Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penumpang Kereta Wajib Pakai Face Shield, Ampuhkah Cegah Virus Corona?

Penumpang Kereta Wajib Pakai Face Shield, Ampuhkah Cegah Virus Corona?

Tak cuma harus pakai masker untuk mencegah virus corona saat naik kereta, penumpang juga diwajibkan pakai face shield. Apa manfaatnya sebagus itu?

Beberapa wilayah di Indonesia bersiap melakukan new normal COVID-19. Transportasi umum untuk bepergian jauh pun sudah beroperasi lagi. Khusus untuk kereta api, penumpang transportasi ini juga harus pakai face shield selain masker.

Lalu, apa sebenarnya manfaat face shield? Apa lebih ampuh untuk mencegah virus corona menyebar di suatu area?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya Anda ketahui dulu soal aturan naik kereta saat PSBB. Jangan sampai saat sudah sampai stasiun dan siap naik, Anda justru tidak diperbolehkan masuk karena tidak mengetahui peraturan terbaru!

 

1 dari 4 halaman

Aturan Naik Kereta Api Jarak Jauh Terbaru saat New Normal

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan pedoman new normal dalam pelayanan penumpang. Aturan tersebut berlaku untuk kereta penumpang dan kereta barang.

VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus mengatakan new normal menjadi bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan.

"Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar COVID-19 pada masa new normal," kata Joni kepada awak media beberapa hari lalu.

Agar lebih jelas, berikut sejumlah peraturan yang mesti ditaati oleh penumpang kereta api:

  1. Pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online melalui aplikasi KAI Access, web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya.
  2. Loket hanya difungsikan untuk pembelian go show. Pembelian go show dilayani tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta.
  3. Masyarakat yang memasuki area stasiun diwajibkan memakai masker dan bersuhu tubuh kurang dari 37,3 derajat Celsius.
  4. Saat proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas yang berjaga. Jika telah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.
  5. Selama perjalanan, penumpang wajib memakai masker dan mengenakan face shield yang disediakan oleh PT KAI. Face shield wajib dipakai penumpang sampai keluar dari area stasiun kedatangan.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

  1. Untuk memastikan kesehatan penumpang, petugas akan mengukur suhu badan penumpang di atas kereta setiap 3 jam sekali.
  2. Jika ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala COVID-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.
  3. Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, KAI akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan.
  4. Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian menggunakan disinfektan.
2 dari 4 halaman

Aturan Naik KRL Terbaru Saat New Normal

Lalu, bagaimana dengan aturan naik KRL? Apakah sama dengan aturan kereta jarak jauh? Ternyata, aturannya agak berbeda.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengeluarkan aturan baru bagi pengguna KRL selama era new normal. Aturan baru ini dibuat untuk mencegah virus corona menyebar di dalam transportasi tersebut.

Ada pun aturan yang dimaksud antara lain:

  1. Penumpang dilarang berbicara di dalam kereta, baik secara langsung maupun via telepon genggam.
  2. Para pedagang dilarang berjualan selama jam-jam sibuk (pukul 04.00-08.00 WIB) dan jam pulang kerja.
  3. Lansia boleh menggunakan KRL pada jam-jam tertentu (bukan jam sibuk), yakni antara pukul 10.00-14.00 WIB.
  4. Anak balita di bawah usia 5 tahun untuk sementara waktu dilarang naik KRL.
  5. Pengguna KRL dianjurkan untuk menghindari transaksi tunai dan beralih sepenuhnya pada transaksi non-tunai guna mencegah penyebaran virus corona.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

3 dari 4 halaman

Apakah Manfaat Face Shield Lebih Ampuh Ketimbang Masker?

Dari banyaknya peraturan di atas, ada satu hal yang cukup menarik perhatian, yaitu penggunaan face shield.

Beberapa orang masih belum tahu apa sebenarnya manfaat face shield ini. Bahkan, ada yang menilai bahwa anjuran ini berlebihan karena toh sudah pakai masker.

Menanggapi hal tersebut, begini penjelasan dr. Alvin Nursalim, Sp. PD kepada KlikDokter. Menurutnya, prinsip penggunaan face shield adalah meminimalkan paparan droplet dari orang lain.

“Dengan menggunakan face shield, tentunya paparan droplet yang menyentuh muka kita bisa dikurangi lebih lanjut,” katanya.

“Semua protokol kesehatan harus dilakukan secara berbarengan untuk semakin meminimalkan kemungkinan tertular, ya. Saya pribadi merasa, face shield itu terjangkau. Bahkan, bisa dibuat sendiri dan tidak mengganggu kenyamanan secara signifikan. Jadi, anjuran tersebut memang baik,” dr. Alvin melengkapi.

Sama seperti masker, manfaat face shield memang untuk menangkal droplet bervirus dari orang bersin atau batuk.

Masker kain banyak yang tidak tahan air. Nah, dengan menggunakan face shield, itu bisa membuat masker serta hidung dan mulut Anda lebih aman.

Tak cuma melindungi masker, hidung, dan mulut, face shield juga bisa melindungi bagian mata. Virus dari droplet juga bisa masuk lewat mata yang tidak terlindungi.

Dengan adanya lapisan plastik atau kaca mika, mata jadi lebih aman. Intinya, selain cara pakainya yang mudah, dr. Alvin mengatakan kalau pakai face shield bagai mendapatkan double protection.

Bila konteksnya bukan di kereta api dan kebetulan tidak punya face shield, Anda bisa menggunakan kacamata untuk meminimalkan percikan droplet dari orang lain.

Penggunaan face shield saat naik kereta api jarak jauh ampuh mencegah virus corona. Tak usah bingung mau pakai face shield atau masker, karena dua-duanya dianjurkan.

Patuhilah aturan naik kereta saat PSBB dan saat new normal berlangsung. Patuhi peraturan tersebut agar semua pihak terlindungi.

Bila ingin memeriksakan diri terkait COVID-19, KlikDokter bersama Kemenkes RI dan BNPB menyediakan layanan cek risiko virus corona online dan rapid test yang bisa Anda manfaatkan.

Ingin konsultasi kesehatan dengan dokter? Pakai fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar