Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Wajib Sabar Saat Puasa, Ini Tips dari Psikolog Supaya Tidak Julid

Wajib Sabar Saat Puasa, Ini Tips dari Psikolog Supaya Tidak Julid

Bukan hanya godaan menahan lapar saja yang susah dilakukan saat puasa, tapi keinginan untuk julid dan menahan emosi pun sulit ditahan. Setuju?

Memasuki bulan Ramadan, seluruh umat muslim di dunia wajib berpuasa selama satu bulan penuh. Rasa lapar mungkin bisa diatasi, tapi kadang tidak dengan emosi dan kebiasaan julid. Agar puasa lebih bermakna, nyinyir dan julid harus dihindari. Bagaimana cara menghindari julid yang ampuh?

Ya, julid yang artinya kebiasaan bergosip dan mengomentari urusan orang lain ini memang jadi salah satu hal yang mungkin sering dilakukan. Apalagi bila ada orang yang baru saja mendapat kesuksesan atau berita tidak enak, pasti biasanya ingin langsung membicarakannya dengan teman-teman.

Misalnya saja, kasus drummer Superman is Dead, Jerinx yang menuai banyak pro dan kontra. Tidak sedikit orang yang justru julid dan berkomentar pedas akan teori konspirasi terkait virus corona yang dibuatnya.

Padahal, bukankah ketika berpuasa seseorang harus bisa menahan segala emosi, amarah, dan rasa kesal akan suatu hal?

Lantas, apa yang membuat Anda ingin terus julid terhadap orang lain?

Artikel lainnya: Suka Nyinyir, Adakah Hubungannya dengan Gangguan Kejiwaan?

Alasan Mengapa Seseorang Sering Julid

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog menjelaskan, ada dua landasan yang membuat seseorang ingin julid, yaitu:

1. Anda Punya Teman yang Sepemikiran

“Ketika ada yang satu pikiran atau satu pendapat dengan Anda, maka Anda merasa punya teman untuk terus menjelek-jelekkan orang yang jadi bahan gosip. Inilah yang nantinya bisa jadi pancingan untuk ber-julid, apalagi kalau orang ini masuk dalam berita atau kasus yang viral,” kata Ikhsan pada KlikDokter.

2. Anda Terlanjur Tidak Suka dengan Orang yang Jadi Bahan Julid

Ketika Anda terlanjur tidak suka dengan satu orang, apa pun yang dilakukan oleh orang tersebut pasti menjadi salah. Baik itu ketika dirinya sedang melakukan hal positif, Anda mungkin melihat perilakunya itu hanya untuk mendapatkan perhatian. 

Inilah yang nantinya membuat Anda jadi terpancing untuk membicarakan orang tersebut dan menjadikannya bahan gosip.

1 dari 3 halaman

Wajarkah Bila Memberikan Komentar Julid?

Sifat julid memang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa orang merasa ini adalah hal yang normal. Tapi, menurut Zarra Dwi Monica, Mpsi., Psikolog, bukan berarti sikap julid bisa dibenarkan atau dimaklumi.

“Mungkin, awalnya orang yang berkomentar julid hanya ingin mengkritik, namun kurang disampaikan dengan baik. Sebuah kritik tetap harus diutarakan dengan sopan. Lalu, tidak bisa juga menganggap orang yang dikomentari itu baper”.

Sebuah komentar mungkin kita anggap hanya sekadar bercanda atau kritik sederhana, namun belum tentu bagi yang dikomentari. Kita tidak pernah tahu dampak apa yang bisa terjadi pada dirinya,” jelas Zarra saat dihubungi KlikDokter.

Ingat, komentar pedas dan tidak sopan atau julid bisa termasuk dalam bullying. Menurut Zarra, sikap julid juga bersifat menyerang seseorang tapi lewat perkataan – ini juga menjadi salah satu bentuk bullying.

Artikel lainnya: 5 Hal yang Membuat Seseorang Menjadi Pelaku Bullying

 

2 dari 3 halaman

Cara agar Tidak Julid di Bulan Puasa

Sebagai penutup, Ikhsan pun memberikan beberapa tips yang bisa diikuti agar Anda tidak terpancing untuk julid selama bulan puasa, yaitu:

  • Ingat Esensi dari Bulan Puasa

Anda harus menanamkan dalam pikiran bahwa bulan puasa adalah bulan suci, di mana hati dan pikiran harus dibersihkan dengan cara menjaga pikiran.

Tanamkan pada diri bahwa saat berpuasa, tidak hanya keinginan untuk makan dan minum saja yang harus ditahan, tapi keinginan untuk bergosip pun harus ditahan.

  • Belajar untuk Mengontrol Diri

“Saat berkumpul dengan teman, pasti ada saja yang akan dibicarakan termasuk julid tentang orang yang tidak disukai atau topik yang kontroversial. Kalau ini pasti akan terjadi, coba hindari terlebih dahulu berkumpul bersama teman, apalagi di bulan puasa,” kata Ikhsan

“Tapi, kalau ingin tetap berkumpul, Anda harus bisa mengontrol diri dengan tidak ikut berkomentar dan hanya jadi pendengar saja,” tambahnya.

  • Tidak Perlu Insecure Bila Tidak Tahu Info Terbaru

Kalau tujuan Anda ber-julid adalah agar mendapat kabar terbaru, ini salah besar! Anda tidak perlu khawatir akan FOMO (fear of missing out atau takut ketinggalan sesuatu) dari bahan gosip.

Justru menghindarinya akan lebih baik ketimbang Anda tahu dan jadi terpancing untuk julid. Ini nantinya akan membuat Anda semakin berdosa dan puasa jadi tidak bermakna.

  • Sibukkan Diri dengan Aktivitas Positif

Hal terakhir yang bisa dilakukan untuk menghindari julid adalah menyibukkan diri dengan kegiatan positif. Anda bisa memasak menu berbuka, menulis jurnal, menonton film, menggambar, atau sekadar bermain dengan binatang peliharaan.

Nah, itulah beberapa cara menghindari julid yang bisa Anda lakukan selama puasa. Tetap kontrol diri dan jangan sampai rasa kesal berbuah menjadi tindakan merugikan. Mau tahu tips kesehatan mental menarik lainnya? Download aplikasi KlikDokter!

(FR/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar