Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bisakah Sulap Makanan Instan Jadi Lebih Bergizi untuk Santapan Berpuasa?

Bisakah Sulap Makanan Instan Jadi Lebih Bergizi untuk Santapan Berpuasa?

Mendapat bahan makanan segar di masa pandemi corona ini kadang sulit. Nah, bisakah menyulap makanan instan jadi lebih bergizi saat bulan puasa?

Memasuki bulan Ramadan, Anda yang berpuasa harus mengonsumsi makanan sehat. Sayangnya, berpuasa di masa pandemi virus corona bukanlah hal mudah karena bahan makanan segar agak sulit ditemukan. Apakah memungkinkan untuk menyulap makanan instan jadi lebih sehat dan bergizi untuk bulan puasa?

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) di beberapa daerah dilanjutkan sampai tiba bulan puasa. Hal ini berimbas pada aktivitas warga dan operasional beberapa pasar yang tutup.

Mendapatkan kebutuhan makanan yang dicari tidak semudah saat kondisi normal. Ada kalanya Anda akan kesulitan untuk pergi ke pasar mencari bahan makanan yang segar.

Kalau sudah begini, makanan instan kerap menjadi alternatif. Keunggulannya, makanan instan bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Hanya saja, bukan berarti konsumsi makanan kalengan atau instan bisa dilakukan setiap hari, ya. Karena, ada kandungan pengawet dan bahan tambahan lainnya dalam makanan kalengan.

1 dari 2 halaman

Daftar Makanan Instan dan Cara Mengolahnya Lebih Sehat

Ada beberapa makanan instan yang bisa Anda santap selama bulan Ramadan di kala kesulitan mendapatkan bahan makanan segar. Tapi ingat, harus diolah lebih sehat!

1. Mi Instan

Sudah pasti makanan ini berada di peringkat teratas. Siapa yang tidak ketagihan menyantap mi dengan bumbu dan topping yang begitu mantap? Apalagi di bulan puasa, permintaan mi instan semakin banyak. Nah, supaya lebih sehat, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Jangan masukkan semua bumbu

Satu hal yang perlu Anda tahu, yang membuat mi instan tak menyehatkan adalah kandungan natrium yang tinggi pada bumbu mi instan.

Artikel lainnya: Selalu Ingin Makan Mi Instan saat Hujan, Lapar atau Sugesti?

"Kandungan natrium di dalam bumbu mi instan sering kali melebihi kebutuhan natrium harian. Natrium yang terlalu tinggi inilah yang dapat menyebabkan hipertensi di kemudian hari," ujar dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid.

Oleh karena itu, dr. Resthie menyarankan, sebaiknya jangan masukkan semua bumbu ke dalam mi instan yang akan disantap. Paling banyak masukkan separuh bumbu saja.

Bila rasa mi instan menjadi kurang mantap, Anda bisa menambahkan penyedap rasa alami, seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang, atau cabai.

  • Tambahkan sayuran

Mi instan mengandung kalori tinggi yang berpotensi menyebabkan obesitas dan diabetes. Agar hal itu tak terjadi, tambahkan sumber serat seperti sayur-sayuran ke dalam mi instan.

"Sayuran yang cocok untuk melengkapi mi instan antara lain sawi, tomat, wortel, timun, dan buncis," kata dr. Resthie.

Artikel lainnya: Dampak Mi Instan pada Pertumbuhan Anak

  • Batasi konsumsinya

Meski bisa diolah lebih sehat, sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi mi instan secara rutin. Tetap perhatikan berapa banyak yang akan dikonsumsi. Bila makan mi instan memang tak terhindarkan, batasi paling banyak satu bungkus saja dalam satu minggu.

2. Kornet

 

Kornet daging sejak lama menjadi pilihan makanan untuk keluarga di Indonesia. Supaya lebih sehat, saat mengolahnya Anda bisa menambahkan jagung dan kacang polong. Kedua jenis sayuran itu diketahui kaya nutrisi, seperti vitamin A, B6, C, niasin, dan serat.

Saat memasaknya, cukup menggunakan lada sebagai penyedap. Karena, kornet sudah mengandung banyak sodium. Ingat, mengonsumsi kornet perlu dibatasi sekali dalam seminggu.

3. Sarden

Sarden juga makanan instan yang cukup membantu di kala kesulitan dapat bahan makanan segar. Dalam menyiapkan sarden, Anda bisa menambahkannya dengan sayuran, seperti wortel dan brokoli.

Selain itu, kuah sarden kalau bisa juga dikurangi. Ini karena tingginya kandungan sodium yang ada pada kuah tersebut.

4. Sayur Kalengan

Susah cari sayur segar? Sayur kalengan bisa jadi pilihan untuk Anda. Satu hal yang perlu diingat, perhatikan suhu dan lama memasak saat memasak sayuran kalengan. Sebab, vitamin dalam sayuran akan rusak kalau dimasak dalam suhu tinggi dan waktu yang lama.

Jaga selalu pola makan Anda selama berpuasa, apalagi di tengah pandemi virus corona. Sistem imun tubuh yang kuat sangat diperlukan. Usahakan selalu imbangi asupan makanan dengan istirahat dan olahraga yang telah disesuaikan.

Menyantap makanan instan untuk bulan puasa boleh saja, asal diolah dengan lebih sehat. Bila ingin konsultasi soal pola makan yang baik selama puasa, chat dokter via Live Chat, dan cari tahu tips makan sehat menarik lainnya dari KlikDokter!

(FR/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar