Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mantan Bassist Dewa 19, Erwin Tutup Usia Akibat Pendarahan Lambung

Mantan Bassist Dewa 19, Erwin Tutup Usia Akibat Pendarahan Lambung

Eks bassist Dewa 19, Erwin Prasetya, meninggal dunia hari ini, Sabtu (2/5). Ia meninggal karena masalah kesehatan pendarahan di lambung.

Kabar duka kembali datang dari dunia musik tanah air. Kali ini, mantan pemain bass Dewa 19, Erwin Prasetya, meninggal dunia. Ia wafat usai mengalami masalah pendarahan lambung.

Erwin Prasetya adalah bassist grup Dewa 19 sejak tahun 1992, saat album pertama sampai Pandawa Lima (1997). Ia meninggal di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan pada Sabtu (2/5).

Kabar Wafatnya Erwin Akibat Pendarahan di Lambung

Melansir dari Liputan6, Erwin Prasetya sempat mengalami kritis sebelum meninggal dunia. Hal itu diungkapkan oleh sang istri, Miranda, yang sekaligus membenarkan suaminya meninggal karena pendarahan di lambung.

"Iya benar tadi jam 5 pagi di RS Sari Asih Ciputat. Penyebab pendarahan di lambung. Tadi pagi kritis pas azan subuh," ungkap istri Erwin Prasetya, Miranda, Sabtu (2/5).

"Awalnya enggak ada sakit, tiba-tiba drop pada Kamis pagi, langsung kami bawa ke rumah sakit," sang istri menyambung pernyataan.

Kabar duka meninggal Erwin Prasetya pertama kali diketahui dari unggahan Instagram Ari Lasso. Ia diketahui merupakan mantan rekan satu banda Erwin saat masih bersama-sama di Dewa 19.

Artikel Lainnya: Ini Bedanya Sakit Maag dengan Tukak Lambung

1 dari 4 halaman

Pihak Keluarga Klaim Erwin Tak Pernah Sakit Berat

Kabar meninggalnya Erwin Prasetya cukup mengejutkan. Pihak keluarga mengaku bahwa Erwin sebelumnya tidak punya riwayat sakit berat yang menyebabkan ia sampai jatuh sakit.

Sang istri, Miranda, juga mengaku tidak menyangka hal ini akan terjadi karena Erwin tergolong orang yang menjaga gaya hidup sehat. Miranda menuturkan bahwa sang suami rajin berolahraga.

"Dia itu yang paling rajin jaga kesehatan, minum obat, vitamin. Dari sekeluarga, dia yang paling rajin ingetin buat minum vitamin dan pake masker juga," kata Miranda.

 

2 dari 4 halaman

Apa yang Menyebabkan Pendarahan di Lambung?

Kondisi perdarahan di lambung, yang juga sebagai penyebab kematian Erwin Prasetya, tidak boleh dianggap sepele. Luka di lambung biasanya disebut juga dengan ulkus atau tukak lambung.

Jika ada luka di lambung, biasanya Anda akan merasakan sensasi rasa sakit terbakar di daerah perut.

Menurut dr. Andika Widyatama, tukak adalah kerusakan mukosa lambung yang menyebabkan terjadinya luka dan peradangan di daerah luka tersebut.

"Disebut tukak apabila terjadi robekan berdiameter ≥5 mm, mulai dari submukosa hingga otot mukosa dinding lambung," ujar dr. Andika.

Artikel Lainnya: Asam Lambung Naik, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Lalu, apa bedanya tukak lambung dan infeksi lambung? Perlu diketahui, infeksi lambung merupakan proses terjadinya peradangan pada lapisan mukosa dan submukosa dinding lambung.

Sedangkan tukak lambung adalah kondisi hilangnya lapisan epitel permukaan dinding lambung hingga ke lapisan lebih dalam, dengan diameter ≥5 mm.

Biasanya, kondisi ini harus segera ditangani secara medis. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan ada komplikasi gangguan kesehatan yang muncul.

Nah, sekarang, mari ketahui penyebab pendarahan di lambung. Di lambung ada lapisan lendir yang berfungsi membantu melindungi lapisan usus dari asam lambung.

Ketika terlalu jumlah asam terlalu banyak, atau lendir pelindung lambung jumlahnya tidak cukup, asam akan mengikis permukaan perut atau usus kecil. Hasilnya, akan menimbulkan luka terbuka yang bisa berdarah dan akhirnya menyebabkan pendarahan.

Sayangnya, penyebab perdarahan di lambung ini tidak selalu dapat ditentukan. Namun, ada dua penyebab umum kondisi tersebut, antara lain disebabkan karena infeksi Helicobacter pylori atau karena obat antiinflamasi nonsteroid.

Untuk mengetahui lebih lanjut, ada tiga jenis terjadinya luka di lambung yang dapat menjadi penyebab pendarahan, yakni:

  • Terjadi pendarahan pada lambung karena ulkus atau luka yang mengakibatkan pembuluh darah menjadi terbuka.
  • Adanya tukak membuat lubang kecil di bagian lambung atau lambung bocor.
  • Terjadi pembengkakan atau jaringan parut yang berkaitan dengan ulkus lambung. Hal ini kemudian mengakibatkan makanan tidak dapat dicerna dengan baik.
3 dari 4 halaman

Gejala Anda Mengalami Pendarahan di Lambung

Pendarahan di lambung termasuk bahaya, karena kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala. Faktanya, hanya sekitar seperempat dari orang-orang mengalami gejala.  Beberapa gejala yang dapat dirasakan termasuk:

  • Sakit perut.
  • Kembung atau perasaan kenyang.
  • Bersendawa.
  • Maag.
  • Mual.
  • Muntah.

Tidak semua orang merasakan gejala luka atau pendarahan di lambung yang sama pasti. Dalam beberapa kasus, mengonsumsi makanan dapat meringankan rasa sakit, namun bagi sebagian lainnya, aktivitas makan malah semakin bikin perut terasa sakit.

Pendarahan di lambung ini juga bisa terjadi sangat lambat, sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Meski demikian, perdarahan akibat luka di lambung bisa ditandai dengan gejala anemia yang mungkin Anda alami. Berikut ciri-cirinya:

  • Warna kulit pucat.
  • Sesak napas kalau sedang beraktivitas fisik.
  • Kekurangan energi.
  • Kelelahan.
  • Pusing.

Ulkus atau luka di lambung yang sudah mengalami pendarahan hebat, umumnya dapat menyebabkan kondisi ini:

  • Feses Anda berwarna hitam dan lengket.
  • Darah berwarna merah tua atau merah marun.
  • Muntah darah dengan konsistensi ampas kopi.

Ditegaskan sekali lagi, pendarahan di lambung adalah kondisi yang mengancam jiwa. Semua orang bisa mengalaminya. Terlebih, tidak semua orang bisa langsung sadar, karena gejalanya penyakit ini berbeda-beda dan kadang muncul secara lambat.

Kabar meninggalnya Erwin Prasetya tentu mengejutkan banyak pihak. Apalagi ia diketahui punya gaya hidup sehat.

Jika memiliki gejala pendarahan di lambung seperti yang dijelaskan di atas, dapatkan bantuan medis segera. Untuk tahu info lebih lanjut tentang kondisi ini, konsultasikan dengan dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar