di DKI Jakarta mencapai 3.130 orang.

Dokter Devia mengatakan, peningkatan angka kesembuhan di suatu wilayah itu merupakan hal yang wajar. “Tapi, kalau jumlah kasus positifnya juga semakin banyak, artinya penyebarannya belum terkendali secara maksimal.”

Bila kondisinya seperti itu, apakah daerah seperti Jakarta tetap bisa melakukan masa transisi menuju era normal baru?

“Untuk saat ini, jawabannya 50:50 kalau itu. Kalau kita sama-sama disiplin, menaati peraturan dan protokol kesehatan, saya optimis Jakarta bisa terkendali infeksinya dan bisa lanjut ke new normal,” jelas dr. Devia.

Bisa dibilang, masa transisi Jakarta ini adalah masa penentu. Jika gagal akibat infeksi virus corona yang terus meningkat, maka semuanya mesti ditutup lagi.

Jika berhasil, maka penerapan tatanan hidup normal baru bisa dilakukan. Semoga saja opsi kedua yang terwujud, ya!

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Bila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19, gunakan fitur LiveChat 24 jam untuk konsultasi dengan dokter. Untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar