Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Terinfeksi COVID-19, Dokter di Wuhan Kulitnya Menghitam!

Terinfeksi COVID-19, Dokter di Wuhan Kulitnya Menghitam!

Selain ada temuan bahwa COVID-19 bisa sebabkan ruam kulit, ada lagi temuan bahwa virus corona SARS-CoV-2 ini bisa bikin kulit menghitam. Bagaimana bisa?

Dunia medis tengah dihebohkan dengan gejala atau efek baru dari infeksi COVID-19. Setelah penemuan kemunculan ruam gatal seperti alergi dingin dan gigitan serangga, ada pula temuan gejala di kulit lainnya yaitu kulit jadi menghitam.

Ternyata, kulit yang menghitam terjadi pasca pasien terinfeksi penyakit akibat virus corona SARS-CoV-2 tersebut. Kondisi tak biasa ini dialami oleh dua pasien yang berprofesi sebagai dokter di Tiongkok.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Kulit Menghitam Setelah Terinfeksi COVID-19

Dilansir dari berbagai sumber, dua dokter di Tiongkok yang mengalami kondisi kulit yang menghitam tersebut adalah Yi Fan dan Hu Weifeng. Keduanya berusia 42 tahun dan terinfeksi saat bertugas di RS Pusat Wuhan, Januari silam.

Tentang kondisi kulit tersebut, dr. Devia Irine Putri memberi penjelasan kepada KlikDokter. Katanya, kulit yang menggelap sebetulnya tergolong langka jika dikaitkan dengan infeksi coronavirus.

Kulit memang menjadi bagian tubuh yang tak lepas dari imbas infeksi virus. Akan tetapi, biasanya, gejala yang ditimbulkan berupa ruam kulit kemerahan, gatal, perih, atau ada sedikit pembengkakan.

Untuk gejala ruam kemerahan, virus SARS-CoV-2 disebut masuk ke dalam sistem darah, sehingga penampilan kulit jadi mengalami perubahan.

Sementara itu, menurut penuturan dokter yang merawat kedua pasien di atas tersebut, kulit yang menghitam pasca infeksi disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon  akibat organ hati yang rusak karena COVID-19.

Artikel lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Apakah mungkin kondisi tersebut juga disebabkan oleh efek samping pengobatan yang cukup keras?

“Saya rasa untuk pengobatan tidak sampai ke situ. Efek samping pengobatan, misalnya penggunaan chloroquine, biasanya berupa mual, muntah, gangguan pendengaran, dan penglihatan buram,” jelas dr. Devia.

“Sebenarnya, fungsi organ hati itu sendiri memang pasti meningkat saat tubuh terinfeksi dan meradang oleh sesuatu. Jadi, berbagai macam faktor bisa mendukung terjadinya kondisi tersebut,” katanya lagi.

Dokter Alvin Nursalim, SpPD, juga mengatakan bahwa pada beberapa orang, penggunaan obat chloroquine dapat meningkatkan risiko kulit menjadi lebih gelap. Namun, biasanya ini terjadi akibat penggunaan obat dalam jangka panjang.

“Dari salah satu penelitian, (kulit yang menghitam) dapat terjadi paling cepat 3 bulan pemakaian. Sayangnya, tidak disebutkan nama obat, dosis, dan lama penggunaan obat pada pasien,” tuturnya.

Terlepas dari apa yang menyebabkan kulit dua pasien tersebut menghitam, yang jelas, virus corona memang bisa memberikan efek pada kulit penderitanya, sekalipun sejak awal pasien tak memiliki kulit sensitif (yang mudah terkena gangguan).

Sementara itu, dr. Nabila Viera Yovita mengatakan kepada KlikDokter, sampai saat ini, manifestasi dari virus corona memang bisa ditemukan di banyak area tubuh, termasuk di cairan otak.

“Ada pula kasus yang manifestasinya ke mata, lalu ada yang ruam kemerahan di kulit, banyak pokoknya. Tapi, paru-paru penderita COVID-19-lah yang paling banyak menerima efek buruknya. Ada juga ginjalnya juga kena,” ujar dr. Nabila.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 3 halaman

Bagaimana Perkembangan Kondisi Dokter yang Kulitnya Menghitam akibat COVID-19?

Perlu diketahui bahwa dr. Yi dan dr. Hu merupakan kolega dari dr. Li Wenliang, pihak yang pertama memperingatkan adanya virus corona dan malah mendapat hukuman akibat tindakannya tersebut. Keduanya terpapar virus mirip SARS pada 18 Januari lalu.

Awalnya, mereka dibawa ke Rumah Sakit Paru-paru Wuhan, sebelum dipindahkan ke RS Tongji Cabang Zhongfa Xincheng.

Dokter Yi sempat dimasukkan ke dalam mesin ECMO selama 39 hari. ECMO adalah mesin pendukung kehidupan yang menggantikan fungsi jantung dan paru-paru dengan cara memompa oksigen dalam darah ke seluruh tubuh.

Kini, dr. Yi memang sudah pulih, meski masih sulit berjalan. Menurutnya, berjuang mengalahkan virus corona menimbulkan rasa trauma. Di sisi lain, dr. Hu dilaporkan tidak bisa berbicara karena kondisinya yang masih lemah (masih di ICU) dan gejala yang dialaminya pun lebih berat.

Perkembangan efek maupun gejala virus corona memang menarik untuk diketahui. Tujuannya, supaya Anda bisa mengenali dan tidak menganggap enteng saat gejala serupa muncul.

Bila khawatir akan risiko penularan, gunakan fasilitas cek risiko virus corona online yang bisa langsung klik di sini. Layanan tersebut adalah hasil kerja sama KlikDokter, Kemenkes RI, dan BPNB. Yuk, cek kondisi Anda sekarang!

Masih ingin tahu lebih dalam tentang COVID-19 atau penyakit lainnya, Anda juga bisa selalu mengandalkan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Sehat itu mudah!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar