Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Artis Senior Henky Solaiman Meninggal karena Kanker Usus

Artis Senior Henky Solaiman Meninggal karena Kanker Usus

Sempat pamit dari dunia hiburan, artis senior Henky Solaiman tutup usia (15/05). Penyakit kanker usus disebut-sebut jadi penyebabnya. Berikut informasi selengkapnya.

Lagi, dunia hiburan tanah air berduka karena kehilangan tokohnya. Aktor senior Henky Solaiman meninggal dunia sore kemarin (15/05) pukul 16.40 WIB. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di bilangan Kedoya, Jakarta Barat.

Rekan di dunia perfilman pun menyampaikan ucapan duka cita, mulai dari Joko Anwar, Fajar Nugros, Tora Sudiro, hingga Wulan Guritno. Pria kelahiran tahun 1941 itu, sebenarnya sempat pamit dari dunia hiburan yang telah membesarkan namanya pada Januari lalu.

Buat pecinta film Indonesia, tentu eksistensi almarhum Henky Solaiman tak perlu diragukan lagi. Sejumlah film jadul hingga film kekinian pun pernah beliau mainkan, mulai dari Pelangi di Balik Awan, Get Married 2, The Raid 1 & 2, hingga Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1.

 

1 dari 4 halaman

Penyebab Meninggalnya Henky Solaiman

Sementara itu, penyebab kematian ayahanda dari aktor Verdi Solaiman ini adalah karena kanker usus. Kanker usus atau kanker kolorektal merupakan salah satu kanker yang sering ditemui pada orang usia 50 tahun ke atas.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, penyakit ini menyerang saluran pencernaan, di mana sel usus besar berkembang biak tidak terkendali dan menimbulkan benjolan atau tumor yang terus membesar.

Mirip dengan kebanyakan penyakit, penderita kanker, dalam hal ini kanker usus, merasakan sejumlah gejala sebelum kasusnya bertambah parah. Adapun gejala yang kerap dirasakan oleh penderita kanker usus, yaitu:

  • Sakit perut yang hilang timbul.
  • Perut sering terasa begah.
  • Perut sering mual dan muntah.
  • Mudah lelah.
  • Adanya perubahan pola buang air besar, entah itu diare yang berkepanjangan ataupun sembelit.
  • Penurunan berat badan secara signifikan.

Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tubuh almarhum Henky Solaiman di tahun ini memang lebih kurus. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh hilangnya nafsu makan pada penderita kanker usus, biasanya akibat rasa sakit dan tak nyaman.

Artikel Lainnya: Kenali Komplikasi Kanker Usus

2 dari 4 halaman

Apa yang Menyebabkan Kanker Usus Fatal?

Semua penyakit bisa menjadi fatal jika tak ditangani dengan segera. Dalam hal ini, jika kanker terlambat dideteksi, maka kanker usus keburu menyebar dan menyebabkan komplikasi.

Itulah kenapa kita tidak boleh meremehkan gejala yang muncul. Sebab, jika terlanjur parah, komplikasi itulah yang biasanya merenggut nyawa penderita kanker usus!

Tumor menyebabkan usus penderitanya bocor. Kalau sudah bocor, otomatis pendarahan akan terjadi. Apabila pendarahan telat ditangani, maka penderita kanker usus akan kehilangan banyak darah.

Dokter Sepriani menjelaskan “Organ tubuh yang paling sering disasar oleh sel kanker usus adalah kelenjar getah bening, paru, dan selaput rongga perut. Selain itu, infeksi pada area bekas operasi dan radiasi sel kanker berulang kali ternyata juga bisa picu komplikasi.”

“Komplikasi-komplikasi di atas memang tidak pasti dialami oleh semua pasien kanker usus. Namun, bila terjadi, akibatnya bisa fatal, bahkan berujung pada kematian,” kata dr. Sepri.

Artikel Lainnya: Obat Anti Radang, Efektifkah Atasi Kanker Usus Besar?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Pengobatan dan Pencegahan Kanker Usus?

Pengobatan kanker usus besar tergantung pada stadium kanker. Secara umum, pengobatannya meliputi operasi, kemoterapi, dan radiasi.

Operasi pemotongan usus bisa dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker. Tak jarang, setelah operasi, penderita harus dipasang kolostomi, yaitu lubang dari usus besar ke luar tubuh untuk membuang feses.

Bila penderita kanker usus besar harus dipasangi kolostomi, untuk selanjutnya, fesesnya tidak akan dikeluarkan melalui anus lagi.

Kotoran akan langsung dikeluarkan melalui lubang kolostomi. Dan untuk menghilangkan sisa tumor, kemoterapi dan radiasi bisa dilakukan.

Namun, pengobatan akan berbeda jika kanker usus sudah terlanjur parah. Pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengecilkan ukuran tumor, tetapi tidak bisa menghilangkan kanker sepenuhnya.

Artikel Lainnya: Kanker Usus Bisa Dicegah dengan Konsumsi Produk Probiotik?

Anda tak boleh berkecil hati. Kanker usus ini berbeda dengan kanker yang lainnya karena sepenuhnya bisa dicegah. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan Anda lakukan mulai sekarang, yaitu

  • Cek kesehatan secara berkala, khususnya jika usia Anda sudah 50 tahun ke atas.
  • Jangan malas konsumsi serat, seperti sayur dan buah, serta kurangi konsumsi daging berlemak!
  • Olahragalah secara teratur, tiap hari minimal 30 menit.
  • Jaga berat badan Anda, hindari obesitas.

Kabar meninggalnya Henky Solaiman akibat kanker usus tentu membuat hati penggemar film Indonesia berduka. Tapi setidaknya, ini bisa memotivasi kita untuk hidup lebih sehat lagi supaya kita mampu menurunkan segala risiko kanker, termasuk kanker usus.

Masih ada pertanyaan seputar kanker ataupun penyakit lainnya? Langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar