Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Puluhan Orang di Amerika Keracunan Disinfektan Akibat Pernyataan Trump!

Puluhan Orang di Amerika Keracunan Disinfektan Akibat Pernyataan Trump!

Demi “membunuh” virus corona, sejumlah warga AS mencoba menelan dan menyuntikkan cairan disinfektan hingga keracunan! Berikut selengkapnya.

Keracunan disinfektan dialami oleh puluhan orang di AS. Beberapa hari lalu, masyarakat AS, bahkan dunia, sempat digegerkan oleh pernyataan Donald Trump. Kata presiden Amerika Serikat tersebut, menelan atau menyuntikkan cairan disinfektan itu, bisa mencegah infeksi virus corona!

Sekarang, Trump menyangkal pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa media hanya membesar-besarkan informasi yang ia berikan.

Pada kenyataannya, ada pula orang yang percaya atas pernyataannya itu. Dan tak mengherankan, mereka semua akhirnya keracunan disinfektan.

Kasus Keracunan Disinfektan Pasca Pernyataan Trump

Dilansir dari New York’s Daily Times, Poison Control Center, sub bagian dari Departemen Kesehatan Kota, mencatat 30 kasus keracunan disinfektan pada hari Kamis-Jumat (24/04) lalu.

Untungnya, tak ada satupun dari mereka yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit ataupun meninggal dunia.

Di negara bagian Maryland, otoritas darurat bahkan menerima lebih dari 100 telepon yang menanyakan tentang saran Trump.

Pemerintah setempat kemudian membuat peringatan di media sosial supaya masyarakat tidak menelan dan menyuntikkan disinfektan!

Ada pun jenis disinfektan yang dipakai oleh mereka adalah Lysol, cairan pembersih dan pembunuh kuman di kamar mandi.

Lalu, segelintir orang ada juga yang menyuntikkan cairan pemutih (bleaching) ke tubuh mereka. Sisanya, mereka menggunakan cairan pembersih lainnya.

Ya, sejak pernyataan Trump tempo lalu, Pusat Pengendalian Racun di seluruh AS melaporkan terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan terkait keracunan disinfektan.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 3 halaman

Produsen Disinfektan Melarang Penggunaan di Dalam Tubuh

Menanggapi fenomena keracunan disinfektan yang kian meningkat di era wabah virus corona ini, produsen Lysol dan Dettol, Reckitt Benckiser Plc, memberikan pernyataannya.

Menurutnya, dalam keadaan apa pun produk disinfektannya tidak boleh diberikan ke dalam tubuh manusia, baik melalui injeksi, dikonsumsi, atau dengan cara lainnya.

“Seperti halnya semua produk, produk desinfektan dan kebersihan kami hanya boleh digunakan sebagaimana dimaksud dan sesuai dengan pedoman penggunaan," kata Reckitt dalam pernyataannya, Jumat (24/04).

Sebetulnya cairan disinfektan juga tidak aman bila bersentuhan langsung dengan kulit atau pun bagian terbuka lainnya.

Sempat dibuat di mana-mana, bilik disinfektan akhirnya dilarang digunakan karena itu bisa menyebabkan iritasi di kulit, mata, dan lain sebagainya.

Dokter Sara Elise Wijono, MRes mengatakan, proses disinfeksi sebaiknya langsung digunakan ke benda-benda mati, seperti pakaian, meja, kursi, dan lainnya. Jadi, kalau mau pakai disinfektan, lebih baik disemprotkan di benda itu tanpa kehadiran manusia yang memakainya.

Jika ingin menghilangkan kuman di badan, yang boleh digunakan adalah antiseptik. Antiseptik adalah zat yang menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.

Zat cair ini sering digunakan di rumah sakit atau fasilitas medis lainnya untuk mengurangi risiko infeksi selama operasi dan tindakan dokter lainnya. Kini, antiseptik juga dapat ditemukan dalam kemasan kecil yang lebih ringkas dan mudah didapat untuk pemakaian pribadi.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 3 halaman

Disinfektan Bisa Mematikan Sel-sel Tubuh

Cara desinfektan kimia bekerja umumnya bersifat destruktif. Dalam artian, zat ini tak hanya dapat membunuh bakteri dan virus, tetapi juga menghancurkan sel manusia yang sehat!

Dikutip dari NBC News, dr. Ryan Marino mengatakan, suntik dan konsumsi cairan pemutih sebelumnya telah meningkat di antara kelompok yang ingin menghindari hal medis, terutama kelompok atau gerakan masyarakat anti-vaksin.

Orang-orang yang ingin mencoba untuk menyuntikkan cairan pemutih atau mengonsumsi cairan pembersih jenis lainnya tak cuma berisiko keracunan disinfektan.

Mereka berisiko tinggi untuk mengalami kerusakan sel darah, gagal ginjal, kegagalan fungsi hati, hingga kematian.

Sebaiknya, saring informasi tentang pencegahan dan pengobatan virus corona sebaik mungkin. Sebab, jika Anda menelan informasi mentah-mentah, Anda bisa mengalami hal yang sama dengan beberapa orang AS, yakni keracunan disinfektan.

Tetap gunakan cairan disinfektan hanya pada permukaan pakaian dan benda-benda saja. Lalu, jangan lupa cuci tangan yang bersih dengan air dan sabun serta lakukan physical distancing untuk mencegah penularan virus corona. 

Sebagai informasi tambahan, KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB dalam menekan angka persebaran virus corona.

Untuk konsultasi mudah dengan dokter bisa pakai Live Chat di aplikasi KlikDokter, dan untuk  memeriksa kondisi pribadi Anda di Cek Corona Online ini. Selalu ikuti info terbaru soal corona dan tips kesehatan lainnya dari KlikDokter!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar