Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pamer Tubuh Kurusnya, Adele Dianggap Revenge Body oleh Netizen

Pamer Tubuh Kurusnya, Adele Dianggap Revenge Body oleh Netizen

Selain dapat pujian, Adele juga dapat sindiran dari netizen akan postingan tubuh kurusnya. Penyanyi pemenang Grammy tersebut dianggap melakukan revenge body.

Beberapa waktu lalu, media sosial sempat dihebohkan dengan unggahan foto penyanyi Adele yang buat semua orang kagum dengan transformasi berat badannya.

Pelantun lagu All I Ask itu disebut-sebut telah berhasil menurunkan berat badannya hingga lebih dari 50 kg. Kendati demikian, ada saja komentar netizen yang menyambut buruk transformasi yang dilakukan oleh Adele.

Tidak sedikit netizen yang berkomentar bahwa transformasi yang dilakukan Adele semata-mata untuk melakukan revenge body kepada mantan kekasihnya. Lantas apa itu body revenge, dan mengapa seseorang bisa melakukan revenge body?

Apa itu Revenge Body?

Revenge body sendiri pertama kali dipopulerkan oleh salah satu anggota Kardashian bersaudara yaitu, Khloe Kardashians.

Dalam reality show yang dibuat oleh Khloe dengan judul ‘Revenge Body with Khloe Kardashian’, dirinya menunjukan bagaimana cara mengubah bentuk badan yang sebelumnya tidak ideal, menjadi ideal.

Perubahan bentuk badan ini sendiri terjadi ketika Khloe tengah bergelut dengan kasus perceraiannya. Ia berusaha untuk menjernihkan pikirannya dengan rajin berolahraga dan mengatur pola makannya.

Hasilnya, ia sukses menurunkan berat badan dan bentuk tubuh yang diidam-idamkan banyak wanita.

Melansir Vanity Fair, revenge body yang dilakukan oleh Khloe sendiri sebenarnya ditujukan untuk orang-orang yang pernah mem-bully dan menghinanya.

Menurutnya, revenge body adalah persoalan bagaimana seorang wanita merasa seksi dan bahagia dalam waktu yang sama.

Karena salah satu cara balas dendam yang paling baik adalah buat diri Anda merasa bahagia.

Artikel Lainnya: 6 Hal Tidak Terduga Penyebab Berat Badan Turun Drastis

1 dari 3 halaman

Alasan Adele Dianggap Melakukan Revenge Body

Dari The Print, banyak masyarakat yang justru mengatakan bahwa Adele sengaja melakukan revenge body untuk mendapatkan mantan pasangannya kembali.

Namun, Pete Geracimo selaku mantan pelatih kebugaran Adele, menuding keras tuduhan yang ditujukan oleh peraih Grammy Awards tahun 2009 tersebut.

Dalam unggahan Pete di instagram, ia menyertakan foto dirinya bersama Adele sembari menjelaskan bahwa kliennya tersebut tidak pernah sekalipun memiliki keinginan untuk revenge body.

Akan tetapi, penurunan berat badan yang dilakukan oleh Adele adalah pure untuk kesehatan, terutama usai Adele hamil dan melakukan operasi.

Meski begitu, seseorang yang melakukan revenge body merupakan sebuah tindakan yang wajar dilakukan.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, baik wanita maupun pria, keduanya sangat wajar jika melakukan revenge body ketika mereka putus cinta atau bahkan sering diejek karena penampilannya.

“Jadi ada keinginan untuk menunjukan bahwa, ‘ini loh, saya punya bentuk tubuh yang sekarang jauh lebih cantik/ganteng’. Biasanya ini ditujukan untuk mereka-mereka yang pernah mengalami putus cinta, atau body shamming oleh banyak orang,” ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, seseorang yang melakukan revenge body sebenarnya bertujuan untuk membuktikan kebanyak orang bahwa dirinya bisa berubah menjadi lebih baik.

Dengan kata lain, ini sebagai balas dendam atas rasa sakit hati yang pernah dialami oleh seseorang.

“Jika memang makian atau hujatan masyarakat bisa buat seseorang jadi termotivasi untuk mengubah dirinya, ya, bisa dibilang ini adalah sikap yang baik. Tapi, jika hujatan atau makian pedas netizen justru dibawa pikiran dan buat seseorang merasa jadi tidak berguna, inilah yang harus diwaspadai.” jelas Ikhsan.

Artikel Lainnya: Langkah Sehat untuk Turunkan Berat Badan dengan Cepat

2 dari 3 halaman

Adakah Dampak Psikis dari Revenge Body?

Tidak selamanya revenge body baik untuk dilakukan karena bisa berdampak pada psikis seseorang. Apabila individu sampai harus melakukan diet ketat yang menyiksa dirinya sendiri, ini yang harus dihentikan.

“Ubah diri jadi lebih baik itu boleh, tapi harus tahu kemampuannya. Cari cara yang memang bisa bikin bahagia juga, jangan justru cari cara yang bikin diri sendiri jadi semakin stres dan sakit. Bukan berubah jadi lebih kurus atau lebih gemuk, justru pikiran Anda yang nantinya bisa terganggu,” tambahnya.

Ikhsan mengatakan tujuan dari mengubah diri itu jangan hanya terfokus pada keinginan untuk membuktikan pada orang lain, tapi fokuslah pada diri sendiri.

Ketika Anda memiliki bentuk tubuh yang ideal, diri Anda lah yang seharusnya bangga, bukan orang lain.

Jadi, tetap utamakan kesehatan dan kemampuan diri sendiri, dan jangan terlalu ambil pusing dengan komentar orang lain.

Apabila mau tahu lebih lanjut tentang cara menurunkan badan dan cara berdamai dengan masa lalu agar tidak salah cara untuk melampiaskan emosi, jangan ragu hubungi dokter atau psikolog. Untuk lebih praktisnya, konsultasi online dengan dokter atau psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

1 Komentar