Sukses

Ini Kesalahan Suami yang Bisa Bikin Istri Tak Setia!

Istri selingkuh? Bisa jadi penyebabnya adalah suami kerap melakukan kesalahan ini terhadap istri, sadar maupun tidak. Simak penjelasannya di sini!

Menjaga keharmonisan rumah tangga kadang tak mudah. Bila istri menjadi tak setia, ada kemungkinan suami tanpa sadar telah melakukan kesalahan terhadap sang istri. Seperti apa kesalahan atau kebiasaan buruk yang dimaksud?

Meski indah, tapi jalannya pernikahanan tak selalu mulus. Misalnya hubungan merenggang karena sama-sama sibuk, bosan, gairah seksual menurun, konflik, hingga berbagai kebiasaan yang mungkin disadari atau tidak bikin ilfil pasangan, dan sebagainya.

Nah, pada artikel ini, yang akan dibahas lebih jauh adalah kemungkinan penyebab istri selingkuh atau tak setia.

1 dari 3 halaman

Penyebab Istri Kecewa dan Tak Setia terhadap Suami

Bisa jadi evaluasi diri, berikut ini adalah beberapa sifat suami yang dibenci istri yang dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Tak Habis-habisnya Mengkritik

Sering mengkritik atau mengomeli istri, apalagi di depan orang lain, baik di dunia nyata maupun media sosial, bisa membuat pasangan lebih mungkin melakukan perselingkuhan. Dari situ, bisa jadi istri akan mencari sosok lain yang lebih mengerti, menerima apa adanya, atau yang sering memberikan pujian.

  1. Kurang Menunjukkan Kasih Sayang secara Fisik

Bila suami jarang menggenggam tangan, memeluk, mencium, atau memberikan sentuhan mesra, itu juga bisa jadi salah satu penyebab istri selingkuh.

Keintiman secara seksual memang penting dalam hubungan. Namun, tindakan kecil seperti sentuhan, ciuman, atau pelukan juga tak kalah penting bagi koneksi fisik dan emosional tiap pasangan.

Bila Anda menyadari jarang melakukan kontak fisik dengan istri, mulailah untuk lebih sering melakukannya.

Artikel lainnya: Hentikan Kebiasaan Selingkuh dengan 6 Tips Ini!

  1. Kelilingi Diri dengan Orang-Orang yang Tepat

Salah satu faktor utama yang membuat pasangan berselingkuh adalah teman-teman yang ada di sekitarnya. Terdengar mengejutkan, tapi faktanya ini sering terjadi.

Pada banyak kasus perselingkuhan, pasangan yang berselingkuh banyak bergaul dengan teman-teman atau rekan kerja yang memandang memegang teguh kesetiaan dalam pernikahan.

Maka dari itu, kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bisa memperkuat karakter baik Anda, dan jauhkan diri dari orang-orang yang mencoba untuk menodai karakter Anda.

  1. Tidak Menghargai Istri

Ketika suami mulai tak menghargai istri, misalnya meremehkan pendapatnya, itu seperti ”membuka jalan” bagi istri untuk selingkuh.

Suami yang terlalu mementingkan harga dirinya akan merasa terus-terusan berhak untuk melakukan segala sesuatunya sesuai standarnya. Ini dapat menghancurkan hubungan.

Tunjukkan rasa saling menghormati setiap saat. Saling menghargai dan memberi perhatian tak hanya penting untuk mencegah pasangan jadi tak setiap, tapi juga krusial untuk pernikahan tetap sehat dan langgeng.

Hanya karena cara pasangan melakukan segala sesuatunya berbeda dengan Anda, tapi bukan berarti cara Anda paling benar. Perbedaan harusnya disyukuri, karena dapat memberi warna pada sebuah hubungan.

  1. Menyimpan Rahasia

Kerahasiaan bersifat toksik bagi sebuah hubungan. Ketika suami mulai rutin menghapus atau menyembunyikan pesan teks, menyembunyikan sesuatu agar tidak diketahui istri, itu adalah tanda hubungan yang tidak sehat.

Bila ingin pernikahan awet dan terhindar dari orang ketiga, Anda mesti saling terbuka. Jangan menyimpan rahasia atau berbohong kepada pasangan. Bersikap transparan dan penuh kejujuran adalah salah satu kunci keberhasilan dalam perkawinan.

Selain alasan di atas, menurut studi di Amerika Serikat yang dipublikasikan di ”The Journal of Sex Research”, beberapa alasan pasangan yang selingkuh meliputi:

  • Kurangnya rasa cinta.
  • Merasa tidak dipedulikan.
  • Ketidakpuasan terhadap hubungan seksual.
  • Menginginkan variasi dalam hubungan seks.
  • Situasi atau godaan sesaat.
  • Komitmen yang rendah.
  • Harga diri.
  • Amarah.

Artikel lainnya: Cara Menghilangkan Rasa Trauma pasca Diselingkuhi

2 dari 3 halaman

Pentingnya Pasangan untuk Saling Menghargai

Dikatakan oleh psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, supaya terhindar dari perselingkuhan, rasa saling menghargai adalah faktor penting dalam mempertahankan rumah tangga.

"Dalam suatu hubungan, faktor ini sangat penting. Jadi, si istri bisa melihat suami atau sebaliknya sebagai partner. Bisa dibilang jadinya setara, tidak bisa ada yang merasa lebih tinggi," ujar Ikhsan kepada KlikDokter.

"Pasangan harus menghormati. Jangan suami maunya dihormati saja, begitu juga sebaliknya. Ini supaya hubungan yang dijalani jadi lebih langgeng dan lebih sehat. Kemudian, tidak ada timbul kecemburuan atau rasa iri," lanjutnya.

Ketika sudah punya rasa saling menghargai, suami dan istri nantinya bisa saling menghargai pendapat. Jangan sama-sama keras kepala.

Kalau sedang menghadapi konflik, bila sudah tercipta rasa saling menghargai satu sama lain, konflik bisa diselesaikan dengan lebih mudah.

"Tidak usah ragu untuk minta pendapat di antara pasangan, meskipun hasilnya tidak sejalan dengan mau kita. Artinya, kita bersikap terbuka dan mau menerima kritik pasangan," ungkap Ikhsan.

Selain beberapa hal di atas, ada cara lain untuk menghindari masalah di antara pasangan. Apresiasi pasangan dan jadilah pendengar yang baik.

"Apresiasi tindakan pasangan. Misalnya, istri habis keguguran. Ada suami yang ikut bersedih, banyak pula yang menyalahkan istri. Suami yang baik adalah tetap menghargai istri apa pun yang terjadi,” Ikhsan menegaskan.

Selain itu, Ikhsan juga mengingatkan akan pentingnya komunikasi dan kemampuan menjadi pendengar yang baik.

”Bila pasangan mengalami kesulitan, dengarkan. Beri masukan bila mungkin. Namun, pastikan untuk menjadi pendengar yang baik, itu sudah cukup dan membuktikan rasa saling menghargai,” pungkasnya.

Demi keharmonisan rumah tangga, jangan lagi melakukan kesalahan suami terhadap istri (atau sebaliknya). Jangan sampai mengabaikan perasaan istri, apalagi sampai tidak menghargainya. Ingin tips rumah tangga harmonis? Gampang! tanyakan langsung ke psikolog KlikDokter lewat fitur Live Chat di aplikasi, ya!

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar