Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Beri Alasan saat Minta Maaf Tanda Tak Tulus? Ini Kata Psikolog

Benarkah Beri Alasan saat Minta Maaf Tanda Tak Tulus? Ini Kata Psikolog

Bukan mendapat feedback baik dari masyarakat, YouTuber Indira Kalistha justru semakin dihujat setelah minta maaf. Benarkah Indira tidak tulus meminta maaf?

Lagi-lagi beredar video viral yang kali ini datang dari YouTuber sekaligus selebgram Indira Kalistha. Dirinya dihujat habis-habisan oleh netizen akibat pernyataannya yang tidak mau menggunakan masker dan enggan mencuci tangan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pernyataanya ini viral setelah dirinya melakukan kolaborasi dengan Gritte Agatha. Dalam videonya tersebut, Indira dianggap meremehkan COVID-19 dan telah menyakiti hati para tenaga medis yang terus berjuang untuk menyembuhkan pasien positif virus corona.

Tidak hanya kecaman dari netizen, sejumlah pesohor tanah air seperti Didiet Maulana juga mengecam pernyataan yang dilontarkan oleh Indiria.

Menurutnya, seorang influencer yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, harus bisa memilah lagi kalimat dan kata-kata yang benar. Indiria pun diminta untuk bertanggung jawab akan setiap pernyataan yang diberikan.

1 dari 4 halaman

Permintaan Maaf Indira Memicu Kontroversi

Bukannya diterima oleh khalayak, pernyataan Indira justru menuai kontroversi yang membuat dirinya semakin dihujat oleh masyarakat. Dalam video podcast bersama Deddy Corbuzier, Indira yang ditemani sang suami Utap, turut menyampaikan permintaan maafnya kepada semua pihak.

“Aku mau minta maaf sama semuanya. Aku nggak tahu omongan aku bakal jadi kayak gini. Aku sama sekali bukan untuk ngeremehin tenaga medis. Enggak,” ujar Indira dalam video berdurasi 27 menit tersebut.

“Aku mau minta maaf, kalian jangan dengerin omongan aku yang itu, karena sebenarnya aku tuh pakai masker dan aku itu juga bawa tisu basah. Jadi omongan aku benar-benar ngawur banget,” tambahnya.

Dalam video tersebut, Indira juga mengaku bahwa dirinya memang menjadi pribadi yang tidak berpikir dulu sebelum berbicara. Menambahkan permintaan maaf Indira, sang suami, Utap mengatakan bahwa sebenarnya mereka berdua adalah pribadi yang introvert.

Sehingga sangat pusing bagi mereka untuk bertemu dengan orang banyak dan jadi sulit untuk berpikir jernih kalau sedang di tempat keramaian.

Tidak hanya itu, Indira juga beralasan bahwa ini adalah kali pertama dirinya berkolaborasi dengan konten yang serius. Hal inilah yang membuat dirinya jadi grogi dan asal berbicara.

Setiap alasan yang diberikan oleh Indira maupun sang suami, justru membuat netizen semakin marah dan semakin menghujat kedua orang ini. Pasalnya, menurut banyak orang, alasan yang diberikan oleh Indira maupun Utap tidak masuk akal.

Artikel Lainnya: Pentingnya Mengajarkan Anak Meminta Maaf Sejak Dini

2 dari 4 halaman

Mengapa Orang Salah Cenderung Membuat Alasan?

Bukan hanya Indira, Anda mungkin juga pernah membuat alasan atau pembelaan ketika Anda mengakui kesalahan. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, sikap seperti ini adalah sikap yang umum dilakukan oleh banyak orang.

Menurutnya, ketika seseorang memberikan alasan saat melakukan kesalahan, orang tersebut ingin orang lain tahu, bahwa ada maksud dan alasan mengapa dirinya bisa melakukan kesalahan itu.

“Konteksnya ini agar orang lain bisa memahami orang tersebut. Dan bisa juga ini salah satu cara orang itu untuk keluar dari sebuah masalah. Jadi, dia memberikan alasan-alasan agar dimaklumi dan dimaafkan atas kesalahan yang diperbuat,” ujar Ikhsan.

Namun, kembali lagi, setiap orang juga punya persepsi berbeda-beda sehingga tidak semua orang bisa menerima alasan yang diberikan oleh Indira.

Artikel Lainnya: Manfaat Memaafkan bagi Kesehatan

3 dari 4 halaman

Apakah Benar, Memberi Alasan Tanda Orang Tidak Tulus Meminta Maaf?

Seringkali permintaan maaf yang diikuti dengan alasan atau pembelaan diri, dianggap tidak tulus. Padahal, hal ini belum tentu benar.

“Belum tentu juga. Permintaan maaf yang tulus itu sebenarnya bisa dilihat dari cara dia berbicara, berekspresi, dan gerak-geriknya. Mungkin saja orang itu memang ingin menjelaskan mengapa dirinya bisa melakukan kesalahan yang sampai menimbulkan masalah,” kata Ikhsan.

Selain itu, permintaan maaf yang tulus juga bisa dilihat dari tindakan yang dilakukan setelahnya. Apakah orang itu benar-benar menyesal dan tidak mengulanginya lagi, atau justru tetap melakukan kesalahan yang sama.

“Contohnya, seperti aksi Ferdian Paleka yang memberikan permintaan maaf palsu, itu sudah jelas dirinya memang tidak tulus dan menganggap bahwa aksinya memang benar.

Kalau dalam kasus Indira ini, memang jika dilihat dirinya sudah tulus untuk meminta maaf. Tapi balik lagi, setiap orang punya persepsi yang berbeda-beda. Jadi ada saja yang tetap menghujatnya,” lanjutnya.

Nah, jika Anda pernah bertemu dengan orang yang tidak tulus dalam meminta maaf, Anda bisa menegurnya kembali dan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh orang tersebut akan membawa dampak buruk pada dirinya.

Katakan pada mereka bahwa ini tidak hanya menyangkut pada dirinya sendiri, tapi juga pada orang lain.

Meminta maaf untuk hal yang salah seharusnya bisa dilakukan dengan tulus dan sadar. Jika Anda masih merasa sulit untuk meminta maaf atau bahkan memaafkan orang lain, Anda bisa konsultasi langsung ke psikolog. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa konsultasi langsung secara online lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar