Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kasus Sekeluarga Positif Virus Corona Bermunculan, Ini Penjelasannya

Kasus Sekeluarga Positif Virus Corona Bermunculan, Ini Penjelasannya

Beberapa daerah di Indonesia memiliki kasus satu keluarga terinfeksi virus corona. Dari mana penyebabnya? Simak informasi lengkapnya di sini.

Penambahan jumlah kasus positif virus corona memang tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga beberapa kota lainnya seperti Bogor, Yogyakarta, Padang, Banjarbaru, dan sebagainya.

Dirangkum dari berbagai sumber, jumlah kasus baru pasien positif coronavirus di Kabupaten Bogor, Jawa Barat memang terus bertambah. Bahkan kasus baru ini muncul dari satu keluarga yang seluruh anggota keluarganya ikut terinfeksi COVID-19. Bagaimana asal mulanya?

Kasus-kasus Satu Keluarga Positif Virus Corona

Di Bogor, ada satu anggota keluarga yang menjadi pasien positif virus corona. Mereka terdiri dari dua laki-laki berusia 12 dan 9 tahun, dan dua perempuan lainnya yang berusia 66 dan 46 tahun.

Meski begitu, sampai saat ini belum diketahui status masing-masing pasien dalam satu keluarga itu, dan apa penyebab mereka terinfeksi coronavirus.

Sampai saat ini, diketahui bahwa total pasien positif COVID-19 di Bogor mencapai 112 orang. Dan dari jumlah tersebut, 89 orang masih dalam perawatan, dan 11 lainnya meninggal dunia.

Tidak hanya di Bogor, satu keluarga di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta juga terkonfirmasi positif virus corona setelah pulang dari Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, satu keluarga itu baru pulang dari Jakarta karena salah satunya sedang menjalani pengobatan. Bukan pengobatan corona, tapi penyakit lainnya.

Dari penambahan kasus baru ini, maka jumlah pasien positif virus corona di Bantul berjumlah 7 orang, dan seluruhnya tengah menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSUP dr Sardjito, RSPAU DR. S. Hardjolukito, RSUD Sleman dan RSUD Kota Yogyakarta.

Selain itu, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, satu keluarga yang di antaranya anak berusia 5 tahun juga didiagnosis positif terinfeksi virus corona, dikutip dari Liputan6. Juru bicara Gugus Tugas COVID-19, Rizana Mirza, mengatakan balita tersebut tertular dari ibunya, saudara ayahnya, dan juga sang nenek.

Satu keluarga di Padang didiagnosis positif COVID-19 tanpa gejala. Jasman Rizal, Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Sumatera Barat mengatakan, satu keluarga yang terdiri dari 5 orang ini sekarang sedang isolasi mandiri di rumah dan diawasi ketat oleh tim kesehatan karena termasuk dalam status orang tanpa gejala (OTG).

1 dari 4 halaman

Mengapa Bisa Satu Keluarga Tertular Virus Corona?

Menurut dr. Alvin Nursalim Sp.Pd, kurangnya menjaga kebersihan satu sama lain bisa jadi penyebab mengapa satu keluarga bisa terinfeksi virus corona.

Karena mereka tinggal di satu rumah yang sama dan sering melakukan kontak fisik secara verbal maupun nonverbal, maka penularan lebih mudah terjadi.

“Satu keluarga positif COVID-19 mungkin sekali terjadi. Misalkan jika ada salah satu anggota keluarga terinfeksi, pastinya sangat mudah menular ke anggota keluarga yang lain, ” ujar dr. Alvin Nursalim.

Selain itu, jika salah satu anggota keluarga masih memiliki kewajiban untuk melakukan aktivitas di luar rumah, seperti bekerja misalnya, ini juga bisa jadi salah satu penyebab sekeluarga tertular virus corona.

Kemungkinan lain, salah satu dari anggota keluarga juga tidak menerapkan social atau physical distancing, baik di dalam atau di luar rumah. Sehingga, sekeluarga bisa terkena dampaknya, yakni terinfeksi virus corona secara bersamaan.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Kapan Anda Bisa Menularkan Virus Corona ke Anggota Keluarga?

Mengutip laman Health Harvard, seseorang yang mengidap COVID-19 mungkin bisa menularkan virus dari  48 hingga 72 jam sebelum mulai mengalami gejala.

Penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan, orang-orang mungkin paling mungkin menyebarkan virus ke orang lain selama 48 jam sebelum mereka mulai mengalami gejala.

“Penularan yang terjadi juga bisa sangat cepat. Apalagi jika anggota keluarga memiliki sistem imunitas yang rendah. Masa inkubasi virus bisa 5 hari sampai 14 hari. Saat pasien menimbulkan gejala batuk inilah waktu penularan bisa terjadi. Makanya, jika ada anggota keluarga yang menimbulkan gejala, harus segera melakukan isolasi mandiri, ” kata dr. Alvin.

 

3 dari 4 halaman

Supaya Tidak Menularkan ke Anggota Keluarga Lain, Ini yang Bisa Dilakukan!

Agar mengurangi risiko penularan ke satu keluarga, dr. Alvin mengimbau, jika ada salah satu anggota keluarga yang mengalami gejala COVID-19, maka sebaiknya langsung lakukan isolasi mandiri di rumah. Lalu, jangan melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa memeriksakan gejala infeksi virus corona ke rumah sakit agar mendapatkan hasil yang lebih pasti.

Namun, perlu diingat, Anda harus jujur dengan perawat atau dokter saat pemeriksaan. Ceritakan jujur riwayat perjalanan dan gejala yang Anda alami. Jangan malu untuk mengakui bahwa Anda mengalami gejala coronavirus.

Jujur dengan dokter bisa menyelamatkan nyawa petugas medis yang mengobati Anda nantinya dan memutus rantai penularan COVID-19!

Setelahnya, melakukan pola hidup bersih juga jadi salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan agar virus corona tidak mudah menginfeksi seluruh anggota keluarga.

“Mulai dari rajin mencuci tangan dan mengonsumsi makanan bergizi setiap harinya. Lanjut dengan langsung membersihkan diri ketika pulang dari luar rumah dan mencuci baju yang digunakan,” jelas dr. Alvin.

“Semua hal ini penting untuk dilakukan karena jika satu anggota keluarga sudah sakit maka bisa menular ke orang lain dengan sangat mudah. Bila perlu, jangan keluar rumah sama sekali jika tidak dibutuhkan,” tambahnya.

Itulah beberapa informasi terkait coronavirus yang perlu Anda ketahui. KlikDokter telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB dalam menekan jumlah penyebaran COVID-19.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar virus corona gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar