Sukses

AS Membara, George Floyd Tewas karena Sesak Napas

Demo besar-besaran terjadi di AS akibat seorang polisi yang membunuh pria berkulit hitam di Minneapolis, apa yang terjadi pada tubuh korban hingga bisa tewas?

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan kasus kematian pria berkulit hitam di Amerika Serikat bernama George Floyd (46) yang tewas di tangan seorang polisi. George tewas usai lehernya ditekan oleh lutut polisi bernama Derek Chauvin, salah satu dari empat polisi Minneapolis yang menahannya.

Kronologi Penangkapan dan Tewasnya George Floyd

Dilansir dari The New York Times, George ditangkap karena diduga melakukan transaksi dengan uang palsu senilai US$ 20 atau kurang lebih setara dengan Rp289.000, pada Senin (25/5) lalu. 

Penangkapan ini direkam oleh banyak orang yang sedang lalu lalang. Terlihat jelas bahwa Derek sedang menekan leher George, di mana ia sedang diborgol dan tengkurap di pinggir jalan. 

Dalam video itu pun, George terlihat merintih kesakitan sambil sesekali meminta tolong dan mengeluhkan tidak bisa bernapas dan mengalami nyeri pada bagian perut. 

Beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu memaksa polisi untuk menghentikan aksinya. Tapi, polisi lainnya justru menghalangi dan kembali meneriaki masyarakat.

Setelah George tidak lagi bergerak dan tampak tidak bernapas, ia langsung dibawa ke Hennepin County Medical Center. Naasnya, nyawanya tidak terselamatkan. 

Akibat kejadian ini, banyak pihak yang marah dan justru melakukan demo besar-besaran yang memicu kerusuhan besar di Minneapolis. Semakin banyak pula kota yang ikut membela dan menuntut keadilan dengan menuliskan “Black Lives Matter”. 

Artikel lainnya: 10 Penyebab Anda Sering Sesak Napas

1 dari 4 halaman

Diduga Tewas karena Tercekik

Autopsi pribadi oleh dokter yang disewa keluarga George menentukan bahwa ia meninggal bukan hanya karena tercekik saat lutut menekan leher George, tetapi juga karena dua petugas lainnya yang juga memberikan tekanan pada punggungnya. 

Penyebab kematiannya (menurut autopsi pribadi) adalah asfiksia (kondisi saat pasokan oksigen menurun atau terhenti). Kasus ini termasuk ke dalam pembunuhan. 

Dengan kata lain, jantung George berhenti berdetak dan paru-parunya berhenti menghirup udara saat lehernya ditekan dengan lutut Derek. 

Meski begitu, hasil autopsi ini masih belum diketahui jelas. Karena, ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa kematian George bukan disebabkan oleh asfiksia, melainkan karena penyakit jantung, penyakit arteri koroner, dan hipertensi

Melansir Insider, keluhan yang diajukan oleh Kantor Kejaksaan Kabupaten Hennepin juga mengutip laporan autopsi awal yang menunjukkan bahwa tidak ada temuan fisik yang mendukung diagnosis asfiksia traumatis atau pencekikan.

Laporan itu mengatakan, itu adalah efek gabungan pada George yang ditahan oleh polisi dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Ketika meninggal, George ditemukan memiliki riwayat jantung, hipertensi, dan kerusakan pada arteri koroner. 

2 dari 4 halaman

Dampak Tercekik pada Tubuh

Walau belum ada hasil autopsi yang pasti, pada dasarnya seseorang yang tercekik dalam waktu lama memang bisa berujung pada kematian. 

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, orang yang tidak mendapat oksigen selama 4-5 menit akan mengalami kematian pada otaknya. 

“Umumnya, ketika seseorang tidak mendapat oksigen selama satu menit, maka ia akan merasa lemas dan sulit bergerak. Tapi jika sudah lebih dari 1 menit bahkan bisa 5 menit ke atas, maka akan ada kematian pada otak. Bukan mati karena ada sumbatan pembuluh darah, tapi karena organ vital (otak, jantung, paru) tidak dapat oksigen. Akibatnya jadi tidak berfungsi,” jelas dr. Devia. 

Artikel lainnya: Mengapa Sesak Napas Menjadi Pertanda Serangan Jantung?

3 dari 4 halaman

Pertolongan Pertama pada Orang Tercekik

Untuk pertolongan pertama orang tercekik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Berikut langkah-langkahnya menurut dr. Devia: 

  • Pindahkan orang yang tercekik ke tempat yang lebih aman. Pastikan Anda juga sedang berada dalam kondisi yang aman.
  • Cek dulu apakah orang tersebut masih bernapas atau tidak, dan cek detak jantungnya.
  • Pastikan orang tersebut memiliki udara yang cukup untuk bernapas dan tidak dikelilingi banyak orang.
  • Segera hubungi petugas medis terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
  • Kalau memang masih ada napasnya tapi tidak ada denyut nadi, maka lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Ini merupakan langkah pertolongan medis untuk mengembalikan fungsi napas dan/atau sirkulasi darah di dalam tubuh yang terhenti.
  • Jika tidak ada napas dan tidak ada denyut nadi, maka segera lakukan resusitasi jantung paru juga.

Untuk tindakan RJP, sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah pernah menjalani pelatihan yang memadai. Sebab, perlu kehati-hatian ekstra dalam melakukan cara pertolongan ini.

Bila Anda ingin tahu lebih lanjut seputar RJP dan pertolongan pertama pada kecelakaan lainnya, tanya pada dokter lewat Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR)

0 Komentar

Belum ada komentar