Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hati-Hati, Pasien Virus Corona Bisa Alami Pembekuan Darah Misterius

Hati-Hati, Pasien Virus Corona Bisa Alami Pembekuan Darah Misterius

Tingkatkan risiko pembekuan darah, virus corona tidak boleh dianggap remeh! Ini bahaya yang bisa dialami jika terjadi pembekuan darah.

Seiring berjalannya waktu, temuan demi temuan tentang virus corona semakin banyak. Jika sebelumnya virus corona diketahui dapat memperburuk kondisi paru-paru manusia, kini penelitian terbaru menyebut virus corona bisa memperburuk kondisi pembekuan darah.

Pembekuan Darah Akibat Virus Corona Bisa Sebabkan Kematian

Virus corona memang bisa menyebabkan berbagai efek pada tubuh manusia. Umumnya, seseorang akan merasakan sesak napas, demam, batuk, dan flu yang tidak berkesudahan.

Namun tahukah Anda, virus corona juga bisa menyebabkan masalah berbahaya lainnya seperti pembekuan darah.

Mengutip dari laman The Hindu, penelitian terbaru menemukan bahwa virus corona bisa menyebabkan pembekuan darah atau penggumpalan darah pada pasien positif COVID-19.,

“Para peneliti telah melihat adanya gumpalan besar di kaki dan di pembuluh besar paru-paru. Pasien dengan COVID-19 akan memiliki efek mikro-trombotik atau pembekuan kecil yang terjadi,” ungkap  Matthew Heinz, dokter spesialis penyakit dalam di Tucson Medical Center.

Di India, pasien dengan COVID-19 datang ke rumah sakit dengan kadar d-dimer yang tinggi, dan ini sebagai penanda umum bagi trombosit pada pembuluh darah.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki tingkat d-dimer sangat tinggi, akan lebih rentan terhadap komplikasi pernapasan yang parah dan kematian.

Studi yang sama juga mengatakan, hampir sepertiga dari pasien COVID-19 dalam perawatan intensif mengalami pembekuan darah. Para peneliti mengatakan adanya kemungkinan bahwa gumpalan ini bisa jadi tanda dari penyakit lain.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 3 halaman

Mengapa Pembekuan Darah Membuat Pasien Virus Corona Jadi Fatal?

Penelitian lain yang dilansir dari MedicineNet, menunjukan hasil perbandingan antara 7 pasien yang meninggal akibat virus corona, dan 7 pasien yang meninggal dengan paru-paru yang sehat.

Hasilnya mengatakan, bahwa virus corona akan menyerang lapisan pembuluh darah yang disebut dengan endotelium.

Kerusakan endotelium ini nantinya akan meningkatkan gumpalan darah dan membuat pembuluh darah jadi tidak berfungsi dengan baik

Dokter juga telah melaporkan, darah pasien COVID-19 mudah mengalami pengentalan dan membuatnya sulit untuk memberikan obat-obatan cairan.

Gumpalan darah pada pasien COVID-19 juga tampaknya membuat mereka berisiko tinggi mengalami masalah seperti serangan jantung dan stroke.

Bahkan, ketika dilihat di bawah mikroskop, paru-paru pasien COVID-19 dipenuhi dengan gumpalan mikro kecil gelap.

Dengan bekuan darah yang tersumbat dari pasokan darah paru-paru, pembuluh-pembuluh kecil ini akan menghambat laju oksigen dan buat seseorang jadi lebih sulit untuk bernapas. Alhasil, risiko kematian akan lebih tinggi.

Dokter Devia Irine Putri juga menuturkan hal serupa, “Pada pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin, jumlah pembekuan darah ini lah yang akan tinggi.

Pembekuan darah itu kan berkaitan dengan adanya faktor-faktor proinflamatori seperti interleukin, dan sitokin. Jadi pasien dengan sitokin ini, yang akan berisiko tinggi.”

Sedangkan untuk risiko kematian akibat pembekuan darah sendiri, sebenarnya lebih disebabkan karena adanya thrombotic microangiopathy, yaitu pembuluh darah yang membeku dan berbentuk titik-titik kecil.

“Jika pembekuan darah ini lepas dan tersumbat ke otak, maka akan menyebabkan stroke. Jika pembekuannya terlepas ke jantung, maka mungkin bisa terjadi serangan jantung mendadak. Dan apabila pembekuan ini terlepas ke paru-paru, maka akan menyebabkan emboli paru,” ujar dr. Devia.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 3 halaman

Pembekuan Darah Sulit Didiagnosis

Mendiagnosis pembekuan darah pada pasien COVID-19 memang sulit untuk dilakukan. Sebab, gejala infeksi paru yang memburuk bisa sangat mirip dengan gejala emboli paru.

Lalu, virus corona bisa memengaruhi tes laboratorium yang digunakan untuk mendiagnosis gumpalan darah vena.

Meski begitu, dr. Devia mengatakan, bahwa pembekuan darah sendiri bisa dideteksi dari gejala-gejala yang dialami oleh pasien COVID-19.

“Jika pasiennya mudah memar, mudah mimisan, dan mengalami perdarahan hebat meski hanya tergores kecil, maka ini bisa jadi tanda seseorang alami pembekuan darah.” kata dr. Devia.

“Lalu, sendi bengkak dan nyeri juga bisa jadi gejala lainnya seseorang alami pembekuan darah. Ini karena perdarahan akan merembes sampai ke sendi, sehingga menimbulkan rasa sakit,” tambah dr. Devia.

“Bisa dicek juga pakai laboratorium dari cek darah. Dilihat juga faktor-faktor pembekuannya seperti PT, APTT, dan agregasi trombosit nya,” lanjutnya.

Sampai saat ini, pembekuan darah memang hanya menjadi masalah pada orang-orang dengan gejala COVID-19 yang parah.

Namun, jika Anda bukan pasien COVID-19, tidak ada salahnya untuk melakukan upaya pencegahan pembekuan darah dengan berjalan santai di dalam rumah, melakukan peregangan secara rutin, dan bergerak aktif setiap harinya meski hanya berada di dalam rumah

Jika ada gejala-gejala mencurigakan dari pembekuan darah, Anda bisa langsung konsultasikan pada dokter spesialis via LiveChat di aplikasi KlikDokter. Salam sehat!

(OVI/AYU)

1 Komentar