Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada, Klaster Gowa dan Pabrik Bisa Jadi Episentrum Baru!

Waspada, Klaster Gowa dan Pabrik Bisa Jadi Episentrum Baru!

Klaster Gowa dan Pabrik, disebut Doni Monardo akan terus mendapat pengawasan ketat. Sebab, klaster tersebut sangat berpotensi menjadi episentrum baru di Indonesia.

Tercatat ada beberapa klaster baru dalam penyebaran virus corona. Terbaru, ada klaster Gowa dan pabrik rokok di Surabaya. Semua mesti waspada, karena kedua klaster itu bisa jadi episentrum baru dari penyebaran COVID-19.

Klaster-klaster baru itu berpotensi membuat kasus baru setiap harinya. Akan tetapi, satu hal yang patut disyukuri, yaitu kasus positif setiap hari di Indonesia sebenarnya terus turun.

Sayangnya, kemunculan beberapa klaster baru itu meningkatkan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini diungkap oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo.

"Jumlah kasus yang positif kita lihat bahwa ada tren yang mendatar dan menurun sementara. Yang kita saksikan juga jumlah spesimen atau jumlah ODP-PDP yang diperiksa juga mengalami peningkatan," kata Doni dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (4/5).

 

1 dari 5 halaman

Presiden Joko Widodo Minta Pengawasan Ketat Pada 5 Klaster Virus Corona

Sebenarnya, penelusuran klaster-klaster diperlukan demi menekan angka penyebaran COVID-19. Kondisi sekarang ini juga turut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.

Jokowi menegaskan semua pihak perlu memperketat pengawasan dan penelusuran klaster yang berpotensi menyebarkan virus corona. Ia menyebut ada lima klaster yang perlu jadi perhatian.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster. Ada klaster pekerja migran, klaster Jamaah tabligh, klaster Gowa, ada klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual, di Istana Bogor, Senin (4/5).

Jokowi menyoroti fenomena kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tercatat, ribuan PMI memutuskan pulang dengan biaya mandiri.

Oleh karena itu, Jokowi mempertegas agar protokol pengamanan atas kepulangan PMI perlu diperketat untuk menghindari penyebaran virus corona. 

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 5 halaman

Dua Klaster yang Berpotensi Jadi Episentrum Baru!

Potensi penyebaran virus corona melalui beberapa klaster memang perlu diwaspadai. Menurut Doni Monardo, ada 2 klaster yang sangat berpotensi menjadi episentrum yang baru.

Klaster yang dimaksud adalah Jamaah Tabligh di Gowa dan pabrik rokok di Jawa Timur. Hanya saja, Doni tak memaparkan pabrik mana yang dia maksud bisa menjadi kluster.

Namun ia mengatakan, setelah mendapat masukan dari daerah Jawa Timur, sebagian besar karyawan pabrik tersebut telah diistirahatkan dan telah melakukan rapid test (tes cepat COVID-19) untuk memastikan penyebaran wabah coronavirus di kalangan pekerja itu.

Bisa dikatakan, pabrik yang dimaksud adalah PT Sampoerna. Terlebih posisi, pabrik ini berada di Jawa Timur, serta ada dua orang karyawan pabrik tersebut meninggal dengan status positif COVID-19 pada 24 April.

Terhitung sejak hari Senin (4/5), kasus positif virus corona di pabrik rokok HM Sampoerna pun mencapai 65 orang.

3 dari 5 halaman

Klaster Virus Corona Gowa

Penyebutan nama klaster Gowa merujuk pada penyebaran COVID-19 dalam acara Ijtima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Acara ini sebenarnya batal, tetapi ribuan jamaah sudah terlanjur datang dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan ada yang dari negara tetangga.

Sejumlah peserta pun dinyatakan positif usai kembali ke daerah asal mereka, meskipun acara tidak jadi digelar.

Ini menjadi salah satu klaster yang menjadi perhatian penuh pemerintah Indonesia. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, terkait klaster ini sudah dilakukan tracing.

"Sudah sejak Maret dilakukan contact tracing terkait dengan klaster Gowa, semua prosedur sudah dilakukan baik oleh Dinkes di daerah maupun gugus tugas," ujar Yurianto saat dihubungi, Selasa (21/4).

Sebagai informasi, penyebaran kasus COVID-19 dari klaster Gowa terus meningkat di berbagai daerah. Beberapa dari mereka yang sudah kembali ke daerah asalnya, terbukti positif COVID-19. 

Kasus terbanyak asal klaster Gowa ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), tercatat 61 kasus positif per tanggal 20 April 2020.

Selain NTB, klaster Gowa juga tersebar di Banjarbaru, Sulawesi Selatan sebanyak 31 kasus, 49 kasus tersebar di Kalimantan, 50 kasus di Jawa Tengah, dan tercatat 6 kasus di Surabaya serta masing-masing 1 kasus meninggal dunia di Lampung dan Jambi.

Masih ada kemungkinan kasus bertambah karena tracing terus dilakukan oleh dinas kesehatan setiap daerah.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

4 dari 5 halaman

Klaster Virus Corona Pabrik di Jawa Timur

Klaster pabrik rokok PT Sampoerna juga perlu mendapat perhatian khusus. Sebelumnya, ada dua karyawan pabrik PT. Sampoerna yang meninggal dunia karena virus corona. Sebanyak 163 karyawan kemudian menjalani tes swab.

Tim tracing juga sudah menjalankan rapid test terhadap 323 orang karyawan lain di pabrik itu.

Hasilnya, 100 orang di antaranya reaktif atau positif saat rapid test. Sementara itu, manajemen perusahaan juga sudah menutup sejenak komplek pabrik tersebut. Ada sekitar 500 orang karyawan diliburkan.

Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah untuk Pengawasan Klaster Ini?

Pemerintah sudah melayangkan perhatian untuk pengawasan klaster ini. Menurut dr. Devia Irine Putri, tracing yang sudah dilakukan pemerintah adalah langkah yang bagus.

"Kalau untuk mengawasi tetap harus lapor ke puskesmas atau dinkes setempat, dari situ nanti diarahkan ke karantina mandiri, kalau ada gejala yang mengarah baru disarankan cek darah, rontgen, maupun rapid test," kata dr. Devia.

"Sebenarnya kalau diawasi penuh per klaster akan sulit juga mengingat tenaga kesehatan juga jumlahnya terbatas. Ya, sebisa mungkin harus didata kalau bisa ditelusuri kontaknya dengan siapa saja. Dan Wajib pula melakukan isolasi mandiri dan wajib lapor kalau ada gejala saat isolasi berlangsung," tegasnya.

Pengawasan virus corona terus dilakukan, termasuk munculnya dua klaster baru. Ini supaya tidak menjadi episentrum baru di Indonesia.

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur Live Chat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencobanya di cek coronavirus online.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar