Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tips Puasa untuk Orang dengan Gangguan Kecemasan dan Psikosomatik

Tips Puasa untuk Orang dengan Gangguan Kecemasan dan Psikosomatik

Ada tidak, sih, tips untuk orang-orang dengan gangguan kecemasan dan psikosomatik agar ibadah puasanya tetap lancar? Berikut ini penjelasannya.

Buat sebagian orang, tantangan utama puasa adalah menahan haus dan lapar. Namun, bagi orang dengan gangguan kecemasan maupun yang sering mengalami gejala psikosomatik, tantangannya adalah mengatur pikiran dan emosi. 

Istilah psikosomatik mengacu pada gejala fisik yang timbul akibat atau dipengaruhi oleh pikiran dan emosi ketimbang penyebab biologis dalam tubuh (misalnya cedera atau infeksi).

Psikosomatik berasal dari atau diperburuk oleh stres emosional dan bermanifestasi sebagai rasa sakit fisik dan gejala lainnya. 

Depresi juga bisa berkontribusi pada psikosomatik, khususnya ketika daya tahan tubuh telah melemah akibat stres berat dan/atau kronis.

Seseorang dapat mengalami rasa cemas dalam kondisi tertentu, misalnya wawancara kerja, mengambil keputusan penting, atau menunggu diagnosis dokter. 

Bila rasa cemas muncul secara berlebihan, susah dikendalikan, atau sampai berdampak pada aktivitas harian, ini bisa dikategorikan sebagai gangguan kecemasan.

Jenis dari gangguan kecemasan sendiri ada tiga, yaitu gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, dan gangguan kecemasan umum.

Nah, bermacam pikiran buruk yang muncul dapat memperparah penyakit yang sudah ada. Bila tak pandai-pandai mengendalikan pikiran dan emosi, bisa-bisa ibadah puasa jadi tidak maksimal.

Dampak gangguan kecemasan dan psikosomatik yang sering muncul meliputi nyeri ulu hati, perut mulas, keringat dingin, tubuh tegang, sakit kepala, sesak, hingga emosi yang meluap. 

Artikel Lainnya: 7 Gejala Fisik Akibat Gangguan Kecemasan

1 dari 4 halaman

Apa yang Membuat Orang dengan Gangguan Cemas dan Psikosomatik Ragu Berpuasa?

Kekambuhan gejala dari gangguan cemas dan psikosomatik ini memang kerap muncul saat berpuasa. Pasalnya, aktivitas harian menjadi berkurang (supaya tak cepat lapar dan haus) dan waktu kosong jadi lebih banyak.

Buat orang-orang yang tak punya masalah dengan gangguan cemas dan psikosomatik, waktu kosong bisa menyenangkan. 

Namun, bagi pasien dengan kondisi tersebut, itu layaknya memberi waktu lebih banyak untuk mengacaukan kondisi psikis dengan pikiran-pikiran buruk.

Beda halnya ketika tidak sedang puasa, pikiran-pikiran tersebut umumnya lebih cepat dihalau dengan beragam kegiatan, termasuk kegiatan melelahkan, seperti bekerja atau olahraga intensitas tinggi. Alhasil, saat pikiran kacau muncul, segala gangguan fisik yang tadi sudah disebutkan  jadi lebih mudah menyerang dan bikin batal puasa!

Artikel Lainnya: Penyebab Gangguan Kecemasan Sering Muncul di Malam Hari

2 dari 4 halaman

Tips Puasa untuk Orang dengan Gangguan Kecemasan dan Psikosomatik

Jangan khawatir, pada dasarnya Anda tetap bisa berpuasa dengan lancar. Kepada KlikDokter, psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., membeberkan tipsnya.

  • Jangan terlalu banyak mengurangi aktivitas atau rutinitas harian. Intinya, jangan sampai orang dengan gangguan kecemasan dan psikosomatik kebanyakan diam dan berpikir yang aneh-aneh. 
  • Kenali apa saja penyebab stres dan cemas dan sebisa mungkin hindari. “Contoh, terus-menerus memantau berita-berita menyeramkan soal virus corona atau baca-baca hoaks di grup WhatsApp, itu, kan, bisa bikin stres. Jadi, kurangi hal-hal seperti itu,” jelas Ikhsan.
  • Perbanyak waktu mengaji atau berdzikir. Dengan cara ini, seseorang biasanya akan menjadi lebih tenang. Ini pun bisa menjadi momen untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.
  • Selama di rumah, dengarkan musik yang bisa membuat hati gembira sekaligus tenang. Ini bisa mengalihkan pikiran dari hal-hal buruk atau menyedihkan.
  • Tetaplah terhubung dengan orang-orang yang terdekat. Gangguan kecemasan kadang muncul saat merasa kesepian. Manfaatkan teknologi yang ada. Lakukan video call dengan orang-orang terdekat. 
  • “Dan satu lagi yang penting untuk diingat. Biasanya, orang dengan tingkat gangguan kecemasan yang parah punya obat khusus. Jangan lupa untuk minum obat tersebut. Dosisnya bisa dikonsultasikan dengan dokter spesialis kesehatan jiwa untuk menyesuaikan dengan waktu puasa,” kata Ikhsan. 
3 dari 4 halaman

Puasa Membuat Orang dengan Gangguan Kecemasan dan Psikosomatik Lebih Sehat

Ayo, jangan pesimis! Meski punya gangguan cemas dan psikosomatik, Anda tetap bisa berpuasa, kok. Malahan, menurut dr. Andri, SpKJ, FACLP, seperti dikutip dari Detik, puasa bisa memberikan manfaat tersendiri buat orang-orang dengan masalah tersebut. 

“Perut yang diistirahatkan justru membuat perut penderita psikosomatik lebih nyaman dan tidak bermasalah. Mungkin awal-awal ada sedikit gangguan lambung (asam lambung naik). Tapi di lain itu, semuanya akan baik-baik saja,” jelasnya. 

Yang terpenting, atur pikiran dan minum obat sesuai petunjuk dokter. Kuasai diri dengan berbagai kegiatan positif untuk mencegah kekambuhan, supaya ibadah puasa yang dijalani bisa berjalan lancar. 

Meski punya gangguan kecemasan dan sering mengalami psikosomatik, Anda harus tetap optimis selama bulan puasa dan seterusnya. Bila punya pertanyaan lebih lanjut tentang dua kondisi tersebut atau kondisi mental lainnya, konsultasikan langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar