Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kasus Anak Sudah 4 Tahun Diculik, Seperti Apa Ciri-ciri Pedofil?

Kasus Anak Sudah 4 Tahun Diculik, Seperti Apa Ciri-ciri Pedofil?

Kasus penculikan anak kembali terulang. Kali ini, korban telah diculik selama kurang lebih 4 tahun. Pelaku penculikan merupakan seorang pedofilia, dengan ciri-ciri ini.

Mendengar berita soal bocah SD yang diculik selama 4 tahun membuat bulu kuduk bergidik. Hal ini menyadarkan para orang tua kalau dunia tidak seaman keliatannya. Apalagi, banyak pedofil yang tak ‘kasatmata’ di luar sana.

Di lingkungan yang dipercaya sekali pun, predator anak benar-benar nyata. Untuk itu, kita harus menjaga si buah hati dengan mengenal ciri-ciri pedofilia. Jangan sampai terkecoh agar tak ada lagi anak yang jadi korban berikutnya!

Kronologis Penculikan Bocah Selama 4 Tahun

Belum lama ini Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus penculikan bocah yang sudah berlangsung selama 4 tahun. Bocah berinisial RTH itu diculik saat masih berusia 8 tahun. Ia diculik oleh seorang pedofil berusia 48 tahun berinisial JP.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa kasus ini bermula saat JP menculik anak perempuan berinisial RTH empat tahun lalu. Saat itu RTH masih berusia 8 tahun, di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"RTH diculik sejak berusia 8 tahun, (yang kini 12 tahun). Artinya, (RTH) sudah bersama tersangka selama 4 tahun," katanya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (13/5).

"Modus tersangka adalah berpura-pura mengajak anak korban untuk mencari anaknya pelaku, dan berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan angkot," sambung Ahmad Ramadhan.

Ironisnya, Ahmad menjelaskan bahwa JP adalah orang yang dekat dengan kedua orang tua RTH. Ahmad juga menyampaikan bahwa kepolisian menangkap pelaku di wilayah Sentra Grosir Cikarang, Bekasi pada Selasa (12/5) kemarin pukul 17.00 WIB.

Selama menculik RTH, Ahmad mengatakan bahwa JP alias AS kerap berpindah kontrakan. Tak jarang, pelaku pun menumpang tidur dan mandi di masjid ataupun SPBU.

"Motif dari kejahatan adalah menggunakan anak untuk dieksploitasi secara ekonomi, diajak mengemis dan mengamen serta dieksploitasi secara seksual," kata Ahmad.

Artikel Lainnya: Baca Aturan Ini Sebelum Posting Foto Anak di Media Sosial

1 dari 3 halaman

Mengapa Seseorang Bisa Jadi Pedofilia?

Kejahatan penculikan anak yang dilakukan seorang pedofilia memang sering terjadi. Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, penyebab pasti seseorang menjadi pedofil dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah trauma di masa lalu.

"Biasanya, pelaku pedofilia pernah mengalami perlakukan yang sama, pernah mengalami kekerasan atau pelecehan seksual dari orang dewasa," kata Ikhsan.

Selain itu, perilaku pedofilia juga awalnya terjadi karena tidak ada keseimbangan hormon atau ada masalah syaraf di otaknya. Alhasil, terdapat penyimpangan dalam pola pikirnya sehari-hari.

Seperti Apa Ciri-Ciri Seorang Pedofil?

Menurut Ikhsan, ciri-ciri dari pedofil sering tidak kelihatan dengan mata telanjang. Pasalnya, ciri-ciri tersebut berurusan langsung dengan pribadi masing-masing individu.

Tapi dari sisi diagnosis psikologis, seorang pedofilia biasanya berusia minimal 16 tahun.

"Kemudian, biasanya sudah selama 6 bulan terakhir punya fantasi, rasa tertarik, atau terangsang pada anak-anak atau yang usianya di bawah usia 13 tahun atau belum puber," sambung Ikhsan

2 dari 3 halaman

Apa Seorang Pedofil Tak Merasa Bersalah saat Menyukai Anak-Anak?

Sering juga kita bertanya-tanya, apakah pedofil punya rasa bersalah saat menyukai anak-anak?

Menjawab ini, Ikhsan berkata bahwa beberapa pedofil merasa bersalah, sementara lainnya tidak.

"Ada yang menunjukkan rasa bersalah, tapi ada juga yang tidak. Ini tergantung pola pikir orang tersebut," jelas Ikhsan yang merupakan psikolog muda dan berbakat.

"Kalau pola pikirnya sudah cukup kuat untuk tidak merasa salah, akhirnya yang muncul sampai kapan pun mereka tidak akan merasa bersalah," lanjutnya.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda-tanda Anak yang Menjadi Korban Pedofil

Apa Semua Pedofil Berbahaya?

Akhirnya, semua orang menganggap bahwa pedofilia adalah perilaku berbahaya. Bahkan, ada yang bilang bahwa pedofil sama dengan predator seks.

Terkait hal itu, Ikhsan menjelaskan bahwa pedofil sebenarnya punya tahapan-tahapan tersendiri. Tahapan yang paling berbahaya adalah kalau pedofil sampai sudah melakukan kekerasan seksual kepada korbannya.

"Tapi, menurut saya ada pedofil yang tahapannya masih membayangkan (fantasi) atau sudah melakukannya. Namun, jelas keduanya sama-sama berbahaya, dari fantasi bisa saja berkembang untuk melakukan kekerasan seksual pada anak-anak," tutur Ikhsan.

"Pedofil masuk dalam tahap berbahaya kalau sudah sampai menyentuh targetnya, melakukan pelecehan, atau memperkosa anak," sambungnya.

Bahayanya lagi, anak yang menjadi korban pedofil juga akan mengalami trauma yang sangat berat. Bahkan, bukan tidak mungkin anak yang tadinya menjadi korban pedofil di masa sekarang justru akan berubah menjadi pelaku pedofil di masa depan.

"Jadi, menurut saya pedofil sangat berbahaya bagi anak. Soalnya kalau anak sampai kena, itu bisa menimbulkan trauma yang mungkin akan membuatnya melakukan hal yang sama di masa depan," pungkas Ikhsan.

Kenali ciri-ciri pedofilia dan lindungi buah hati Anda dari perilaku tidak beradab tersebut. Jika Anda butuh bimbingan lebih lanjut mengenai cara mencegah perilaku pedofil pada anak, jangan sungkan untuk minta bantuan pada psikolog menggunakan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar