Sukses

Anak Batuk Pilek Saat Puasa? Atasi dengan Ini!

Anak-anak umumnya mudah terserang batuk pilek. Di bulan puasa ini, adakah cara mengatasi batuk pilek pada anak tanpa harus minum obat?

Tidak hanya orang dewasa, umumnya anak-anak juga bersemangat saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Biasanya, orang tua mulai melatih anak berpuasa pada usia 5 tahun ke atas. Tujuannya, agar saat memasuki usia sekolah, si kecil sudah siap menjalani puasa penuh.

Namun, ada salah satu tantangan yang dihadapi orang tua saat anak menjalani puasa, yaitu ketika mereka terserang batuk pilek.

Batuk pilek merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak. Kondisi batuk pilek pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas.

Sebagian besar gejala batuk pilek bersifat ringan, namun jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebar ke saluran napas bawah (paru-paru). Itulah mengapa penanganan batuk pilek pada anak sangat penting dilakukan.

1 dari 3 halaman

Cara Menangani Batuk Pilek pada Anak

Haruskah anak yang mengalami batuk-pilek diberi obat? Jawabannya adalah tidak. Tidak semua kondisi batuk-pilek harus diberi obat, apalagi jika anak hanya mengalami gejala ringan. Selain itu, minum obat juga dapat membatalkan ibadah puasa anak.

Hal yang dapat dilakukan Ibu adalah menjadi first caregiver dalam penanganan batuk pilek pada anak. Lantas, apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi batuk-pilek pada anak saat berpuasa?

  1. Beristirahat dengan Cukup

Beristirahat dengan cukup sangat penting untuk mengembalikan daya tahan tubuh anak. Saat anak sakit, usahakan si kecil beristirahat lebih lama dari biasanya.

Istirahat cukup dapat membuat tubuh anak melawan kuman-kuman penyebab batuk dan pilek secara alami.

  1. Minum Air Cukup

Mengapa minum air putih dalam jumlah cukup itu penting? Minum air  putih penting untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Jika kurang minum, ingus dan dahak anak bisa menjadi kental, sulit dikeluarkan, dan dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri lain nantinya.

Maka, sebagai cara mengatasi batuk pilek pada anak,  pastikan ia minum banyak air putih saat sahur dan berbuka.

  1. Makan Makanan Bergizi

Agar mampu melawan kuman penyebab batuk pilek, tubuh memerlukan energi yang cukup. Untuk itu, Ibu harus memastikan anak makan makanan bergizi setelah berbuka dan saat sahur, ya.

Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung kadar antioksidan yang tinggi seperti buah dan sayur. Fungsinya, agar kekebalan tubuh anak menjadi tinggi dan bisa membantu tubuh melawan virus penyebab batuk pilek.

  1. Hindari Alergen

Pada anak yang memiliki alergi, paparan alergen seperti tungau debu, bulu hewan, dan udara dingin, dapat memperberat gejala batuk pilek yang dialaminya.

Pastikan kamar dan lingkungan sekitar anak di rumah bebas dari alergen, salah satu caranya dengan rutin dibersihkan setiap hari.

  1. Gunakan Balsam dengan Kandungan Bahan Alami

Selain itu, Ibu bisa memberikan balsam dengan kandungan ekstrak tumbuhan chamomile, eucalyptol, dan menthol

Bahan-bahan alami ini sudah sejak lama digunakan untuk membantu melegakan dan mengurangi peradangan pada saluran napas seperti batuk pilek.

Gosokkan balsam pada bagian leher, punggung, dan dada anak secara lembut, sebanyak 2 sampai 4 kali dalam sehari.

Selain untuk usia anak-anak, balsam dengan kandungan bahan alami tersebut juga dapat digunakan untuk meredakan batuk pilek  pada bayi.

2 dari 3 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Nah, kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara menangani batuk pilek pada anak saat puasa. Tidak semua kondisi harus langsung minum obat, ya.

Anda bisa berikan beberapa penanganan di rumah seperti istirahat cukup dan mengoleskan balsem khusus agar gejala batuk pilek anak mereda.

Namun, jika anak mengalami kondisi berat misalnya demam tinggi, tidak dapat makan atau minum, dan sesak napas, maka Ibu harus segera membawa anak ke dokter. Semoga bermanfaat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar