Sukses

Tanda Anda Terkena Burnout Syndrome saat Kerja di Rumah

Kerja dari rumah atau work from home (WFH) di tengah pandemi corona memang sebuah keharusan. Hati-hati, hal tersebut juga bisa memicu terjadinya burnout syndrome.

Pandemi virus corona masih terus berlangsung. Hingga kini, setiap orang dianjurkan untuk kerja di rumah atau work from home (WFH) guna meminimalkan risiko tertular COVID-19.

Kebijakan kerja di rumah awalnya disambut gembira oleh hampir setiap karwayan. Namun lama-kelamaan, rasa gembira tersebut kian terkikis dan malah berubah menjadi perasaan tertekan. Kondisi seperti ini dikenal dengan sebutan burnout syndrome.

Burnout Syndrome Akibat WFH

Bekerja di rumah tidak lebih mudah dibandingkan bekerja di kantor. Kondisi ini semakin rumit dirasakan karena Anda juga dituntut untuk selalu berada di dalam rumah guna menjalani karantina mandiri selama pandemi virus corona. Hal ini bisa berujung pada terjadinya burnout syndrome.

"Orang yang burnout memang sedari awal sudah merasa stres saat harus bekerja di rumah. Ditambah, mereka juga tidak boleh ke mana-mana karena harus karantina mandiri. Jadinya, stres berkepanjangan dan akhirnya jadi burnout," kata psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi kepada KlikDokter.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), burnout syndrome adalah kondisi stres kronis akibat pekerjaan yang ditandai dengan rasa lelah, kesal dengan pekerjaan, dan merasakan ketidakpuasan. Kondisi ini bisa dirasakan secara fisik maupun emosional.

Artikel Lainnya: Burnout Syndrome dapat Berdampak pada Kesehatan Jantung, Apa Benar?

1 dari 3 halaman

Tanda dan Gejala Burnout Syndrome saat WFH

Kerja di rumah atau lebih keren disebut WFH tak selamanya berjalan mulus. Anda bisa mengalami burnout syndrome.

Berdasarkan penjelasan dr. Nitish Basant Adnani, BMed MSc, beberapa gejala burnout syndrome yang bisa Anda alami adalah sebagai berikut:

  • Merasa seperti kehabisan energi atau kelelahan
  • Meningkatnya pemisahan diri dari hal-hal yang terkait pekerjaan (mental distance), atau memiliki perasan negatif (sinisme) yang berkaitan dengan pekerjaan
  • Produktivitas kerja menurun

Selain itu, burnout syndrome akibat berbagai tekanan yang dirasakan selama WFH juga bisa membuat Anda mengalami keadaan berikut ini:

  • Bekerja lebih dari jam yang ditentukan
  • Merasakan kecemasan berlebih untuk berbuat lebih banyak
  • Membiarkan rapat berjalan melewati batas waktu yang ditentukan
  • Merasa hidup begitu berat dan selalu tertekan
  • Kondisi fisik yang sering sakit-sakitan
  • Menarik diri dari pergaulan
  • Sering tidak produktif
  • Tidak antusias dalam melakukan pekerjaan

Segala kondisi yang terjadi akibat burnout syndrome pada akhirnya akan membuat Anda merasa benar-benar kesulitan, sekalipun hanya mengerjakan pekerjaan yang mudah..

Artikel Lainnya: Agar Lancar, Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Mulai Rutinitas Kerja dari Rumah

2 dari 3 halaman

Cara WFH Lebih Terarah dan Tak Membuat Burnout Syndrome

Kerja di rumah alias WFH memang bisa meningkatkan risiko burnout syndrome. Namun, terjadinya hal tersebut tentu bisa dicegah.

Berikut ini tips kerja dari rumah agar Anda tidak berakhir mengalami burnout syndrome:

  • Membuat Batasan Jam Bekerja

Jangan berlebihan dalam bekerja. Pastikan Anda membuat batasan jam kerja. Sebisa mungkin di bawah 5 jam.

“Tapi, kembali lagi ke pekerjaan, kalau sudah selesai, berhenti. Tapi, kalau belum selesai, lanjutkan," ujar Ikhsan.

  • Lakukan Aktivitas Lain yang Positif

Kalau sudah selesai bekerja, Anda harus melakukan aktivitas lain yang lebih positif atau yang bisa membuat mental lebih sehat. Contohnya adalah olahraga di rumah.

  • Beritahu Kondisi kepada Keluarga

Risiko burnout syndrome bisa melonjak sangat tinggi jika Anda mengalami banyak kendala atau gangguan saat harus bekerja di rumah.

"Karena itu, penting sekali untuk memberitahukan jam kerja Anda pada anggota keluarga lainnya. Anda bisa meminta mereka untuk tidak mengganggu pada saat jam kerja. Jadi, Anda bisa fokus bekerja," kata Ikhsan.

  • Ubah Pola Pikir

Maklumi juga kalau bekerja di rumah tidak akan semaksimal di kantor. Jika di rumah, Anda akan lebih sulit untuk tek-tokan dengan rekan sehingga pekerjaan bisa saja terasa lebih berat.

“Kita perlu ubah pola pikir. Kita perlu memahami bahwa di rumah pasti ada hambatan, tidak bisa cepat. Itu perlu dilakukan supaya tidak mudah stres," tutur Ikhsan.

  • Buat Perencanaan Kerja yang Jelas

Buatlah perencanaan kerja yang jelas dan terstruktur. Jadi, jika waktunya istirahat, Anda mesti menghentikan pekerjaan untuk sementara waktu.

Sedangkan jika jam kerja sudah memenuhi target dalam sehari, segera berhenti. Ini dilakukan agar Anda tidak mengalami burnout syndrome.

  • Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan

"Melakukan kegiatan yang menyenangkan. Ini supaya stres bisa berkurang dan emosi menjadi lebih stabil," pungkas Ikhsan.

Meski lebih santai, work from home (WFH) juga bisa membuat Anda mengalami stres kerja yang pada akhirnya mencetuskan burnout syndrome. Karenanya, koreksi lagi pola WFH yang Anda terapkan agar tidak berujung pada keadaan tersebut. Jika terkendala, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter atau psikolog melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar