Sukses

Meutia Hatta: Ini Tantangan Millennials Hadapi COVID-19

Dampak buruk virus corona semakin menyebar luas. Sayangnya, tidak sedikit generasi milenial di Indonesia yang masih cuek terhadap kondisi tersebut. Anda salah satunya?

Sejak kemunculannya di akhir tahun 2019, virus corona masih menjadi perbincangan paling hangat di seluruh dunia. Penyakit yang pertama kali dideteksi di Wuhan, Cina itu bisa menyerang siapa saja dan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya.

Dari keseluruhan korban virus corona, lansia merupakan yang paling banyak. Meski demikian, bukan berarti anak muda kebal terhadap virus ini. Dikutip dari BBC, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa anak-anak maupun remaja masih tetap bisa terinfeksi virus corona.

Menurut dr. Antonio Pesenti selaku kepala unit keperawatan kritis intensif di Lombardy, Italia mengatakan bahwa banyak sekali anak muda yang dirawat di rumah sakit dengan gejala virus corona yang parah. Bahkan, hampir 50% pasien di sana merupakan anak muda.

Lebih lanjut, dr. Antonio Pesenti juga mengatakan bahwa usia anak muda yang dirawat berkisar antara 20 hingga 30 tahun. Beberapa dari mereka bahkan bisa mengalami gejala sangat parah.

Atas dasar itu, seluruh anak muda di dunia termasuk di Indonesia diharapkan tidak menganggap sepele penyebaran virus corona yang semakin masif.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 2 halaman

Tantangan Millennials Indonesia Hadapi COVID-19

Terlalu menganggap enteng suatu masalah, memang jadi salah satu ‘tabiat’ kaum millennials. Ini termasuk juga menganggap remeh pandemi virus corona yang sedang dihadapi oleh seluruh penduduk dunia.

Dalam sesi interview bersama KlikDokter beberapa waktu yang lalu, Pakar Antropologi, Prof. Dr. Meutia hatta, SS, MA mengatakan bahwa setiap orang sebaiknya seharusnya sadar bahwa virus corona adalah musuh besar bangsa Indonesia.

“Bagaimana sikap yang diharapkan oleh bangsa Indonesia termasuk anak muda untuk menghadapi pandemi? Tentu tidak lepas dari kaitannya pemerintah dengan memberikan pendekatan pada rakyat. Bagaimana cara penyampaian yang tepat, kalau menginformasikan bahwa COVID-19 ini adalah musuh bersama,” kata Prof. Dr. Meutia.

Menurutnya, komunikasi adalah kunci penting dari pemberantasan COVID-19 di Indonesia. Komunikasi yang harus ditata dengan baik, antara pemerintah dan rakyat.

“Ahli-ahli komunikasi di sini bisa ambil peran, jadi tidak ada kekeliruan lagi yang terjadi selama pandemi ini,” lengkapnya.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

Tidak hanya itu, Prof. Dr. Meutia juga berpesan untuk generasi milenial agar tidak bersikap acuh terhadap pandemi virus corona. Menurutnya, akan lebih baik jika generasi milenial memerhatikan hal-hal sebagai berikut ini.

  • Hiduplah Sesuai Aturan

Anak muda harus tahu bahwa pandemi virus corona sudah menyebabkan kematian yang sangat banyak, termasuk di Indonesia. Anak muda juga harus paham bahwa penyebaran virus corona juga terjadi begitu cepat dan bisa menginfeksi dalam waktu singkat.

Menurut Prof. Dr. Meutia, hidup dengan aturan yang sekarang sudah ditetapkan merupakan langkah awal yang bisa dilakukan oleh anak muda untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona di Indonesia.

“Ya, memang sama seperti orang dewasa juga. Kalau dilarang pergi-pergi pastikan kesal, jengkel. Tapi, ini kan sifatnya hanya sementara dan tidak selamanya,” katanya.

“Semakin Anda nurut mengikuti aturan, semakin cepat aturan itu berakhir. Tapi, jika orang-orang justru masih bandel dan masa bodoh, aturan ini kan terus berlanjut entah sampai kapan,” sambungnya.

  • Pahami Kalau Ada Sanksinya

Setiap aturan yang dibuat pasti akan ada sanksinya. Baik aturan yang ada di dalam rumah, sekolah, maupun aturan yang dibuat oleh negara.

Jadi, anak muda juga harus tahu bahwa melanggar aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah selama pandemi virus corona juga akan menjebloskannya pada sanksi. Dan, setiap sanksi tersebut akan diukur sesuai dengan pelanggaran yang dibuat.

  • Bekerja Sama dengan Pihak Lain

Ketimbang keluar malam untuk kumpul-kumpul, lebih baik anak muda saling bekerja sama dengan banyak pihak untuk membantu memberantas penyebaran virus corona. Salah satunya dengan memproduksi masker buatan sendiri.

“Masker itu kan keperluan yang paling dibutuhkan. Banyak masker yang dibuat oleh berbagai ibu-ibu atau organisasi yang nantinya akan dijual atau bagikan kepada yang membutuhkan, “ ujarnya.

“Ada baiknya jika anak muda juga belajar untuk bekerja sama dengan membantu membuat masker atau melakukan kegiatan lain yang juga bersifat bekerja sama untuk memberantas penyebaran virus corona,” tutur Prof. Dr. Meutia.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Meutia menegaskan bahwa anak muda, orang tua, atau siapa saja harus sadar bahwa musuh terbesar Indonesia untuk saat ini adalah virus corona.

Jika seluruh masyarakat dari berbagai kalangan, suku, budaya, ikut bekerjasama dengan baik, maka penyebaran virus corona di Indonesia juga akan lebih mudah diatasi.

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memberantas penyebaran virus corona di Indonesia.

Khawatir tertular virus corona? Anda bisa menggunakan layanan cek risiko virus corona online sebagai langkah deteksi dini. Jika ingin bertanya seputar masalah kesehatan lainnya, Anda bisa menggunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar