Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Setelah Jakarta, 3 Kota Ini Calon Episentrum Baru COVID-19 di Indonesia

Setelah Jakarta, 3 Kota Ini Calon Episentrum Baru COVID-19 di Indonesia

Selain Jakarta, disebut-sebut ada tiga daerah yang menjadi calon episentrum baru COVID-19. Daerah mana sajakah itu? Simak informasinya di sini.

Kabar gembira, kasus positif virus corona atau COVID-19 di Jakarta mengalami penurunan jumlah ketimbang hari-hari sebelumnya. Hal ini pun disampaikan langsung Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, pada hari Senin, (27/4) lalu.

Kasus Positif Virus Corona di Jakarta Menurun

Menurut Doni Monardo, penurunan kasus ini dipengaruhi oleh faktor Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh pemerintah pusat beberapa waktu yang lalu.

Meski begitu, seorang pakar Epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menduga ada dua faktor yang bisa menyebabkan penurunan angka penyebaran virus corona di Jakarta. Pertama, karena memang betul efek dari PSBB atau karena deteksi yang kurang di Jakarta.

Mengutip laman Tempo, Tri berpandangan keberhasilan kebijakan PSBB ini belum bisa disebut maksimal. Ia menilai efektivitas PSBB ini baru berjalan sekitar 60 persen, di mana memang indikator operasional dan penumpang transportasi umum sudah berkurang.

Data harian pasien COVID-19 di Jakarta dalam seminggu terakhir memang menunjukan penurunan.

Dari laman Situs Corona Jakarta pada 21 April lalu, tercatat pasien virus corona bertambah sekitar 600 orang dan pada 22 April penambahan jadi 120 orang. Dan sehari berikutnya pertambahan pasien jadi 107 orang.

Penurunan yang paling signifikan terjadi pada 25 April, dimana penambahan kasus tidak sampai 100 orang yakni hanya sekitar 76 orang.

Akan tetapi, kasus ini kembali naik 28 April lalu yang menyatakan kasus pasien positif coronavirus bertambah 118 orang.

Melihat kasus ini, dr. Alvin Nursalim Sp. PD mengatakan, penetapan PSBB di sejumlah wilayah memang bisa sangat membantu menurunkan angka penyebaran virus corona, khususnya di kota Jakarta.

Karena dengan adanya PSBB, beberapa wilayah ditutup sementara agar tidak ada pendatang yang masuk, dan tim medis jadi fokus menangani pasien yang sudah terlebih dahulu terinfeksi virus corona ketimbang menangani pasien baru yang terus bermunculan.

Namun, kurangnya deteksi ke seluruh bagian wilayah juga bisa menjadi faktor lain yang menyebabkan angka penyebaran virus corona jadi menurun. Hal ini bisa dilihat dari angka penyebaran virus corona yang naik turun tadi.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Ada 3 Kota Diprediksi Jadi Calon Episenter Baru COVID-19 di Indonesia

Kenyataan berbanding terbalik dengan kasus penyebaran yang ada di daerah-daerah. Di mana sejumlah daerah justru mengalami peningkatan jumlah kasus bahkan sampai berkali-kali lipat.

Misalnya saja seperti di Maluku, yang pada 22 April lalu mengalami peningkatan tiga kali lipat dari sebelumnya hanya 4 orang sekarang menjadi 12 orang.

Tidak hanya Maluku, tapi tiga kota lainnya yang justru disebut-sebut bakal menjadi calon episenter baru COVID-19 di Indonesia, yakni Semarang, Surabaya dan Makasar.

Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah penanganan COVID-19, Achmad Yurianto yang dikutip dari CNN.

 

  1. Semarang

Sejak Selasa, (28/4) kemarin, tercatat ada peningkatan jumlah orang positif virus corona sebesar 118 orang. Dari jumlah tersebut, 30 meninggal dunia dan 75 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bisa dibilang banyak, yakni sekitar 630 orang yang 309 nya dinyatakan negatif, 46 negatif tapi meninggal dunia, dan 9 orang lainnya meninggal dunia saat menunggu hasil tes. Sampai sekarang, masih ada 266 PDP lainnya yang sedang menunggu hasil tes.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Semarang juga meningkat hingga 3.048  orang, dan 2.432 di antaranya telah selesai dipantau. Sehingga, tersisa 616 lagi yang masih dipantau.

 

  1. Surabaya

Jumlah orang yang positif virus corona di Surabaya mencapai 392 orang per Selasa (28/4). Data ini pun diambil dari situs resmi lawancovid19.surabaya.go.id. Dari jumlah pasien itu,  sebanyak 75 orang dinyatakan sembuh, dan 53 orang lainnya meninggal dunia.

Untuk PDP di Surabaya ada sekitar 1.056 orang dan sebanyak 674 di antaranya masih dalam pengawasan. Lalu, ODP sebanyak 2.365, dan dari angka itu ada 931 orang masih dipantau.

 

  1. Makassar

Dari Sulawesi Selatan, Kota Makassar merupakan daerah yang paling tinggi penyebarannya di luar pulau Jawa. Hingga Selasa kemarin, ada sekitar 336 orang yang positif virus corona. Data ini didapat dari situs resmi infocorona.makassar.go.id.

Dari 336 pasien positif virus corona, 238 orang masih dalam perawatan, 71 lainnya dinyatakan sembuh, sementara 27 orang lainnya meninggal dunia.

PDP kota Makassar sendiri berjumlah 350 pasien, dan 107 di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena telah sehat, sementara 48 pasien lainnya  meninggal dunia.

Lalu, jumlah ODP di Makassar ada 897 orang dan dari angka tersebut, 631 orang telah selesai dipantau, sedangkan 266 lainnya masih dalam pemantauan.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Mengapa Jumlah Pasien Positif Virus Corona di Daerah Meningkat?

Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman, Amin Soebandrio  mengatakan, kurang efektifnya upaya daerah untuk melakukan pengendalian dan contact tracing pasien COVID-19 menjadi alasan mengapa jumlah pasien positif COVID-19 meningkat pesat di daerah.

Dikutip Liputan6, menurut Amin masih banyak orang yang lalu lalang ke luar rumah di beberapa daerah dan ini bisa jadi sumber penularan itu sendiri. Amin juga berpendapat, selama hal itu tidak dilakukan penghentiannya, maka penyebaran akan terus meluas.

Amin tidak mau berasumsi, apakah peningkatanan ini terjadi akibat kebijakan larangan mudik yang telat diberlakukan atau tidak. Sebab, tidak ada data yang bisa menyimpulkan ke arah sana.

Amin sendiri mengaku, belum mengetahui jelas bagaimana penelurusan kontak pasien positif virus corona di daerah-daerah berjalan dengan efektif atau tidak.

3 dari 4 halaman

Apa yang Bisa Dilakukan Pemerintah Agar Penyebaran Tidak Meluas?

Masih menurut dr. Alvin Nursalim, penetapan PSBB dan kebijakan larangan mudik sendiri sebenarnya sudah cukup untuk menekan jumlah penyebaran virus corona. Tinggal bagaimana masyarakat saja yang merespon dan mematuhi larangan tersebut.

“Ya, selama warganya nurut dan ikuti aturan yang ada, penyebaran di Jakarta maupun di daerah-daerah pasti akan menurun dan pandemi virus corona di Indonesia akan cepat berakhir,” ujar dr. Alvi.

Karenanya, ayo kita ikuti aturan yang sudah ditetapkan dan disertai dengan menjaga pola hidup sehat, melakukan physical distancing, menjaga kebersihan dan mendeteksi dini penyakit virus corona.

Jika memang diri Anda atau kerabat memiliki gejala corona, jangan malu untuk melakukan pengecekan. Semakin cepat dideteksi, semakin cepat juga tindakan yang akan didapatkan.

KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB dalam menekan angka persebaran virus corona.

Untuk mengetahui informasi lainnya seputar COVID-19 gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar