Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tradisi Ziarah Kubur, Bolehkah Dilakukan Saat Pandemi Virus Corona?

Tradisi Ziarah Kubur, Bolehkah Dilakukan Saat Pandemi Virus Corona?

Ada yang bilang, ziarah kubur masih boleh dilakukan saat pandemi virus corona. Benar atau tidaknya kabar itu, cek kebenarannya lewat artikel ini.

Tak hanya puasa, bulan Ramadan juga biasanya diwarnai oleh berbagai tradisi. Misalnya ziarah kubur. Kalau lihat berita atau media sosial, masih banyak orang yang mengunjungi makam sanak saudara.

Bulan Ramadan sering dijadikan momen untuk ziarah ke makam orang tua, kakek nenek, anggota keluarga, sahabat, atau kerabat lainnya. Umumnya, ziarah dilakukan jelang Ramadan dan/atau saat Idulfitri.

Kalau lihat pemberitaan, di beberapa daerah masih terekam suasana ziarah. Memangnya, ziarah kubur saat virus corona mewabah masih aman untuk dilakukan? Apa kata otoritas terkait?

 

1 dari 3 halaman

Kementerian Agama RI (Kemenag) Tak Anjurkan Aktivitas Ziarah Kubur Saat Pandemi Virus Corona

Kepada awak media, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan memang perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan tahun ini karena adanya wabah virus corona.

Ia mengingatkan, masyarakat tidak perlu melakukan ziarah kubur dan mudik ketika pandemi COVID-19 masih berlangsung, demi memutus penyebaran virus mematikan tersebut.

"Tahun ini dianjurkan tidak melakukan ziarah kubur karena berpeluang bertemu orang banyak yang sangat mungkin sudah terinfeksi COVID-19," ujar Fachrul dalam telekonferensi pengumuman hasil sidang isbat, Kamis (23/04).

Menag juga mengatakan, ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan di bulan puasa tahun ini. Tujuannya agar kualitas ibadah tetap maksimal dan penyebaran virus corona bisa dieliminasi.

"Ya, meski tahun ini kita tidak bisa buka puasa bersama, tadarus bersama, tarawih bersama, itikad bersama di masjid, namun hal itu tidak boleh mengurangi semangat dan tekad kita untuk memanfaatkan kehadiran Ramadan bagi peningkatan ibadah," Fachrul menambahkan.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 3 halaman

Ziarah Kubur Saat Pandemi Virus Corona Timbulkan Kerumunan dan Keramaian

Umumnya, tak cuma satu keluarga yang berziarah kubur. Yang datang bisa banyak orang dalam keluarga besar. Belum lagi peluang bertemu kerumunan lain yang juga punya niat serupa.

Alhasil, terbentuklah sebuah kerumunan. Kalau sudah begini, jaga jarak atau physical distancing bisa sulit untuk dilakukan.

Perlu diingat kembali bahwa penyebaran COVID-19 akibat virus corona strain SARS-CoV-2 terjadi sangat cepat.

Virus dapat menular dari satu orang ke orang lain lewat droplet (cairan tubuh) dari hidung atau mulut ketika batuk, bersin, tertawa, atau sekadar berbicara. Bila droplet orang yang terinfeksi sampai terhirup, Anda bisa terinfeksi.

Tak berhenti di situ, Anda juga dapat tertular melalui benda atau permukaan yang telah terkontaminasi droplet orang terinfeksi.

Ketika Anda menyentuh benda atau permukaan tersebut, lalu Anda tanpa cuci tangan menyentuh mata, hidung, atau mulut, Anda bisa tertular.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

Atas dasar itulah, Kemenag meminta agar ziarah kubur diganti dengan mendoakan mereka yang telah berpulang di kediamannya masing-masing. Walau dilakukan dari rumah, tapi itu tidak akan mengurangi esensinya.

Menanggapi larangan ziarah kubur di tengah wabah COVID-19, dr. Alvin Nursalim, SpPD, juga menyatakan hal yang serupa.

“Untuk tradisi ziarah, tentunya memang tidak diperbolehkan karena kita sekarang harus memegang prinsip physical distancing. Jika kita memaksakan diri, itu tidak bijaksana dan menurut saya, sangat berisiko,” kata dr. Alvin kepada KlikDokter.

“Namun, untuk aturan pastinya, ada baiknya Anda patuhi aturan daerah masing-masing. Jika memang sudah aturan yang melarang, berarti jangan dilanggar. Lebih baik mendoakan dari rumah,” tambahnya.

Pandemi virus corona memang mengubah pola hidup masyarakat, tak terkecuali pola beribadah di bulan Ramadan. Memang ada beberapa penyesuaian yang mesti dilakukan demi memutus persebaran virus corona. Namun, jangan biarkan itu menodai rangkaian ibadah dan mengamalkan perbuatan baik.

Bila khawatir terjangkit COVID-19, Anda bisa cek risiko virus corona secara online yang bisa diakses di sini, hasil kerja sama antara KlikDokter, Kementerian Kesehatan RI, dan BNPB. Bila ingin tanya-tanya atau konsultasi, gunakan fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

Memang tak ada lagi tarawih berjemaah, ziarah kubur mudik, atau sekadar buka bareng bersama teman saat pandemi virus corona. Namun, kalau itu bisa jadi senjata melawan penularannya, kenapa tidak? Lakukan semuanya di rumah, karena itu bisa menyelamatkan nyawa.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar