Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Polinacea Apa Beda Manfaatnya dengan Echinacea Biasa?

Mengenal Polinacea Apa Beda Manfaatnya dengan Echinacea Biasa?

Serupa tapi tidak sama. Berikut ini perbedaan manfaat Polinacea dan Echinacea.

Polinacea dan Echinacea dikenal sebagai salah satu obat herbal yang dapat meredakan gejala batuk, pilek dan flu. Kedua jenis tanaman herbal ini juga diyakini berkhasiat untuk mengoptimalkan kekebalan tubuh. Karena namanya yang mirip, banyak orang menganggap kedua jenis obat tersebut sama. Namun sebenarnya Polinacea dan Echinacea merupakan obat yang berbeda.

Polinacea dan Echinacea, Apa Bedanya?

Echinacea merupakan nama kelompok tanaman berbunga yang berasal dari Amerika Utara. Jenis tumbuhan ini sudah dikenal dengan manfaatnya untuk kesehatan sejak ratusan tahun lalu. Suku Indian di Amerika dahulu menggunakannya untuk membersihkan luka, mengobati sakit gigi, menangkal bisa ular dan racun dari serangga, serta mengurangi nyeri tenggorokan.

Karena dikenal manfaatnya, daun dan akar Echinacea dipasarkan dalam bentuk tablet, teh, dan ekstrak untuk membantu pengobatan beberapa penyakit. Namun sebenarnya Echinacea bukan hanya satu jenis, melainkan ada tiga spesies yang digunakan untuk pengobatan, yaitu Echinacea purpurea, Echinacea angustifolia, dan Echinacea pallida. Agar memberi manfaat yang optimal, ketiga jenis Echinacea tersebut seharusnya diekstrak dengan cara yang berbeda-beda.

Polinacea dihasilkan dari ekstrak dari akar Echinacea angustifolia, jenis Echinacea yang terbukti memiliki efek anti radang yang kuat. Proses ekstraksi Polinacea menghasilkan echinacoside, zat alamiah yang memiliki kemampuan untuk melawan infeksi bakteri.  

Jadi sebenarnya meskipun serupa, Polinacea tidak sama dengan Echinacea. Selain diekstrak dari jenis Echinacea yang spesifik, proses ekstraksi Polinacea juga terstandarisasi sehingga zat yang terkandung di dalamnya lebih optimal dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

1 dari 2 halaman

Manfaat Polinacea

Salah satu manfaat Polinacea yang sudah terbukti secara klinis adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga mencegah infeksi virus saluran napas, seperti influenza. Gejala infeksi influenza berbeda dengan gejala batuk pilek akibat selesma (common cold). Influenza umumnya memiliki gejala gangguan saluran pernapasan yang lebih berat. Pada anak dan kaum lanjut usia, infeksi influenza dapat menyebabkan sakit berat yang membuat penderitanya harus dirawat di rumah sakit.

Studi ilmiah membuktikan bahwa Polinacea dapat mengurangi risiko infeksi influenza. Pada orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin influenza, Polinacea tetap berguna untuk memberi perlindungan dari flu.

Selain itu, Polinacea juga bermanfaat dalam mengoptimalkan kekebalan tubuh. Terdapat banyak sel yang berperan dalam menjaga imunitas tubuh. Di antaranya adalah limfosit dan makrofag. Penelitian menunjukkan bahwa Polinacea merangsang pembentukan dan pembelahan sel-sel limfosit, khususnya limfosit T. Selain itu, Polinacea juga menstimulasi produksi interferon, yaitu zat yang berperan dalam melawan virus. Dengan demikian, konsumsi Polinacea dapat membuat kekebalan tubuh dalam menghadapi infeksi lebih optimal.

Karena khasiatnya dalam meningkatkan kekebalan tubuh, studi menemukan bahwa Polinacea juga dapat menurunkan kejadian komplikasi infeksi saluran napas.

Karena manfaatnya untuk mencegah infeksi, khususnya infeksi di saluran pernapasan, Polinacea dapat dikonsumsi pada saat kondisi tubuh rentan mengalami infeksi saluran napas. Misalnya, saat seseorang di rumah mengalami influenza, anggota keluarga lainnya bisa mengkonsumsi obat tersebut untuk menurunkan risiko tertular flu.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa tak semua orang boleh mengkonsumsi Polinacea. Karena Polinacea mempengaruhi kekebalan tubuh, penderita penyakit autoimun dan orang-orang yang sedang mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi imunitas tak boleh mengkonsumsi Polinacea atas inisiatif sendiri. Konsultasikan dulu dengan dokter jika ingin mengkonsumsi obat tersebut.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar