Sukses

Catat! Ini 4 Kebiasaan yang Pengaruhi Kesehatan Gigi

Kondisi rongga mulut yang sehat sangat berkaitan dengan kebiasaan yang pengaruhi kesehatan gigi. Kebiasaan seperti apa yang dimaksud?

Banyak orang yang tidak sadar melakukan kebiasaan yang bisa pengaruhi kesehatan gigi. Bila tidak memiliki kebiasaan yang mendukung kebersihan rongga mulut dengan baik, dampaknya bisa besar pada kualitas hidup dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kondisi rongga mulut yang sehat ditandai dengan tidak adanya penyakit atau gangguan dalam mulut lainnya, yang membatasi kemampuan seseorang untuk menggigit, mengunyah makanan, berbicara, atau sesimpel tersenyum.

Masalah gigi dan mulut yang sering terjadi

Beberapa masalah gigi yang umum terjadi dan memengaruhi kesehatan mulut di antaranya adalah:

  1. Gigi berlubang

Kerusakan gigi ini merupakan hasil dari aksi bakteri. Asam-asam organik yang dihasilkan oleh mikroorganisme dalam plak gigi menyebabkan demineralisasi enamel dan dentin.

Gigi berlubang sering dijumpai pada masyarakat, tetapi kerap dibiarkan. Padahal, bila tidak mendapatkan perawatan yang semestinya, lubang akan bertambah parah dan dalam, sehingga dapat menyebabkan infeksi di saluran akar.

  1. Gigi sensitif

Gigi sensitif (hipersensitivitas dentin) adalah hilangnya jaringan gigi, yang membuat gigi peka terhadap suatu rangsangan (makanan atau minuman dingin, panas, atau asam). Akhirnya, muncul sensasi ngilu dan nyeri pada gigi.

Kehilangan ini bisa disebabkan oleh suatu gesekan akibat bruksisme (menggemeretakkan gigi umumnya saat tidur) atau abrasi yang biasanya disebabkan karena teknik menyikat gigi yang tidak tepat, dan erosi gigi akibat pengikisan enamel gigi secara kimia.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh seringnya konsumsi minuman bersoda, atau adanya masalah pada pencernaan seperti refluks lambung atau muntah berulang.

  1. Penyakit gusi

Penyakit gusi umumnya diawali dari adanya plak pada permukaan gigi yang dibiarkan tidak tersikat, kemudian lama-lama mengeras menjadi karang gigi, lalu terjadilah peradangan pada gusi.

Keadaan ini ditandai dengan kantung gusi yang terlepas dari gigi dan keluar darah dari gusi terutama saat menggosok gigi. Peradangan kemudian menyebar dan menghancurkan tulang serta jaringan di sekitarnya. Gejala ini sering dikaitkan dengan munculnya bau mulut atau halitosis.

  1. Kehilangan gigi

Merupakan tahap akhir akibat masalah-masalah gigi yang tidak dirawat, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi yang tidak segera diatasi kemudian bertambah parah hingga menyebabkan gigi copot atau tanggal.

1 dari 2 halaman

Kebiasaan baik yang perlu dilakukan untuk kesehatan gigi

Untuk menjaga agar gigi dan mulut terhindar dari penyakit, tentunya Anda butuh melakukan langkah-langkah pencegahan. Tanamkan kebiasaan-kebiasaan baik ini mulai sekarang, serta lakukan dengan disiplin dan konsisten agar rongga mulut sehat dan terawat.

  1. Rutin menggosok gigi

Anda direkomendasikan untuk menggosok gigi dua kali sehari selama 2 menit, agar seluruh permukaan gigi benar-benar bersih dari sisa makanan.

Sikat gigi yang digunakan pun sebaiknya tidak asal pilih. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, dengan bagian ujung sikat yang mengecil, agar dapat menjangkau seluruh area mulut. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride agar gigi tetap kuat dan bebas dari karies.

Agar lebih optimal, pemilihan pasta gigi juga harus saksama. Khususnya jika Anda sering mengeluhkan gigi ngilu akibat gigi sensitif, pilih pasta gigi khusus seperti Sensodyne Herbal.

Sensodyne Herbal mengandung potasium nitrat, serta bahan alami yang populer dalam dunia kedokteran gigi seperti eucalyptus dan fennel.

Potasium nitrat bekerja dalam tubula dentin serta menetralkan saraf dan memblokir transmisi rasa nyeri ke otak, sehingga sensitivitas gigi berkurang. Eucalyptus secara tradisional sering diandalkan sebagai agen pembersih, sedangkan fennel sudah lama diketahui dapat memberikan napas segar.

Sensodyne Herbal bisa memberikan 24 jam perlindungan terhadap gigi sensitif dengan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari.

  1. Flossing

Selain menyikat gigi, lakukan pembersihan sela-sela gigi setiap hari dengan menggunakan benang gigi (dental floss), agar sisa-sisa makanan yang tertinggal bisa terangkat.

  1. Konsumsi makanan sehat

Kurangi atau batasi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi. Lebih baik perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan bergizi lainnya. Selain tubuh sehat, risiko terjadinya karies pun bisa diminimalkan.

  1. Rutin kontrol ke dokter gigi

Temui dokter gigi Anda secara rutin setiap 6 bulan sekali untuk mencegah atau mendeteksi jika adalah masalah di gigi. Jika terdeteksi dini, maka penanganannya bisa lebih efektif.

Ingat, kebiasaan yang Anda lakukan, sekecil apa pun, bisa pengaruhi kesehatan gigi. Tanamkan empat kebiasaan baik di atas agar gigi terhindar dari kerusakan atau masalah lainnya. Tak hanya pada diri Anda, tetapi juga seluruh anggota keluarga.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar