Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Makan Kimchi saat Buka Puasa Bikin Sakit Perut, Kenapa Bisa?

Makan Kimchi saat Buka Puasa Bikin Sakit Perut, Kenapa Bisa?

Kimchi adalah makanan khas Korea Selatan yang disukai oleh sebagian warga Indonesia. Tapi, benarkah kimchi bisa bikin sakit perut saat jadi menu berbuka puasa?

Penikmat makanan Korea pasti sudah tidak asing dengan kimchi. Ya, sayur yang disajikan dengan cara khas ini memang terasa nikmat di lidah, apalagi bila disajikan bersama menu lainnya.

Tidak dimungkiri, kimchi memang menjadi makanan yang sangat terkenal di Indonesia beberapa waktu belakangan.

Kimchi itu sendiri adalah sayuran yang difermentasi dan diberikan bumbu pedas. Jenis sayuran yang sering digunakan adalah sawi putih dan lobak.

Kimchi memiliki rasa asam, segar, dan aroma yang khas. Makanan tradisional Korea Selatan ini biasanya disajikan sebagai hidangan pendamping, baik untuk dikonsumsi bersama sup ataupun daging.

 

1 dari 4 halaman

Mengintip Kandungan Nutrisi Kimchi

Meski terlihat sederhana, kandungan kimchi ternyata sangat beragam. Berikut ini adalah beberapa kandungan yang ada di dalam kimchi.

1. Probiotik

Makanan fermentasi tidak hanya memiliki durasi simpan yang panjang, tetapi juga rasa dan aroma yang khas. Pada kimchi, fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus untuk memecah gula menjadi asam laktat memberikannya rasa asam yang khas.

Berkat adanya proses fermentasi tersebut, kimchi diyakini mengandung bakteri baik yang dapat membantu memelihara kesehatan saluran pencernaan.

Tidak hanya itu, bakteri Lactobacillus dalam kimchi juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Dalam sebuah studi pada tikus, mereka yang disuntik dengan Lactobacillus plantarum —jenis bakteri yang digunakan untuk fermentasi— memiliki kadar TNF alpha yang lebih rendah.

Perlu diketahui, kadar TNF alpha sering meningkat selama infeksi dan penyakit. Penurunan kadar TNF alpha menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja secara efisien dalam mencegah dan mengatasi penyakit.

Artikel Lainnya: Badan Lemas Saat Puasa, Mungkin Anda Mengalami 8 Kondisi Ini

2. Padat Nurtisi

Meski rendah kalori, kimchi mengandung ragam nutrisi yang baik untuk tubuh. Berikut ini adalah jenis-jenis nutrisi yang ada dalam kimchi.

  • Kalori: 23 kal.
  • Karbohidrat: 4 gram.
  • Protein: 2 gram.
  • Lemak: kurang dari 1 gram.
  • Serat: 2 gram.
  • Sodium: 747 miligram.
  • Vitamin B6: 19% dari nilai harian.
  • Vitamin C: 22% dari nilai harian.
  • Vitamin K: 55% dari nilai harian.
  • Folat: 20% dari nilai harian.
  • Besi: 21% dari nilai harian.
  • Niacin: 10% dari nilai harian.
  • Riboflavin: 24% dari nilai harian.

Kombinasi nutrisi tersebut dapat membantu menunjang fungsi tubuh secara keseluruhan.

Contohnya, vitamin K memainkan peran penting dalam banyak fungsi tubuh, termasuk metabolisme tulang dan pembekuan darah. Sementara itu, riboflavin membantu mengatur produksi energi, pertumbuhan sel, dan metabolisme.

Kimchi ternyata mengandung ragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Apakah Anda tertarik untuk mengonsumsinya?

Jika ya, sebaiknya jangan jadikan kimchi sebagai makanan ‘pembuka’ saat kondisi perut sedang kosong. Ini juga berarti bahwa kimichi tidak direkomendasikan untuk langsung dikonsumsi saat buka puasa.

2 dari 4 halaman

Dampak Makan Kimchi saat Buka Puasa

Kimchi memang memiliki rasa segar yang khas, sehingga sangat menggoda untuk dikonsumsi saat waktu berbuka tiba. Meski demikian, Anda sebaiknya lebih berhati-hati. Pasalnya, kimchi tidak terlalu ramah bagi Anda yang punya masalah asam lambung.

Salah satu efek makan kimchi secara langsung saat buka puasa adalah sakit perut. Dalam beberapa kasus, diare, mual, dan muntah juga bisa saja terjadi.

Adanya keluhan tersebut berhubungan dengan rasa asam kimchi, yang bisa dengan cepat meningkatkan produksi asam di lambung.

Jika Anda sangat ingin mengonsumsi kimchi saat buka puasa, dr. Devia Irine Putri menyarankan untuk menyantapnya dengan nasi.

Hal ini dilakukan untuk sedikit menetralkan rasa asam yang ada pada kimchi sehingga tidak memicu produksi asam lambung berlebih.

"Buka puasa dengan kimchi yang dijadikan pendamping nasi, sepertinya tidak masalah. Tapi, kalau digado sebagai makanan pembuka, Anda perlu hati-hati terutama jika punya masalah asam lambung," kata dr. Devia.

Artikel Lainnya: Saat Buka Puasa Hindari 6 Jenis Makanan dan Minuman Ini

3 dari 4 halaman

Tips Membuat Kimchi yang Sehat

Ingin menjadikan kimchi sebagai makanan untuk buka puasa? Jika ya, Anda sebaiknya membuat kimchi sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut ini.

Bahan-Bahan:

  • 1 sawi putih yang ukuran besar.
  • 3 siung bawang putih, dilumatkan.
  • 2½ cm / 1 potong jahe, lalu parut.
  • 2 sdm kecap ikan (opsional).
  • 2 sdm atau sambal.
  • 1 sdm gula kastor emas.
  • 3 sdm cuka beras.
  • 8 lobak, parut kasar.
  • 2 wortel, potong korek api atau parut kasar.
  • 4 daun bawang, diparut halus.

Cara membuatnya:

  • Iris sawi putih menjadi potongan berukuran sekitar 2,5 cm. Masukkan ke dalam mangkuk, campur dengan 1 sendok makan garam laut, lalu sisihkan selama 1 jam.
  • Buat saus kimchi dengan memadukan bawang putih, jahe, saus ikan (jika ada), saus cabai, gula, dan cuka beras dalam mangkuk kecil.
  • Bilas sawi putih di bawah air dingin yang mengalir, tiriskan dan keringkan sampai tuntas.
  • Pindahkan sawi ke mangkuk besar dan aduk bersama sausnya. Tambahkan lobak, wortel, dan daun bawang jika perlu.
  • Anda dapat menyajikannya secara langsung atau disimpan ke dalam toples tertutup.
  • Simpan pada suhu kamar selama 1 malam, agar proses fermentasi berjalan optimal. Setelahnya, masukkan ke dalam lemari es agar tidak mudah basi.

Kimchi dapat dijadikan variasi menu buka puasa bersama keluarga atau kerabat. Walau begitu, Anda tetap harus berhati-hati. Pasalnya, kimchi bisa meningkatkan produksi asam lambung, memicu sakit perut, dan gangguan saluran pencernaan.

Jika memang Anda ingin buka puasa dengan kimchi namun menemukan keraguan, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar