Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pencarian Informasi Sex Toys Buatan Sendiri Meningkat Selama COVID-19

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Pencarian Informasi Sex Toys Buatan Sendiri Meningkat Selama COVID-19

Lampiaskan hawa nafsu dengan sex toys buatan sendiri, Amankah?

Pandemi virus corona memang membuat sejumlah wilayah jadi di karantina, termasuk juga Jakarta. Karantina wilayah dan pembatasan jarak sosial memang menghambat orang untuk bertemu. Akhirnya, pandemi ini memaksa beberapa pasangan yang mungkin harus LDR untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri. 

Kepuasan seksual memang telah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi pasangan. Jika suami atau istri Anda justru terjebak di dalam satu kota akibat pekerjaan dan tidak bisa pulang ke rumah karena karantina wilayah, ini bisa jadi masalah untuk memenuhi kebutuhan seks tersebut. 

Akhirnya, setiap pasangan didorong untuk lebih kreatif dalam mencari kepuasan biologis itu, salah satunya dengan membuat mainan seks/sex toysnya sendiri. 

1 dari 3 halaman

Pencarian Informasi Sex Toys Meningkat Selama Pandemi Virus Corona

Melansir Mirror, pencarian di situs daring tentang mainan seks buatan sendiri mulai membludak sejak bulan lalu, tepatnya ketika karantina di rumah mulai diberlakukan di berbagai negara. 

Pasar online OnBuy telah melakukan penelitian tentang ini dan menemukan ada lebih dari 23.000 pencarian Google untuk mainan seks buatan sendiri di kota-kota Inggris pada bulan lalu. 

Leicester ditemukan sebagai kota dengan jumlah pencarian terbanyak dibandingkan dengan populasi mereka. Ratusan penduduk bertanya-tanya bagaimana mereka bisa membuat vibrator dan pelumas sendiri selama karantina.

Tim peneliti dari EliteSocietyLondon.co.uk berusaha memberikan jawaban untuk orang-orang yang menanyakan hal tersebut. Dan hasilnya, ponsel, sikat gigi elektrik dan mentimun jadi saran para peneliti. Mereka mengatakan bahwa masyarakat bisa mengunduh aplikasi untuk mengontrol getaran, sehingga vibrator ‘second’ pun bisa digunakan untuk masturbasi. 

Namun seorang dokter telah memperingatkan untuk tidak menggunakan barang-barang ini sebagai mainan seks.

Artikel Lainnya: Bolehkah Menggunakan Baby Oil sebagai Pelumas Seks?

Dr Shree Datta, seorang konsultan ginekolog dari My Healthcare Clinic menjelaskan kepada MirrorOnline, bahwa ada risiko yang bisa timbul akibat menggunakan sex toys buatan sendiri, terutama untuk para wanita. 

“Walaupun ini tidak biasa, saya tidak akan merekomendasikan menggunakan mainan seks buat sendiri untuk digunakan. Ini justru bisa menimbulkan infeksi dan penyakit lainnya timbul pada vagina. Dalam beberapa kasus, seorang wanita justru bisa ke UGD untuk mendapatkan perawatan intensif akibat infeksi pada vaginanya,” ujar dr. Shree.

Ini bukan kali pertama dr. Shree membicarakan akan bahaya dari sex toys buatan sendiri. Pada awal tahun 2020, dirinya membicarakan tentang tren pria yang menggunakan pasta gigi sebagai pelumas buatan untuk masturbasi. 

“Pasta gigi dapat mengandung bahan-bahan seperti zat pemutih, peppermint atau minyak wangi, yang dapat menyebabkan iritasi atau infeksi. Ini dapat menyebabkan luka kimia ringan dan melepuh pada area kulit sensitif. Saya dengan tegas melarang Anda untuk tidak memasukan pasta gigi ke alat kelamin Anda,”  ujar dr. Shree. 

Menanggapi hal ini, dr. Arina Heidyana dari KlikDokter pun juga setuju jika mainan seks sebaiknya tidak dibuat sendiri. 

“Anda sangat dilarang untuk menggunakan alat bantu sex dengan bahan-bahan yang bukan dari silikon. Jika Anda menggunakan sayur-sayuran seperti terong, mentimun itu justru bisa merusak lapisan vagina dan vagina jadi terinfeksi karena bakteri dari sayur-sayuran itu. Meski sudah dicuci bersih, permukaan sayur masih kasar dan tidak cocok untuk kulit vagina,” ujar dr. Arina

Jika memang ingin melakukan hubungan seksual atau masturbasi, dr. Arina menyarankan untuk membeli alat sex yang asli dengan kualitas yang terjamin. 

Pada kesimpulannya, jangan gunakan bahan-bahan di rumah untuk membuat sex toys sendiri karena berdampak buruk bagi kesehatan alat kelamin.

Artikel Lainnya: Cara Penularan Kanker Serviks

2 dari 3 halaman

Pilih Sex Toys dengan Bahan Aman!

Dari KlikDokter, dr. Seruni Mentari Putri mengatakan bahwa memiliki sex toys dengan bahan yang aman merupakan salah satu indikasi paling penting dalam menggunakan mainan seks. Ada banyak varian sex toys yang bisa Anda jumpai, tapi memilih sex toys dengan bahan silikon merupakan paling aman untuk mainan seks. 

“Anda bisa memilih mainan seks yang dibuat dengan menggunakan bahan silikon karena aman dan lembut jika dimasukkan ke dalam vagina maupun dimainkan oleh penis. Anda juga bisa memilih mainan seks yang dibuat dengan menggunakan bahan plastik dan kaca, ” ujar dr. Seruni. 

Namun hati-hati, jika Anda bermain dengan menggunakan sex toys kaca. Pastikan setiap sisinya tidak ada yang pecah agar dinding vagina maupun penis tidak tertusuk oleh sudut yang tajam. Jika alat bantu seks berbahan kaca sudah pecah, segera buang dan jangan digunakan lagi.

Anda juga disarankan untuk menghindari alat sex dengan bahan jelly karena bisa menimbulkan sensasi terbakar pada organ intim wanita maupun pria. Sebelum memilih sex toys, pastikan Anda membaca label kemasan.

Selain itu, Jangan asal memilih ukuran sex toys, karena ini bisa berdampak buruk bagi kondisi kesehatan organ intim wanita. Selain menghindari dampak buruk yang mungkin bisa terjadi, memilih ukuran sex toys yang aman juga bisa membantu pasangan mencapai kepuasan seks. 

 “Ada banyak ukuran dildo atau vibrator yang dijual. Pilihlah dengan ukuran panjang dan tebal yang pas dan sesuai dengan keinginan Anda,” kata dr. Seruni. 

“Jangan coba-coba untuk menggunakan ukuran sex toys yang besar, jika Anda belum pernah mencoba mainan tersebut sebelumnya. Selain bisa menginfeksi organ intim, seks dengan alat bantu yang salah juga bisa melukai organ intim,” lanjutnya. 

Nah, itulah beberapa fakta mengenai sex toys yang perlu Anda ketahui. Jika ada pertanyaan seputar seks sehat lainnya, Anda bisa konsultasikan langsung ke dokter spesialis via LiveChat di Aplikasi KlikDokter. 

(RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar