Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Adiknya Positif COVID-19, Via Vallen Sekeluarga Dikucilkan Tetangga

Adiknya Positif COVID-19, Via Vallen Sekeluarga Dikucilkan Tetangga

Curhat di Instagram story, Via Vallen mengaku dikucilkan oleh tetangga karena adiknya positif terinfeksi virus corona. Simak cerita selengkapnya di sini.

Virus corona masih sering dianggap aib oleh kebanyakan orang. Tidak sedikit yang menganggap bahwa pasien positif virus corona adalah orang yang harus dikucilkan, diusir, bahkan dikecam oleh banyak orang.

Sama halnya dengan keluarga Via Vallen. Ia sekeluarga jadi dikucilkan oleh tetangga karena adiknya positif virus corona.

Adik Via Vallen Awalnya Didiagnosis Mengalami Pneumonia

Sebelum dinyatakan positif virus corona, adik Via Vallen sempat dinyatakan menderita pneumonia.

Pada 28 April lalu, keluarga Via melakukan check-up, dan pengecekan ini tidak ada hubungannya dengan tes virus corona. Dari hasil check-up itu, diketahui bahwa adik Via menderita pneumonia.

Meski begitu, karena perasaan khawatir, adik Via dibawa ke rumah sakit rujukan COVID-19 untuk menjalani rapid test. Setelah menunggu satu jam, hasilnya pun negatif.

Namun, karena menurut Via salah satu gejala virus corona adalah pneumonia dan di rumah ada juga orang tua yang sakit, maka ia meminta adiknya untuk melakukan tes swab.

Tes swab ini dilakukan selisih satu jam dari rapid test. Mereka pun menunggu hasilnya selama kurang lebih sepuluh hari.

Setelah menunggu sepuluh hari, pada 7 Mei, hasil tes swab yang dilakukan pun keluar. Adik Via Vallen dinyatakan positif virus corona.

1 dari 5 halaman

Hasil Rapid Test Sempat Dinyatakan Negatif

Seperti yang disebutkan sebelumnya, saat menjalani rapid test, adik Via Vallen memang dinyatakan negatif virus corona. Tapi, setelah melakukan tes swab, hasilnya justru berbanding terbalik.

Lantas, apakah semua rapid test tidak memiliki hasil yang akurat? Perlukah masyarakat melakukan rapid test bila hasilnya tidak akurat?

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, rapid test memang bukan jadi standar baku untuk pengecekan diagnosis COVID-19.

Rapid test hanya skrining cepat. Sensitivitasnya berkisar di 88,6% dan spesivisitasnya 90,6%. Kalau paling benar memang harus di-tes swab. Kalau hasil rapid test pertama negatif, maka harus diulang lagi sepuluh hari kemudian.

Kalau masih negatif, berarti itu bukan COVID-19. Tapi kalau hasilnya positif, maka orang tersebut harus segera melakukan swab test dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ujar dr. Devia.

“Bukannya tidak boleh melakukan rapid test, tapi bila Anda masih tidak yakin dengan hasilnya, maka swab test perlu dilakukan. Karena bagaimanapun, swab test memiliki hasil yang akurat karena langsung dicek di laboratorium,” lanjutnya.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 5 halaman

Adiknya Masih “Bandel”, Rumah Via Vallen Disambangi Polisi

Melansir Liputan6, setelah mengetahui adiknya positif virus corona, tidak hanya dinas kesehatan setempat saja yang mengawasi kondisi adik Via Vallen. Beberapa waktu lalu, satpol PP hingga polisi juga sempat menyambangi rumah Via.

Ini dikarenakan adik Via masih sering beraktivitas di sekitar kediamannya dan akhirnya dilaporkan ke puskesmas setempat. Padahal, tidak ada niatan untuk adiknya berkeliaran di luar rumah. Hal ini dilakukan karena adik Via Vallen masih harus bolak-balik dari rumah lama ke rumah baru.

Menanggapi hal ini, dr. Devia mengatakan, apa pun yang menjadi alasan adik Via Vallen untuk pergi ke luar rumah, dirinya tetap harus mengikuti protokol yang ada dan melakukan isolasi mandiri selama dua minggu.

“OTG (orang tanpa gejala) yang justru berbahaya, karena merasa dirinya sehat dan bisa pergi-pergi. Padahal, ia infeksius dan mudah menularkan ke orang lain, terutama lansia dan anak anak.

Seharusnya, kalau memang OTG, ia harus ada di rumah dan isolasi mandiri. Kalau jalan-jalan terus, ya, penyebaran akan semakin luas, lalu semakin banyak yang terinfeksi. Jumlah kasus kita bertambah terus,” kata dr. Devia.

3 dari 5 halaman

Via Vallen Sekeluarga Dikucilkan Tetangga

Setelah hasil swab test keluar, ada pihak dinas kesehatan setempat yang melaporkan ke RT, bahwa mereka ingin membantu untuk mengawasi adik Via.

Tidak lama setelah adik Via dinyatakan positif, banyak tetangga yang rupanya justru menjauhi dan mengucilkan keluarga Via. Hal ini pun sempat diunggah dalam Instagram story Via (yang telah dihapus).

Tidak hanya dijauhi, Via juga mengaku rumahnya mau didemo warga karena adiknya terjangkit virus corona. Karena inilah dirinya menganggap bahwa kasus ini sudah sangat keterlaluan.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

 

4 dari 5 halaman

Tetangga Via Vallen Jadi Paranoid, Wajarkah?

Bukan tanpa alasan, tetangga yang menjauhi keluarga Via mungkin merasa parno dan takut ikut tertular virus corona dari adik Via. Namun, wajarkah seseorang bila jadi parno seperti itu?

Menghubungi Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, dirinya menjelaskan bahwa memiliki rasa parno atau takut tertular adalah hal yang wajar.

“Virus corona ini penyebarannya cepat dan bisa menular ke siapa saja. Jadi sebenarnya wajar saja bila tetangganya jadi parno dan takut tertular virus corona dari adik Via Vallen. Namun, sikap mengucilkan dan menjauhi keluarga Via seakan-akan mereka adalah parasit, tentu tidak wajar,” jelas Ikhsan.

Menurutnya, aksi ingin demo dan langsung kabur ketika melihat keluarga Via Vallen adalah tindakan yang keterlaluan dan kurang bermoral.

“Disebutkan kalau mereka ini sudah melakukan isolasi mandiri selama empat belas hari. Lalu tinggal menunggu hasil tes lagi, apakah adiknya benar-benar sudah negatif atau belum. Tetangga harusnya bersikap empati, bukan mengucilkan atau justru berniat mendemo.

Mungkin beda cerita bila adiknya ini tidak mengikuti aturan yang ada. Tapi, kan, sudah diberitakan bahwa seluruh keluarganya telah mengikuti protokol yang ada,” kata Ikhsan.

Sebagai penutup, Ikhsan menjelaskan bahwa bersikap paranoid itu wajar untuk dirasakan. Tapi, bila berlebihan bahkan sampai merugikan orang lain atau mengurangi rasa empati, itu sudah kelewat batas.

Lebih baik, periksa kondisi pribadi Anda! KlikDokter menyediakan cek risiko virus corona online dan rapid test untuk bantu memeriksa gejala.

Ingat, terkena COVID-19 bukanlah sebuah aib. Mari sama-sama kita perangi wabah ini dengan menjaga kesehatan dan disiplin dalam protokolnya. Bila ingin konsultasi mudah dengan dokter, pakai saja fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR)

0 Komentar

Belum ada komentar