Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Seleb Juga Manusia, Ini Kesalahan Mereka Saat Pakai Masker & Sarung Tangan

Seleb Juga Manusia, Ini Kesalahan Mereka Saat Pakai Masker & Sarung Tangan

Banyak orang yang masih melakukan kesalahan saat memakai masker dan sarung tangan, tak terkecuali para seleb. Catat, jangan lagi melakukan kesalahan ini, ya!

Pandemi COVID-19 memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk aktivitas harian. Salah satunya adalah penggunaan masker dan sarung tangan. Niatnya, sih, untuk perlindungan dan memberi contoh. Namun, ada beberapa seleb Hollywood yang terekam kamera lakukan kesalahan saat memakai masker dan sarung tangan.

Otoritas kesehatan di banyak negara mengimbau warganya untuk menggunakan masker saat keluar rumah atau berada di fasilitas publik. Tak hanya untuk melindungi diri, tapi juga orang-orang di sekitar selama masa pandemi virus corona strain SARS-CoV-2.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memakai alat perlindungan diri seperti masker dan sarung tangan secara benar, bahkan selebritas kelas dunia! Siapa saja seleb yang dimaksud?

 

1 dari 5 halaman

Simon Cowell, Offset, Michael Keaton dan Harry Styles: Masker Tidak Menutupi Hidung, Mulut, dan Dagu dengan Benar

Kalau pakai masker tapi tak menutupi dagu maupun mulut, bagaimana mungkin masker tersebut dapat melindungi penggunanya?

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memakai masker dengan benar. Entah dagu tidak tertutup secara menyeluruh, atau masker diturunkan ke dagu dan mengekspos hidung dan mulut.

Nah, Simon Cowell kedapatan pakai masker menutupi hidung dan mulut, tapi dagunya hanya tertutup setengahnya, sedangkan Harry Styles tertangkap kamera pakai masker hanya menutupi dagunya.

Selain itu, seleb seperti Offset dan Michael Keaton terlihat kamera hanya menggunakan masker hanya menutupi mulut dan dagu, sedangkan bagian hidungnya terekspos.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2 dari 5 halaman

Demi Lovato dan Cody Simpson: Pakai Sarung Tangan tapi Pegang Smartphone

Ada pula jepretan Cody Simpson (dan pacarnya, Miley Cyrus) yang berjalan keluar dari swalayan sambil mendorong troli. Sekilas tak ada yang salah karena ia mengenakan masker dengan benar.

Namun, ternyata sembari pakai sarung tangan, Cody kedapatan seperti sedang melakukan panggilan telepon dan meletakkan ponsel di telinganya (menyentuh masker).

Kalau kata dr. Alvin Nursalim, SpPD, kepada KlikDokter, virus yang mungkin menempel di sarung tangan akan berpindah ke ponsel, lalu bila melakukan atau menjawab panggilan telepon dengan menempelkannya ke sisi wajah, tentu virus bisa berpindah ke sana.

“Sebaiknya tidak perlu menggunakan sarung tangan. Cukup bersihkan dengan air dan sabun juga sudah bisa membunuh kuman. Kalau pakai sarung tangan justru kemungkinan seseorang untuk menyentuh wajahnya jadi semakin tinggi,” ujar dr. Alvin.

Bila tempat cuci tangan tak tersedia, pembersih tangan berbasis alkohol bisa digunakan untuk sementara waktu sampai menemukan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3 dari 5 halaman

Blac Chyna: Masker Kelonggaran

Masker yang tidak menutup erat hidung, mulut, dan dagu alias longgar juga tak akan bisa memberi proteksi maksimal.

Misalnya Blac Chyna yang kedapatan memakai masker yang terlihat longgar, karena bagian atas masker tersebut hampir turun sepenuhnya dari hidungnya.

Pakai masker yang kebesaran tentu bisa membuat kuman penyakit masuk ke dalam tubuh lewat sela-sela masker yang longgar.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

 

4 dari 5 halaman

Catat dan Ingat, Ini Cara Memakai Masker dan Sarung Tangan yang Benar!

Menurut panduan dari Kemenkes RI, cara pakai masker yang benar adalah: secara umum, orang sehat tidak perlu pakai masker. Yang dianjurkan adalah orang yang sedang demam, batuk-batuk, dan pilek, atau orang yang sedang berangsur pulih dari sakit.

Namun, sekarang ada imbauan, bahkan beberapa pihak mewajibkan warga pakai masker saat keluar rumah. Masker kain bisa digunakan karena masker bedah dan N95 diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

Untuk masker kain, anjurannya adalah memakai masker yang memiliki tiga lapisan, sehingga kerjanya lebih efektif dalam menangkal droplet (cairan yang keluar hidung dan mulut) yang menjadi penularan virus. Masker bisa dibuat sendiri dengan dijahit secara manual maupun dengan mesin jahit.

Nah, bagaimana cara pakai cara yang benar? Kata dr. Alvin adalah sebagai berikut.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau pakai hand sanitizer sebelum mengambil masker.
  • Tarik tali pengait dan pastikan bagian depan adalah bagian yang berwarna dan bagian atas adalah bagian yang memiliki kawat.
  • Jika masker berwarna putih atau warnanya sama, maka cara membedakannya adalah dari jenis bahan masker. Bahan yang kasar adalah untuk bagian luar dan bahan halus adalah untuk bagian dalam.
  • Tekan bagian kawat dan sesuaikan dengan bentuk hidung.
  • Tarik tali pengait, lalu pasangan ke kedua telinga.
  • Tarik bagian bawah masker hingga menutupi seluruh dagu.
  • Batas maksimal penggunaan masker adalah 8 jam (untuk masker bedah). Kalau sudah lebih dari itu, buang masker dan ganti dengan yang baru.

Untuk masker kain, anjuran pemakaiannya adalah tidak lebih dari 4 jam bila dipakai oleh orang sehat. Setelahnya harus diganti. Jadi, jika bila dipakai untuk beraktivitas, siapkan setidaknya 2-4 masker kain di dalam tas.

Bagaimana dengan sarung tangan?

Sebetulnya dr. Alvin tidak menyarankan penggunaan sarung tangan. Ini karena alat perlindungan diri tersebut lebih dibutuhkan oleh pekerja di fasilitas kesehatan.

Ia lebih memprioritaskan untuk giat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, sedangkan hand sanitizer bisa dipakai untuk sementara sampai menemukan tempat cuci tangan.

Selain itu, sarung tangan yang digunakan dengan salah juga malah bisa jadi sarana penyebaran kuman penyakit, karena menyentuh banyak benda atau permukaan tanpa dibersihkan.

Selain itu, ada pula ahli yang mengatakan bahwa menggunakan sarung tangan (seperti yang dilakukan orang-orang saat berbelanja ke swalayan atau ke apotek) hanya memberikan rasa keamanan yang palsu (false sense of security).

Artinya, Anda boleh jadi merasa terlindungi dengan baik, sehingga malah sembarangan menyentuh berbagai barang, termasuk wajah. Ini malah bisa jadi sumber kontaminasi.

Bila ingin membeli kebutuhan, misalnya ke supermarket, apotek, atau fasilitas publiknya dan ingin tetap aman meski tanpa pakai sarung tangan, dilansir dari laman Cleveland Clinic, lakukan ini:

  • Jangan menyentuh wajah.
  • Jangan menyentuh smartphone.
  • Terapkan physical distancing saat berada di tempat publik, minimal 1,8 meter (6 feet) dari orang lain sepanjang waktu.
  • Batasi menyentuh barang atau permukaan.
  • Pakai masker dan jangan menyentuh masker saat sedang dipakai.
  • Bersihkah tangan saat kembali ke mobil dan segera cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah selesai meletakkan barang-barang yang dibeli saat sampai di rumah.

Bila khawatir akan risiko penularan virus corona, Anda bisa cek langsung risiko tersebut secara online yang bisa diakses di sini. Layanan tersebut adalah hasil kerja sama KlikDokter, Kementerian Kesehatan RI, dan BNPB.

Demikianlah beberapa kesalahan saat memakai masker dan sarung tangan yang masih sering dilakukan. Bila masih punya pertanyaan seputar topik ini, COVID-19, dan penyakit lainnya, gunakan fitur Live Chat 24 jam lewat aplikasi KlikDokter, yang akan dijawab langsung oleh dokter!

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar