Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kemenkes Tetap Anjurkan Imunisasi Anak pada Masa Pandemi Virus Corona

Kemenkes Tetap Anjurkan Imunisasi Anak pada Masa Pandemi Virus Corona

Bagi orang tua baru, ada satu hal yang tak boleh dilupakan meski tengah menghadapi pandemi virus corona, yaitu imunisasi anak. Jadi, tetap dilakukan atau tunda?

Sebagian masyarakat mungkin sudah sempat merasa sedikit lega saat mengetahui bahwa akhir pandemi virus corona diramalkan berlangsung 1-2 bulan lagi. Namun, perlu diingat, itu semua masih berupa prediksi meski dibuat melalui penghitungan khusus.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun berharap negara dan masyarakatnya masih terus siaga dalam memerhatikan kesehatan, tak terkecuali kesehatan bayi dan anak.

Nah, bicara soal kesehatan mereka, ada satu hal yang ternyata tak boleh dilewatkan, yakni imunisasi anak.

Ya, perhatian kita memang sedang terpusat pada wabah COVID-19. Namun, jangan sampai kita juga melupakan kesehatan bayi dan anak. Sebab, tubuh mereka belum memiliki sistem imunitas yang sempurna sehingga memerlukan perlindungan jitu seperti imunisasi.

Perlindungan tersebut akan memberi pengaruh baik untuk masa depannya. Kalau tidak memenuhi kebutuhan imunisasi si Kecil meski mereka tidak terinfeksi virus corona, mereka tetap berpotensi terinfeksi penyakit lain yang tak kalah berbahaya.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Imunisasi Anak Jadi Prioritas Saat Pandemi Virus Corona

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tetap merekomendasikan pelaksanaan imunisasi pada anak, walaupun pelaksanaanya harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, drg. Vensya Sitohang, M.Epid, mengatakan bahwa pelayanan imunisasi anak tetap harus berjalan saat pandemi dengan mengutamakan kebijakan pemerintah untuk tetap jaga jarak.

“Pelayanan imunisasi harus tetap berjalan, tetapi dengan protokol-protokol pencegahan COVID-19 seperti social dan physical distancing pada waktu pelayanan imunisasinya dijalankan," ujar Vensya di webinar, Selasa (28/4).

Imunisasi anak saat pandemi masih dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti posyandu dan puskesmas. Imunisasi dianggap krusial karena dapat mencegah anak terkena penyakit, mulai dari campak, polio, hingga hepatitis B.

Artikel Lainnya: Harus Imunisasi Bayi saat Pandemi Virus Corona, Perhatikan Hal Ini

2 dari 4 halaman

Boleh Ditunda, Ini Panduan Imunisasi Anak yang Tepat

Senada dengan pihak Kemenkes, dr. Devia Irine Putri juga menyatakan hal serupa kepada KlikDokter. Menurutnya, imunisasi anak saat pandemi tetap harus dilaksanakan, khususnya bayi yang berusia 0-18 bulan.

Andai kata sekarang situasinya benar-benar tidak memungkinkan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat, imunisasi hanya boleh ditunda paling lambat 1 bulan.

Alasannya, supaya para bayi tidak terinfeksi penyakit berbahaya yang bisa mengancam kesehatan dan kondisi fisiknya (berpotensi cacat dan kualitas hidup menurun).

Buat orang tua baru yang masih belum tahu apa saja jenis imunisasi anak dasar dan tambahan yang mesti diberikan, berikut di bawah ini ada penjelasan dari dr. Devia, berdasarkan panduan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  • Bayi usia 1 bulan: BCG
  • Bayi usia 2 bulan: Pentavalent 1 + OPV 1
  • Bayi usia 3 bulan: Pentavalent 2 + OPV 2
  • Bayi usia 4 bulan: Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV
  • Bayi usia 9 bulan: MR 1
  • Bayi usia 18 bulan: Pentavalent 4 + OPV 4 + MR 2

Untuk imunisasi tambahan, berikut daftarnya:

  • Bayi usia 2 bulan: PCV 1
  • Bayi usia 4 bulan: PCV 2
  • Bayi usia 6 bulan: PCV 3 + Influenza 1
  • Bayi usia 7 bulan: Influenza 2
  • Bayi usia 12-15 bulan: PCV 4

Untuk usia anak di atas 18 bulan, pemberian imunisasi dapat ditunda. Namun, waktu penundaan juga tidak boleh terlalu lama, yaitu hanya 1 bulan.

3 dari 4 halaman

Persiapan Imunisasi Anak Saat Pandemi Virus Corona

Sangat dipahami bahwa orang tua menyimpan rasa khawatir saat membawa buah hatinya keluar rumah untuk mendapatkan imunisasi.

Tapi tenang saja! Di bawah ini ada tips dari dr. Devia mengenai persiapan apa saja yang mesti dilakukan orang tua ketika harus keluar rumah untuk mendapatkan imunisasi bagi anaknya. Adapun persiapan yang dimaksud, antara lain:

  • Telepon dulu rumah sakit, puskesmas, atau posyandu yang akan dituju.

“Di rumah sakit, sudah ditentukan jam kunjung untuk imunisasi bayi sehat dan bayi sakit. Jadi, pastikan sudah mendaftarkannya terlebih dulu dan sudah cari info tersebut,” kata dr. Devia kepada KlikDokter.

Mengetahui jadwal sebenarnya bertujuan agar Anda dan bayi tidak berlama-lama di rumah sakit.

  • Hindari mengenakan banyak aksesori yang tidak penting saat mengunjungi fasilitas kesehatan. Orang tua jangan lupa mengenakan masker, sedangkan anak usia di bawah 2 tahun tidak perlu pakai masker.
  • Tetap terapkan physical distancing dengan orang lain (1-2 meter). Hindari berada di kerumunan.
  • Jangan lupa untuk sering mencuci tangan. Supaya praktis, bawalah hand sanitizer, tisu kering, dan tisu basah. Setelah sampai rumah, jangan lupa langsung membersihkan diri.

Orang tua tidak boleh melupakan imunisasi anak meski tengah berada di era pandemi virus corona seperti sekarang ini. Sebab, ini akan sangat berdampak pada masa depannya (menurunkan risiko terinfeksi penyakit parah dan kecacatan fisik).

Sebagai informasi tambahan, KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB merilis layanan cek risiko virus corona online dan rapid test gratis yang bisa Anda manfaatkan.

Konsultasikan gejala virus corona dan kesehatan anak lebih praktis dengan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar