Sukses

Pandemi Virus Corona, Ibadah Haji 2020 Resmi Ditiadakan

Tidak hanya larangan mudik yang ditetapkan, tapi Ibadah haji 2020 juga resmi ditiadakan akibat pandemi virus corona

Tahun 2020 memang dipenuhi dengan ‘kejutan’, terutama jika berhubungan dengan pandemi virus corona yang sedang dihadapi oleh seluruh dunia. Salah satu kabar yang kembali buat heboh adalah ibadah haji tahun 2020 resmi ditiadakan. Ini dilakukan guna mencegah peningkatan kasus virus corona di Indonesia.

Ibadah Haji 2020 Resmi Ditiadakan

Merangkum berbagai sumber, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji 2020 ke Arab Saudi di tengah pandemi virus corona. Kabar ini juga diinformasikan langsung oleh Menteri Agama, Fachrul Razi.

Fachrul mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian dengan sejumlah pihak.

Pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya memang memutuskan untuk menunggu kejelasan dari pihak Arab Saudi untuk menentukan haji tahun 2020.

Mulanya, Indonesia memberi waktu hingga akhir April. Namun, pada 29 April lalu, pihak dari Arab Saudi pun tak kunjung memberi kabar.

Akhirnya, Kemenag mengundur batas waktu hingga 20 mei dan lagi-lagi hal yang sama terjadi. Pihak Saudi tidak juga memberikan kabar. Karenanya, Presiden Joko Widodo langsung menelpon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk meminta kepastian akan pemberangkatan jemaah haji.

Dikutip CNN, Fachrul menyebut bahwa pemerintah Arab Saudi mulai melakukan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2020. Kondisi persiapan inilaj yang membuat pemberangkatan haji jadi ditunda.

Persiapan ini pun sudah terpantau sejak Sabtu (17/5) lalu. Ia mengatakan, dari pantauan pihaknya, terlihat sudah ada pendirian tenda-tenda untuk jemaah haji di Arafah.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 3 halaman

Mengapa Ibadah Haji Belum Bisa Dilakukan?

Bukan dilarang untuk selamanya, tapi memang ada beberapa alasan yang jadi pertimbangan mengapa ibadah haji belum bisa dilakukan. Salah satunya karena jumlah orang positif corona di Saudi semakin meningkat setiap harinya.

Mengutip English Alarabiya, Departemen Kesehatan Arab Saudi menginformasikan bahwa ada penambahan jumlah kasus sebanyak 1.877 dalam waktu 24 jam terakhir. Kini jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Kerajaan Saudi  menjadi 85.261.

Jumlah kasus tertinggi dilaporkan di Jeddah, di mana 586 kasus terdeteksi. Ibukota Riyadh mencatat 504 kasus baru, sementara kasus-kasus lain dikonfirmasi di kota-kota dan provinsi lain di sekitar Arab Saudi. Dua puluh tiga orang meninggal karena virus di negara itu, yang mana membuat jumlah kematian terkait virus menjadi 503.

Sementara itu, 3.559 orang pulih dari coronavirus dalam 24 jam terakhir dan meningkatkan jumlah total pasien sembuh di negara itu menjadi 62.442.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr. Tawfiq al-Rabiah, pada hari Sabtu mengatakan bahwa lebih dari 70 persen kasus di Kerajaan Arab Saudi telah berhasil diatasi sejauh ini. Keberhasilan ini adalah hasil dari protokol perawatan negara tersebut.

"Kami memiliki protokol perawatan yang dikembangkan oleh para ahli Saudi. Protokol-protokol ini terus diperbarui dengan perkembangan global baru yang terkait dengan perawatan dan prosedur,"  kata dr. Al-Rabiah.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 3 halaman

Tips Atasi Rasa Kecewa Karena Belum Jadi Berangkat Haji

Menunaikan ibadah haji di Tanah Suci tentu jadi impian bagi hampir seluruh umat Islam di dunia, termasuk Indonesia.

Dengan penundaan haji tahun 2020, tentu banyak calon jamaah yang merasa kecewa dan sedih. Bahkan tidak sedikit juga orang yang mungkin merasa stres karena impiannya harus tertunda sekarang.

Memiliki rasa kecewa dan sedih adalah hal yang wajar, tapi ini tidak boleh dilakukan secara berlarut-larut karena bisa menimbulkan kecemasan dan depresi.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog menjelaskan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa kecewa akibat ibadah haji yang ditunda, yaitu dengan:

  1. Pahami situasinya

Ibadah haji memang jadi impian bagi banyak umat Islam. Tapi sebelum Anda memutuskan untuk menunaikan ibadah haji, Anda perlu pahami terlebih dahulu kondisi yang sekarang sedang dihadapi oleh dunia.

Jika memang kondisinya tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji, maka Anda perlu bersikap ikhlas dan memahami dampak yang bisa terjadi jika Anda tetap memaksakan untuk menunaikan ibadah haji.

  1. Ambil Dampak Positifnya

Tidak pergi ibadah haji bukan berarti Anda tidak mendapatkan hikmah positif. “Coba deh kita ambil dari sisi positifnya, Anda jadi bisa melindungi keluarga Anda dari penyakit yang mematikan. Anda bisa lebih dekat lagi dengan keluarga, dan komunikasi yang dibangun juga semakin erat. Jadi jangan langsung marah, kecewa dulu jika ibadah haji ditunda. Karena penundaan ini akan ada hikmah dan dampak positifnya,” ujar Ikhsan.

  1. Perbanyak Ibadah di Rumah

“Ibadah Haji itu kan sebenarnya melakukan ibadah di tanah suci. Kalau memang tidak bisa melakukan ibadah haji, coba perbanyak lagi ibadah di rumah. Perbanyak juga ngajinya. Jadi pahala dan hikmah yang didapat tentu sama. Sehingga, jangan karena tidak ada ibadah haji, Anda jadi kecewa dan malas untuk ibadah di rumah,” tutupnya.

Nah, jika Anda adalah dari banyak orang yang tidak jadi ibadah haji tahun ini, jangan kecewa! Tetap ambil hikmahnya, dan pahami bahwa ini adalah virus corona adalah kondisi gawat darurat yang bisa menyebabkan kematian pada keluarga Anda.

Apabila ingin tahu cara atau informasi lebih lanjut tentang mengatasi kecewa akibat ibadah haji yang dibatalkan, Anda bisa konsultasi ke dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Salam sehat!

(OVI)

0 Komentar

Belum ada komentar