Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 3 Cara Jelaskan Konsep New Normal Pandemi COVID-19 pada Anak

3 Cara Jelaskan Konsep New Normal Pandemi COVID-19 pada Anak

New normal di masa pandemi COVID-19 menjadi satu pilihan. Mari ketahui cara efektif jelaskan pada anak, apa itu new normal.

Belakangan ini, istilah "new normal" mendadak hits. Dua kata tersebut jadi tren usai Presiden Jokowi mengatakan bahwa masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan COVID-19 agar tetap produktif.

Pada pernyataan resmi di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengisyaratkan agar masyarakat perlu membentuk kenormalan baru atau disebut new normal dalam aktivitas mereka.

Itu artinya, kebiasaan-kebiasaan yang dulu lazim dilakukan, harus dihentikan. Kebiasaan baru harus diciptakan demi beradaptasi dengan situasi pandemi saat ini.

Terlebih lagi, WHO sudah menyatakan kalau virus corona kemungkinan besar tidak akan pergi.

Bagi orang dewasa, hal ini mungkin lebih mudah diterima dan dipahami. Namun, bagaimana dengan anak-anak? Bagaimanakah cara orang tua memberi pengertian pada anak soal new normal?

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Cara Menjelaskan New Normal pada Anak

Meskipun akan butuh usaha lebih dan sedikit kesabaran, kehidupan new normal bisa kok dipahami si Kecil dengan baik. Nah, sebagai orang tua, Anda bisa gunakan tiga cara memberi pemahaman pada anak terkait konsep normal baru:

1. Berikan Pertanyaan Pendahuluan

Anda bisa menjelaskan new normal didahului dengan pertanyaan pembuka. Pancing anak soal virus corona dan bagaimana mereka selama ini di rumah saja.

"Berikan pertanyaan dulu pada anak, tanyakan bagaimana selama ini di rumah saja, apa rasanya. Tanyakan juga pandangannya soal virus corona. Setelah itu, baru jelaskan new normal itu apa, kira-kira ke depan rutinitas apa yang bisa dilakukan dalam new normal ini," kata psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi.

2. New Normal Bukan Hal Negatif

Ikhsan mengungkapkan bahwa dalam menjelaskan new normal, sebisa mungkin jangan menyiratkan bahwa hal ini adalah negatif. Jelaskan bahwa new normal untuk kondisi saat ini adalah hal yang baik. 

"Lalu, sebisa mungkin kontrol emosi kita. Jangan sampai menunjukkan ekspresi cemas, nanti anak malah menangkap bahwa new normal adalah sesuatu yang mengkhawatirkan," kata Ikhsan.

3. Cari Pertolongan Lewat Tayangan

Susah menjelaskan pada si Kecil? Tidak ada salahnya mencari bantuan lewat tayangan, misalnya via Youtube. Akan tetapi, sebagai orang tua Anda harus menemani dan mengawasi apa yang anak tonton soal new normal.

"Nanti ada penjelasan new normal, sebisa mungkin cari yang kartun. Biasanya kalau lewat audio visual, apalagi kartun, anak bisa lebih mudah memahami," jelas Ikhsan.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Dampak New Normal bagi Anak

Segala sesuatu yang baru pasti punya dampak pada diri manusia, apalagi itu anak-anak. Dunia anak adalah bermain. Nah, situasi “kenormalan baru” bisa jadi akan membatasi mereka dalam bermain dan bersosialisasi.

Selain itu, aktivitas yang lebih banyak di rumah juga mungkin bisa membuat mereka bosan. Hal ini perlu diantisipasi oleh orang tua.

Ikhsan pun sepakat dengan hal ini. Menurutnya, new normal ini memang bisa memberikan dampak negatif pada anak. Mereka bisa stres karena lebih banyak di rumah, belum lagi gangguan tidur yang mungkin saja dialaminya.

"Si Kecil bisa stres, cemas, bahkan sampai memengaruhi pola tidur si Kecil. Pola tidur bisa terganggu karena semua orang punya jam tidur bawaan. Saat anak tinggal di dalam ruangan terus, otak tidak menerima isyarat eksternal, seperti sinar matahari. Itu bisa kacaukan pola tidurnya,” tutur Ikhsan.

Itu sebabnya, orang tua harus mengambil peran aktif soal ini. Redam dampak kecemasan dan stres pada anak supaya mereka tetap bisa ceria.

3 dari 4 halaman

Adakah yang Dikhawatirkan Anak Terkait New Normal?

Sesuatu normal kalau anak-anak kemudian khawatir pada kebiasaan baru. Semua bisa terasa asing dan bahkan membingungkan bagi anak.

Misalnya, dulu si Kecil bebas bermain di rumah temannya, tapi kini tidak boleh demi menjaga social distancing.

Awalnya mungkin mereka akan protes dan kesal. Itu normal, tapi Anda sebagai orang tua harus terus memberikan dukungan pada anak di masa peralihan menuju new normal ini.

"Bisa muncul rasa khawatir. Tapi balik lagi, orang tua harus memberikan dukungan pada si Kecil. Jangan sampai di dalam rumah itu buat anak itu tidak nyaman. Nantinya malah bisa timbul masalah lain pada anak," pungkas Ikhsan.

Penyesuaian-penyesuaian untuk mencapai kenormalan baru memang diperlukan demi bisa hidup berdampingan dengan COVID-19.

Awalnya, mungkin berat bagi anak, tapi dengan tiga cara di atas, Anda bisa lebih mudah menjelaskan agar mereka lebih paham.

KlikDokter bersama dengan Kemenkes RI dan BNPB merilis cek risiko virus corona online dan rapid test gratis yang bisa Anda manfaatkan.

(HNS/AYU)

1 Komentar